Ini adalah tulisan Usd. Deka, cukup menginspirasi untuk berlatih "menyambung" dengan Allah,
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka shalat itu akan menjadi sangat berat
Kalau tidak, maka shalat itu akan jadi beban.
Kalau tidak, maka shalat itu akan melelahkan.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka kita akan shalat dengan malas-malasan.
Kalau tidak, maka kita akan shalat sambil melamun.
Kalau tidak, maka kita akan shalat dalam keadaan mabok.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka kita hanya akan membaca syair dan puisi dalam shalat.
Kalau tidak, maka kita hanya akan ngelindur dalam shalat.
Kalau tidak,maka kita hanya akan komat kamit dalam shalat.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka shalat kita akan buru-buru.
Kalau tidak, maka shalat kita akan seperti burung mematuk makanan.
Kalau tidak, maka shalat kita akan berpacu cepat.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka beban hidup kita akan terasa berat.
Kalau tidak, maka dada kita akan terasa sempit.
Kalau tidak, maka otak kita akan sering mendidih.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan sering protes kepada Allah.
Kalau tidak, maka kita akan sering mengeluh dalam hidup.
Kalau tidak, maka kita akan sering marah yang berbuah marah.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan sering merendahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menyalahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menghakimi teman.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkuh.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang sombong.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang egois.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber sengsara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber petaka.
Latihlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Mohonlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Bersedialah agar kita bisa DIKHUSYUKAN ALLAH.
Diamlah agar bisa duduk di posisi “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.
Sebab...
Khusyuk adalah bertemu dengan Allah (mulaqu rabbihim) disini.
Dan semua kembalkan(mi’raj) kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berjumpa dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah meringkuk disisi Allah saat ini.
Khusyuk adalah bergantung kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berpegangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah saling berpandangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah berdialog dengan Allah saat ini.
Kemudian...
Segala pujaan kembalikankan ke Allah.
Segala pujian kembalikankankan ke Allah.
Segala hormat kembalikan ke Allah.
Segala sembah kembalikan ke Allah.
Penglihatan kembalikan ke Allah.
Pendengaran kebalikan ke Allah.
Hidup kembalikan ke Allah.
Tahu kembalikan ke Allah.
Gerak kembalikan ke Allah.
Bisa kembalikan ke Allah.
Ada kembalikan ke Allah.
Inna shalati...
Wanusuki...
Wamahyaayaa...
Wamamaatii...
Lillahirabbil ‘alamiin...
Lalu..., DERR...
Gerak kita akan dikunci oleh Allah.
Berdiri kita akan dikunci oleh Allah.
Rukuk kita akan dikunci oleh Allah.
Sujud kita akan dikunci oleh Allah.
Sembah kita akan dikunci oleh Allah.
Penglihatan kita akan dikunci oleh Allah.
Pendengaran kita akan dikunci oleh Allah.
Bacaan kita akan dikunci oleh Allah.
Makanya...
Ketika khusyuk akan ada respon Allah.
Ketika khusyuk akan ada jawaban Allah.
Ketika khusyuk akan ada tuntunan Allah.
Ketika khusyuk akan ada pertolongan Allah.
Ketika khusyuk akan ada Shibgatullah (celupan) Allah.
Shibgatullah...
Masih adakah shibgah (celupan) yang lebih baik dari celupan Allah...?.
Arsip Blog
Jumat, 14 Agustus 2009
dahsyatnya ikhlas
Tulisan ini merupakan ringkasan dari bukunya Mahmud Ahmad Mustafa, banyak pelajaran yang bisa dipetik tentang ikhwal ikhlas.
Ikhlas artinya bersih, jernih, murni. Suci atau tak ternoda. Ibarat susu murni sapi yang terpisah dari darah dan kotoran, padahal berada dalam satu badan sapi.
Orang ikhlas adalah orang yang menjadikan Allah sebagai tujuan satu-satunya saat beribadah & beraktivitas sosial, bebas dari komentar, pujian, celaan, perhatian manusia / makhluk dan kepentingan duniawi. Yang tahu ikhlas atau tidak adalah diri sendiri dan Allah.
Tingkatan ikhlas ada 4 :
- Ikhlas untuk meraih kesenangan dunia. Beribadah mengharapkan kekayaan dunia.
- Ikhlas dikarenakan ingin surga dan takut neraka. Selalu mengandalkan amalnya.
- Ikhlas beribadah tanpa pamrih, semata-hanya hanya karena Allah. Hanya masih merasa-kan pengakuan beribadah kepadaNya, masih menyandarkan kepada kemampuan dirinya.
- Ikhlas yang sadar dan makrifat kepada Allah. Sama sekali tidak merasa punya kekuatan dan kemampuan apapun, bahkan diampun semata-mata digerakkan karena Allah. Mereka melakukan apapun karena pertolongan Allah, tidak ada daya dan kekuatan dirinya. Ikhlas yang tanpa pamrih, ketakutan, keinginan, pahala, surga yaitu ikhlas lillahi ta’ala.
Tanda-tanda orang ikhlas :
1. Tidak terpengaruh oleh pujian dan celaan orang lain.
Hati dan perilakunya tetap stabil baik dipuji maupun dicela, bahkan lupa dengan amalnya serta tidak mengharapkan balasanNya. Tidak ada pujian yang bermanfaat dan celaan yang membahayakan, karena semuanya berasal dari Allah, pujian kepada Allah lebih penting.
Ada 3 hal termasuk tanda keikhlasan : samanya pujian dan celaan, lupa melihat amal dalam amal & lupa mendapatkan pahala di akherat nanti.
2. Tidak marah / kecewa bila orang lain tidak membalas budi baik kita.
Ciri orang ikhlas tidak pernah berusaha mendapatkan cinta, kepuasan, penghargaan, perhatian dan pujian dari siapapun kecuali Allah.
3. Sama amalnya dalam kesendirian dan keramaian
Ada 4 tanda orang riya’ : malas bila beribadat sendirian, rajin di depan orang banyak, bertambah amalnya bila dipuji, berkurang amalnya bila tidak ada yang memujinya.
4. Tidak berbangga diri di hadapan manusia
Tidak memulai pembicaraan dengan memuji dirinya, tidak menonjolkan diri, tidak mencari kepopuleran, karena sehebat apapun ketenaran manusia tidak ada artinya di hadapan Allah bila tidak memiliki keikhlasan.
5. Suka beramal secara diam-diam
Merasa puas dan bahagia dengan penilain dari Allah saja, orang lain tidak perlu tahu dengan amal ketaatanya. Ia berusaha menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya. Ia lebih senang sebagai akar, pondasi penopang bangunan yang tidak terlihat meskipun pohon dan bangunan tegak menjulang tinggi.
6. Keberhasilan dan kegagalan baginya sama saja
Bergerak ke arah paling puncak dari cita2 yang agung, mempersembahkan ketaatan dan ketundukan yang terbaik untuk Allah swt. Hasil bukanlah segalanya, yang penting proses mendapatkan ridha Allah.
7. Tetap dalam pendiriannya dan tidak berubah
Dalam segala keadaan dan kondisi, tetap taat dan patuh pada Allah, baik mendapatkan kesenangan, kenikmatan, kesusahan, kesakitan, ditimpa musibah, dsb. Keikhlasan sejati adalah ketundukan dan penyerahan total kepada Allah swt. Tetap bekerja dengan motivasi besar apapun yang terjadi di pekerjaan, karena niatnya hanya karena Allah, bukan karena atasan ataupun pimpinan perusahaan.
8. Sama antara lahir dan batinnya
Orang yang apa adanya, tidak berpura-pura, tidak berbeda antara kemauan hatinya dan perilakunya. Konsisten antara kata hati dan perbuatannya.
9. Suka jika orang lain mendapat nikmat
Tidak pernah keberatan dengan keberadaan orang lain yang lebih pandai, lebih saleh, lebih bermutu, baginya yang terpenting maju bersama demi kepentingan bersama. Orang ikhlas tidak pernah merasa terganggu, gelisah, dengki, kesal, iri melihat orang lain yang diberi kemampuan lebih darinya. Kita harus yakin dan pasti bahwa semua kemampuan manusia sudah diatur oleh Allah dengan yang terbaik, sepanjang kita sudah mengusahakannya. Pastikan proses yang terbaik dan hasilnya serahkan kepada Allah.
10. Tidak mengungkit-ungkit amalnya
Apabila kita ikhlas, tentunya kita tidak akan peduli dan mengingat lagi amal kita, serahkan kepada Allah hasilnya. Yang penting niat kita hanya karena Allah bukan agar amal kita bisa dilihat atau didengar orang lain dan pada akhirnya agar bisa dipuji. Pujian hanya untuk Allah.
11. Ringan dan nikmat dalam beramal
Mereka bersegera bila diajak berbuat ketaatan, karena ikhlas dalam menjalaninya. Karena itu dalam menjalankannya terasa ringan, enjoy, nikmat, bersemangat, senang dan hati menjadi berbunga-bungan dan bahagia karena menjadi lebih dekat kepada Allah bila selalu berbuat baik.
12. Tidak fanatik golongan
Tidak akan membeda-bedakan teman, pintunya terbuka untuk siapa saja karena sadar bahwa tujuan dari perjuangan hidupnya adalah untuk Allah maka yang dibelapun semua kepentingan yang diridhai Allah.
Balasan terhadap orang yang ikhlas :
- Kebahagiaan dan kepuasan yang tak terputus karena tidak mengharapkan imbalan dari manusia
- Tidak diliputi ketakutan dan kekawatiran. Takut miskin, takut sakit, takut dicela, takut kehilangan, takut mati dll datang dari dirinya sendiri karena kurang ikhlas kepada Allah,bahwa dunia dan segala isinya dalam kekuasaan dan milik Allah.
- Malaikat akan menjadi penolongnya. Hidup kita akan dilindungi, dijaga dan ditolong para tentara Allah.
- Semua makhluk akan mencintai dan menyayanginya. Karena dia adalah kekasih Allah
- Mampu menjalani hidup dengan penuh semangat, gairah dan prestasi. Tidak hanya pasrah, menyerah sebelum bertanding, tapi selalu berusaha mencari solusi.
- Tegar, kuat dan tidak putus asa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup
- Mampu mempertahankan, memelihara dan memperkuat rasa persaudaraan
- Surga terindah beserta isinya
Kita agar dapat ikhlas :
- Bertanya sebelum, berbuat (apakah harus dilakukan dan kapan, ada manfaatnya, apakah semakin mendekatkan diri kepada Allah)
- Menjaga iklhas ketika beramal.
- Menjaga pahala setelah beramal.
- Berlatih dan jangan putus asa (butuh keseriusan, kegigihan dan keistiqomahan)
- Selalu berdoa kepada Allah
Agt 2009
Ikhlas artinya bersih, jernih, murni. Suci atau tak ternoda. Ibarat susu murni sapi yang terpisah dari darah dan kotoran, padahal berada dalam satu badan sapi.
Orang ikhlas adalah orang yang menjadikan Allah sebagai tujuan satu-satunya saat beribadah & beraktivitas sosial, bebas dari komentar, pujian, celaan, perhatian manusia / makhluk dan kepentingan duniawi. Yang tahu ikhlas atau tidak adalah diri sendiri dan Allah.
Tingkatan ikhlas ada 4 :
- Ikhlas untuk meraih kesenangan dunia. Beribadah mengharapkan kekayaan dunia.
- Ikhlas dikarenakan ingin surga dan takut neraka. Selalu mengandalkan amalnya.
- Ikhlas beribadah tanpa pamrih, semata-hanya hanya karena Allah. Hanya masih merasa-kan pengakuan beribadah kepadaNya, masih menyandarkan kepada kemampuan dirinya.
- Ikhlas yang sadar dan makrifat kepada Allah. Sama sekali tidak merasa punya kekuatan dan kemampuan apapun, bahkan diampun semata-mata digerakkan karena Allah. Mereka melakukan apapun karena pertolongan Allah, tidak ada daya dan kekuatan dirinya. Ikhlas yang tanpa pamrih, ketakutan, keinginan, pahala, surga yaitu ikhlas lillahi ta’ala.
Tanda-tanda orang ikhlas :
1. Tidak terpengaruh oleh pujian dan celaan orang lain.
Hati dan perilakunya tetap stabil baik dipuji maupun dicela, bahkan lupa dengan amalnya serta tidak mengharapkan balasanNya. Tidak ada pujian yang bermanfaat dan celaan yang membahayakan, karena semuanya berasal dari Allah, pujian kepada Allah lebih penting.
Ada 3 hal termasuk tanda keikhlasan : samanya pujian dan celaan, lupa melihat amal dalam amal & lupa mendapatkan pahala di akherat nanti.
2. Tidak marah / kecewa bila orang lain tidak membalas budi baik kita.
Ciri orang ikhlas tidak pernah berusaha mendapatkan cinta, kepuasan, penghargaan, perhatian dan pujian dari siapapun kecuali Allah.
3. Sama amalnya dalam kesendirian dan keramaian
Ada 4 tanda orang riya’ : malas bila beribadat sendirian, rajin di depan orang banyak, bertambah amalnya bila dipuji, berkurang amalnya bila tidak ada yang memujinya.
4. Tidak berbangga diri di hadapan manusia
Tidak memulai pembicaraan dengan memuji dirinya, tidak menonjolkan diri, tidak mencari kepopuleran, karena sehebat apapun ketenaran manusia tidak ada artinya di hadapan Allah bila tidak memiliki keikhlasan.
5. Suka beramal secara diam-diam
Merasa puas dan bahagia dengan penilain dari Allah saja, orang lain tidak perlu tahu dengan amal ketaatanya. Ia berusaha menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya. Ia lebih senang sebagai akar, pondasi penopang bangunan yang tidak terlihat meskipun pohon dan bangunan tegak menjulang tinggi.
6. Keberhasilan dan kegagalan baginya sama saja
Bergerak ke arah paling puncak dari cita2 yang agung, mempersembahkan ketaatan dan ketundukan yang terbaik untuk Allah swt. Hasil bukanlah segalanya, yang penting proses mendapatkan ridha Allah.
7. Tetap dalam pendiriannya dan tidak berubah
Dalam segala keadaan dan kondisi, tetap taat dan patuh pada Allah, baik mendapatkan kesenangan, kenikmatan, kesusahan, kesakitan, ditimpa musibah, dsb. Keikhlasan sejati adalah ketundukan dan penyerahan total kepada Allah swt. Tetap bekerja dengan motivasi besar apapun yang terjadi di pekerjaan, karena niatnya hanya karena Allah, bukan karena atasan ataupun pimpinan perusahaan.
8. Sama antara lahir dan batinnya
Orang yang apa adanya, tidak berpura-pura, tidak berbeda antara kemauan hatinya dan perilakunya. Konsisten antara kata hati dan perbuatannya.
9. Suka jika orang lain mendapat nikmat
Tidak pernah keberatan dengan keberadaan orang lain yang lebih pandai, lebih saleh, lebih bermutu, baginya yang terpenting maju bersama demi kepentingan bersama. Orang ikhlas tidak pernah merasa terganggu, gelisah, dengki, kesal, iri melihat orang lain yang diberi kemampuan lebih darinya. Kita harus yakin dan pasti bahwa semua kemampuan manusia sudah diatur oleh Allah dengan yang terbaik, sepanjang kita sudah mengusahakannya. Pastikan proses yang terbaik dan hasilnya serahkan kepada Allah.
10. Tidak mengungkit-ungkit amalnya
Apabila kita ikhlas, tentunya kita tidak akan peduli dan mengingat lagi amal kita, serahkan kepada Allah hasilnya. Yang penting niat kita hanya karena Allah bukan agar amal kita bisa dilihat atau didengar orang lain dan pada akhirnya agar bisa dipuji. Pujian hanya untuk Allah.
11. Ringan dan nikmat dalam beramal
Mereka bersegera bila diajak berbuat ketaatan, karena ikhlas dalam menjalaninya. Karena itu dalam menjalankannya terasa ringan, enjoy, nikmat, bersemangat, senang dan hati menjadi berbunga-bungan dan bahagia karena menjadi lebih dekat kepada Allah bila selalu berbuat baik.
12. Tidak fanatik golongan
Tidak akan membeda-bedakan teman, pintunya terbuka untuk siapa saja karena sadar bahwa tujuan dari perjuangan hidupnya adalah untuk Allah maka yang dibelapun semua kepentingan yang diridhai Allah.
Balasan terhadap orang yang ikhlas :
- Kebahagiaan dan kepuasan yang tak terputus karena tidak mengharapkan imbalan dari manusia
- Tidak diliputi ketakutan dan kekawatiran. Takut miskin, takut sakit, takut dicela, takut kehilangan, takut mati dll datang dari dirinya sendiri karena kurang ikhlas kepada Allah,bahwa dunia dan segala isinya dalam kekuasaan dan milik Allah.
- Malaikat akan menjadi penolongnya. Hidup kita akan dilindungi, dijaga dan ditolong para tentara Allah.
- Semua makhluk akan mencintai dan menyayanginya. Karena dia adalah kekasih Allah
- Mampu menjalani hidup dengan penuh semangat, gairah dan prestasi. Tidak hanya pasrah, menyerah sebelum bertanding, tapi selalu berusaha mencari solusi.
- Tegar, kuat dan tidak putus asa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup
- Mampu mempertahankan, memelihara dan memperkuat rasa persaudaraan
- Surga terindah beserta isinya
Kita agar dapat ikhlas :
- Bertanya sebelum, berbuat (apakah harus dilakukan dan kapan, ada manfaatnya, apakah semakin mendekatkan diri kepada Allah)
- Menjaga iklhas ketika beramal.
- Menjaga pahala setelah beramal.
- Berlatih dan jangan putus asa (butuh keseriusan, kegigihan dan keistiqomahan)
- Selalu berdoa kepada Allah
Agt 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
