Ini adalah tulisan Usd. Deka, cukup menginspirasi untuk berlatih "menyambung" dengan Allah,
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka shalat itu akan menjadi sangat berat
Kalau tidak, maka shalat itu akan jadi beban.
Kalau tidak, maka shalat itu akan melelahkan.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka kita akan shalat dengan malas-malasan.
Kalau tidak, maka kita akan shalat sambil melamun.
Kalau tidak, maka kita akan shalat dalam keadaan mabok.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka kita hanya akan membaca syair dan puisi dalam shalat.
Kalau tidak, maka kita hanya akan ngelindur dalam shalat.
Kalau tidak,maka kita hanya akan komat kamit dalam shalat.
KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka shalat kita akan buru-buru.
Kalau tidak, maka shalat kita akan seperti burung mematuk makanan.
Kalau tidak, maka shalat kita akan berpacu cepat.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka beban hidup kita akan terasa berat.
Kalau tidak, maka dada kita akan terasa sempit.
Kalau tidak, maka otak kita akan sering mendidih.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan sering protes kepada Allah.
Kalau tidak, maka kita akan sering mengeluh dalam hidup.
Kalau tidak, maka kita akan sering marah yang berbuah marah.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan sering merendahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menyalahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menghakimi teman.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkuh.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang sombong.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang egois.
KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber sengsara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber petaka.
Latihlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Mohonlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Bersedialah agar kita bisa DIKHUSYUKAN ALLAH.
Diamlah agar bisa duduk di posisi “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.
Sebab...
Khusyuk adalah bertemu dengan Allah (mulaqu rabbihim) disini.
Dan semua kembalkan(mi’raj) kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berjumpa dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah meringkuk disisi Allah saat ini.
Khusyuk adalah bergantung kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berpegangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah saling berpandangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah berdialog dengan Allah saat ini.
Kemudian...
Segala pujaan kembalikankan ke Allah.
Segala pujian kembalikankankan ke Allah.
Segala hormat kembalikan ke Allah.
Segala sembah kembalikan ke Allah.
Penglihatan kembalikan ke Allah.
Pendengaran kebalikan ke Allah.
Hidup kembalikan ke Allah.
Tahu kembalikan ke Allah.
Gerak kembalikan ke Allah.
Bisa kembalikan ke Allah.
Ada kembalikan ke Allah.
Inna shalati...
Wanusuki...
Wamahyaayaa...
Wamamaatii...
Lillahirabbil ‘alamiin...
Lalu..., DERR...
Gerak kita akan dikunci oleh Allah.
Berdiri kita akan dikunci oleh Allah.
Rukuk kita akan dikunci oleh Allah.
Sujud kita akan dikunci oleh Allah.
Sembah kita akan dikunci oleh Allah.
Penglihatan kita akan dikunci oleh Allah.
Pendengaran kita akan dikunci oleh Allah.
Bacaan kita akan dikunci oleh Allah.
Makanya...
Ketika khusyuk akan ada respon Allah.
Ketika khusyuk akan ada jawaban Allah.
Ketika khusyuk akan ada tuntunan Allah.
Ketika khusyuk akan ada pertolongan Allah.
Ketika khusyuk akan ada Shibgatullah (celupan) Allah.
Shibgatullah...
Masih adakah shibgah (celupan) yang lebih baik dari celupan Allah...?.
Arsip Blog
-
▼
2009
(31)
-
►
Juni
(18)
- Lentera-lentera kehidupan
- sholat khusyu'
- mindfocus! perasaan positif dan bersyukur
- mindfocus! doa yang terkabulkan
- mindfocus! total seimbang
- mindfocus! gelombang otak
- mindfocus! melepas masalah
- mindfocus! hati kita
- mindfocus! ikhlas
- belajar dari tanah
- the power of now
- tentang karung kehidupan
- terapi seft ala mas faiz
- yang pergi dan yang datang
- ada tiga kata-kata ajaib
- ikhlas untuk bahagia
- bahagia sejati
-
►
Juni
(18)
Jumat, 14 Agustus 2009
dahsyatnya ikhlas
Tulisan ini merupakan ringkasan dari bukunya Mahmud Ahmad Mustafa, banyak pelajaran yang bisa dipetik tentang ikhwal ikhlas.
Ikhlas artinya bersih, jernih, murni. Suci atau tak ternoda. Ibarat susu murni sapi yang terpisah dari darah dan kotoran, padahal berada dalam satu badan sapi.
Orang ikhlas adalah orang yang menjadikan Allah sebagai tujuan satu-satunya saat beribadah & beraktivitas sosial, bebas dari komentar, pujian, celaan, perhatian manusia / makhluk dan kepentingan duniawi. Yang tahu ikhlas atau tidak adalah diri sendiri dan Allah.
Tingkatan ikhlas ada 4 :
- Ikhlas untuk meraih kesenangan dunia. Beribadah mengharapkan kekayaan dunia.
- Ikhlas dikarenakan ingin surga dan takut neraka. Selalu mengandalkan amalnya.
- Ikhlas beribadah tanpa pamrih, semata-hanya hanya karena Allah. Hanya masih merasa-kan pengakuan beribadah kepadaNya, masih menyandarkan kepada kemampuan dirinya.
- Ikhlas yang sadar dan makrifat kepada Allah. Sama sekali tidak merasa punya kekuatan dan kemampuan apapun, bahkan diampun semata-mata digerakkan karena Allah. Mereka melakukan apapun karena pertolongan Allah, tidak ada daya dan kekuatan dirinya. Ikhlas yang tanpa pamrih, ketakutan, keinginan, pahala, surga yaitu ikhlas lillahi ta’ala.
Tanda-tanda orang ikhlas :
1. Tidak terpengaruh oleh pujian dan celaan orang lain.
Hati dan perilakunya tetap stabil baik dipuji maupun dicela, bahkan lupa dengan amalnya serta tidak mengharapkan balasanNya. Tidak ada pujian yang bermanfaat dan celaan yang membahayakan, karena semuanya berasal dari Allah, pujian kepada Allah lebih penting.
Ada 3 hal termasuk tanda keikhlasan : samanya pujian dan celaan, lupa melihat amal dalam amal & lupa mendapatkan pahala di akherat nanti.
2. Tidak marah / kecewa bila orang lain tidak membalas budi baik kita.
Ciri orang ikhlas tidak pernah berusaha mendapatkan cinta, kepuasan, penghargaan, perhatian dan pujian dari siapapun kecuali Allah.
3. Sama amalnya dalam kesendirian dan keramaian
Ada 4 tanda orang riya’ : malas bila beribadat sendirian, rajin di depan orang banyak, bertambah amalnya bila dipuji, berkurang amalnya bila tidak ada yang memujinya.
4. Tidak berbangga diri di hadapan manusia
Tidak memulai pembicaraan dengan memuji dirinya, tidak menonjolkan diri, tidak mencari kepopuleran, karena sehebat apapun ketenaran manusia tidak ada artinya di hadapan Allah bila tidak memiliki keikhlasan.
5. Suka beramal secara diam-diam
Merasa puas dan bahagia dengan penilain dari Allah saja, orang lain tidak perlu tahu dengan amal ketaatanya. Ia berusaha menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya. Ia lebih senang sebagai akar, pondasi penopang bangunan yang tidak terlihat meskipun pohon dan bangunan tegak menjulang tinggi.
6. Keberhasilan dan kegagalan baginya sama saja
Bergerak ke arah paling puncak dari cita2 yang agung, mempersembahkan ketaatan dan ketundukan yang terbaik untuk Allah swt. Hasil bukanlah segalanya, yang penting proses mendapatkan ridha Allah.
7. Tetap dalam pendiriannya dan tidak berubah
Dalam segala keadaan dan kondisi, tetap taat dan patuh pada Allah, baik mendapatkan kesenangan, kenikmatan, kesusahan, kesakitan, ditimpa musibah, dsb. Keikhlasan sejati adalah ketundukan dan penyerahan total kepada Allah swt. Tetap bekerja dengan motivasi besar apapun yang terjadi di pekerjaan, karena niatnya hanya karena Allah, bukan karena atasan ataupun pimpinan perusahaan.
8. Sama antara lahir dan batinnya
Orang yang apa adanya, tidak berpura-pura, tidak berbeda antara kemauan hatinya dan perilakunya. Konsisten antara kata hati dan perbuatannya.
9. Suka jika orang lain mendapat nikmat
Tidak pernah keberatan dengan keberadaan orang lain yang lebih pandai, lebih saleh, lebih bermutu, baginya yang terpenting maju bersama demi kepentingan bersama. Orang ikhlas tidak pernah merasa terganggu, gelisah, dengki, kesal, iri melihat orang lain yang diberi kemampuan lebih darinya. Kita harus yakin dan pasti bahwa semua kemampuan manusia sudah diatur oleh Allah dengan yang terbaik, sepanjang kita sudah mengusahakannya. Pastikan proses yang terbaik dan hasilnya serahkan kepada Allah.
10. Tidak mengungkit-ungkit amalnya
Apabila kita ikhlas, tentunya kita tidak akan peduli dan mengingat lagi amal kita, serahkan kepada Allah hasilnya. Yang penting niat kita hanya karena Allah bukan agar amal kita bisa dilihat atau didengar orang lain dan pada akhirnya agar bisa dipuji. Pujian hanya untuk Allah.
11. Ringan dan nikmat dalam beramal
Mereka bersegera bila diajak berbuat ketaatan, karena ikhlas dalam menjalaninya. Karena itu dalam menjalankannya terasa ringan, enjoy, nikmat, bersemangat, senang dan hati menjadi berbunga-bungan dan bahagia karena menjadi lebih dekat kepada Allah bila selalu berbuat baik.
12. Tidak fanatik golongan
Tidak akan membeda-bedakan teman, pintunya terbuka untuk siapa saja karena sadar bahwa tujuan dari perjuangan hidupnya adalah untuk Allah maka yang dibelapun semua kepentingan yang diridhai Allah.
Balasan terhadap orang yang ikhlas :
- Kebahagiaan dan kepuasan yang tak terputus karena tidak mengharapkan imbalan dari manusia
- Tidak diliputi ketakutan dan kekawatiran. Takut miskin, takut sakit, takut dicela, takut kehilangan, takut mati dll datang dari dirinya sendiri karena kurang ikhlas kepada Allah,bahwa dunia dan segala isinya dalam kekuasaan dan milik Allah.
- Malaikat akan menjadi penolongnya. Hidup kita akan dilindungi, dijaga dan ditolong para tentara Allah.
- Semua makhluk akan mencintai dan menyayanginya. Karena dia adalah kekasih Allah
- Mampu menjalani hidup dengan penuh semangat, gairah dan prestasi. Tidak hanya pasrah, menyerah sebelum bertanding, tapi selalu berusaha mencari solusi.
- Tegar, kuat dan tidak putus asa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup
- Mampu mempertahankan, memelihara dan memperkuat rasa persaudaraan
- Surga terindah beserta isinya
Kita agar dapat ikhlas :
- Bertanya sebelum, berbuat (apakah harus dilakukan dan kapan, ada manfaatnya, apakah semakin mendekatkan diri kepada Allah)
- Menjaga iklhas ketika beramal.
- Menjaga pahala setelah beramal.
- Berlatih dan jangan putus asa (butuh keseriusan, kegigihan dan keistiqomahan)
- Selalu berdoa kepada Allah
Agt 2009
Ikhlas artinya bersih, jernih, murni. Suci atau tak ternoda. Ibarat susu murni sapi yang terpisah dari darah dan kotoran, padahal berada dalam satu badan sapi.
Orang ikhlas adalah orang yang menjadikan Allah sebagai tujuan satu-satunya saat beribadah & beraktivitas sosial, bebas dari komentar, pujian, celaan, perhatian manusia / makhluk dan kepentingan duniawi. Yang tahu ikhlas atau tidak adalah diri sendiri dan Allah.
Tingkatan ikhlas ada 4 :
- Ikhlas untuk meraih kesenangan dunia. Beribadah mengharapkan kekayaan dunia.
- Ikhlas dikarenakan ingin surga dan takut neraka. Selalu mengandalkan amalnya.
- Ikhlas beribadah tanpa pamrih, semata-hanya hanya karena Allah. Hanya masih merasa-kan pengakuan beribadah kepadaNya, masih menyandarkan kepada kemampuan dirinya.
- Ikhlas yang sadar dan makrifat kepada Allah. Sama sekali tidak merasa punya kekuatan dan kemampuan apapun, bahkan diampun semata-mata digerakkan karena Allah. Mereka melakukan apapun karena pertolongan Allah, tidak ada daya dan kekuatan dirinya. Ikhlas yang tanpa pamrih, ketakutan, keinginan, pahala, surga yaitu ikhlas lillahi ta’ala.
Tanda-tanda orang ikhlas :
1. Tidak terpengaruh oleh pujian dan celaan orang lain.
Hati dan perilakunya tetap stabil baik dipuji maupun dicela, bahkan lupa dengan amalnya serta tidak mengharapkan balasanNya. Tidak ada pujian yang bermanfaat dan celaan yang membahayakan, karena semuanya berasal dari Allah, pujian kepada Allah lebih penting.
Ada 3 hal termasuk tanda keikhlasan : samanya pujian dan celaan, lupa melihat amal dalam amal & lupa mendapatkan pahala di akherat nanti.
2. Tidak marah / kecewa bila orang lain tidak membalas budi baik kita.
Ciri orang ikhlas tidak pernah berusaha mendapatkan cinta, kepuasan, penghargaan, perhatian dan pujian dari siapapun kecuali Allah.
3. Sama amalnya dalam kesendirian dan keramaian
Ada 4 tanda orang riya’ : malas bila beribadat sendirian, rajin di depan orang banyak, bertambah amalnya bila dipuji, berkurang amalnya bila tidak ada yang memujinya.
4. Tidak berbangga diri di hadapan manusia
Tidak memulai pembicaraan dengan memuji dirinya, tidak menonjolkan diri, tidak mencari kepopuleran, karena sehebat apapun ketenaran manusia tidak ada artinya di hadapan Allah bila tidak memiliki keikhlasan.
5. Suka beramal secara diam-diam
Merasa puas dan bahagia dengan penilain dari Allah saja, orang lain tidak perlu tahu dengan amal ketaatanya. Ia berusaha menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya. Ia lebih senang sebagai akar, pondasi penopang bangunan yang tidak terlihat meskipun pohon dan bangunan tegak menjulang tinggi.
6. Keberhasilan dan kegagalan baginya sama saja
Bergerak ke arah paling puncak dari cita2 yang agung, mempersembahkan ketaatan dan ketundukan yang terbaik untuk Allah swt. Hasil bukanlah segalanya, yang penting proses mendapatkan ridha Allah.
7. Tetap dalam pendiriannya dan tidak berubah
Dalam segala keadaan dan kondisi, tetap taat dan patuh pada Allah, baik mendapatkan kesenangan, kenikmatan, kesusahan, kesakitan, ditimpa musibah, dsb. Keikhlasan sejati adalah ketundukan dan penyerahan total kepada Allah swt. Tetap bekerja dengan motivasi besar apapun yang terjadi di pekerjaan, karena niatnya hanya karena Allah, bukan karena atasan ataupun pimpinan perusahaan.
8. Sama antara lahir dan batinnya
Orang yang apa adanya, tidak berpura-pura, tidak berbeda antara kemauan hatinya dan perilakunya. Konsisten antara kata hati dan perbuatannya.
9. Suka jika orang lain mendapat nikmat
Tidak pernah keberatan dengan keberadaan orang lain yang lebih pandai, lebih saleh, lebih bermutu, baginya yang terpenting maju bersama demi kepentingan bersama. Orang ikhlas tidak pernah merasa terganggu, gelisah, dengki, kesal, iri melihat orang lain yang diberi kemampuan lebih darinya. Kita harus yakin dan pasti bahwa semua kemampuan manusia sudah diatur oleh Allah dengan yang terbaik, sepanjang kita sudah mengusahakannya. Pastikan proses yang terbaik dan hasilnya serahkan kepada Allah.
10. Tidak mengungkit-ungkit amalnya
Apabila kita ikhlas, tentunya kita tidak akan peduli dan mengingat lagi amal kita, serahkan kepada Allah hasilnya. Yang penting niat kita hanya karena Allah bukan agar amal kita bisa dilihat atau didengar orang lain dan pada akhirnya agar bisa dipuji. Pujian hanya untuk Allah.
11. Ringan dan nikmat dalam beramal
Mereka bersegera bila diajak berbuat ketaatan, karena ikhlas dalam menjalaninya. Karena itu dalam menjalankannya terasa ringan, enjoy, nikmat, bersemangat, senang dan hati menjadi berbunga-bungan dan bahagia karena menjadi lebih dekat kepada Allah bila selalu berbuat baik.
12. Tidak fanatik golongan
Tidak akan membeda-bedakan teman, pintunya terbuka untuk siapa saja karena sadar bahwa tujuan dari perjuangan hidupnya adalah untuk Allah maka yang dibelapun semua kepentingan yang diridhai Allah.
Balasan terhadap orang yang ikhlas :
- Kebahagiaan dan kepuasan yang tak terputus karena tidak mengharapkan imbalan dari manusia
- Tidak diliputi ketakutan dan kekawatiran. Takut miskin, takut sakit, takut dicela, takut kehilangan, takut mati dll datang dari dirinya sendiri karena kurang ikhlas kepada Allah,bahwa dunia dan segala isinya dalam kekuasaan dan milik Allah.
- Malaikat akan menjadi penolongnya. Hidup kita akan dilindungi, dijaga dan ditolong para tentara Allah.
- Semua makhluk akan mencintai dan menyayanginya. Karena dia adalah kekasih Allah
- Mampu menjalani hidup dengan penuh semangat, gairah dan prestasi. Tidak hanya pasrah, menyerah sebelum bertanding, tapi selalu berusaha mencari solusi.
- Tegar, kuat dan tidak putus asa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup
- Mampu mempertahankan, memelihara dan memperkuat rasa persaudaraan
- Surga terindah beserta isinya
Kita agar dapat ikhlas :
- Bertanya sebelum, berbuat (apakah harus dilakukan dan kapan, ada manfaatnya, apakah semakin mendekatkan diri kepada Allah)
- Menjaga iklhas ketika beramal.
- Menjaga pahala setelah beramal.
- Berlatih dan jangan putus asa (butuh keseriusan, kegigihan dan keistiqomahan)
- Selalu berdoa kepada Allah
Agt 2009
Senin, 27 Juli 2009
batas teguran
ada kisah
dua anak sedang bermain
yang satu naik pohon mangga
yang satu asyik mendengarkan walkman
saat asyik memetik mangga
dilihat temannya di bawah
duduk menikmati lagu
namun tiba-tiba
terlihat olehnya
seekor ular mendekati temannya
seketika itu juga
dia berteriak keras
namun
teman tadi tetap tak mendengar
dikeraskannya lagi suaranya
tetap tak mendengar
asyik dengan mainannya
sedangkan ular semakin terus mendekat
tak cukup waktu untuk turun mengingatkan
untung ada mangga di tangan
dilemparkannya sekuat tenaga
dan mengenai kepala
si teman tadi kaget dan marah kelihatannya
merasakan sakit di kepala
terkena mangga
begitu earphone dibuka
terdengar suara keras
awas ular awas ular … cepat loncat
seperdetik kemudian
teman tadi melompat ke pohon
nyaris sudah tersambar si ular
memandang ke atas sambil tersenyum
mengucapkan terima kasih
atas lemparan mangga tadi
walau sakit
tapi justru menyadarkan
dan menyelamatkannya
apa hikmah yang bisa kita pelajari kawan
saat-saat tertentu kadang kita terlalu asyik
dengan permainan dunia
permainan yang memabokkan
tanpa menyadari kita yang sudah kelewatan
peringatan lembut
peringatan setengah lembut
peringatan keras
peringatan setengah keras
sudah diberikan yang maha kuasa
kadang tak mempan
menyadarkan kita
dengan keasyikan dunia
tapi begitu musibah datang
begitu cobaan datang
begitu sakit datang
begitu teguran sangat keras datang
begitu teguran menyakitkan datang
kita baru sadar
bahwa di sekitar kita
banyak gangguan dan cobaan
tipu muslihat dunia
yang memabokkan
hingga tdak menyadari
ada kesalahan dan kekhilafan
untung tidak terlambat
sampai dipatok ular
hati-hati dengan keasyikan kita
yang bisa menghilangkan
makna hidup sebenarnya
juli 2009
dua anak sedang bermain
yang satu naik pohon mangga
yang satu asyik mendengarkan walkman
saat asyik memetik mangga
dilihat temannya di bawah
duduk menikmati lagu
namun tiba-tiba
terlihat olehnya
seekor ular mendekati temannya
seketika itu juga
dia berteriak keras
namun
teman tadi tetap tak mendengar
dikeraskannya lagi suaranya
tetap tak mendengar
asyik dengan mainannya
sedangkan ular semakin terus mendekat
tak cukup waktu untuk turun mengingatkan
untung ada mangga di tangan
dilemparkannya sekuat tenaga
dan mengenai kepala
si teman tadi kaget dan marah kelihatannya
merasakan sakit di kepala
terkena mangga
begitu earphone dibuka
terdengar suara keras
awas ular awas ular … cepat loncat
seperdetik kemudian
teman tadi melompat ke pohon
nyaris sudah tersambar si ular
memandang ke atas sambil tersenyum
mengucapkan terima kasih
atas lemparan mangga tadi
walau sakit
tapi justru menyadarkan
dan menyelamatkannya
apa hikmah yang bisa kita pelajari kawan
saat-saat tertentu kadang kita terlalu asyik
dengan permainan dunia
permainan yang memabokkan
tanpa menyadari kita yang sudah kelewatan
peringatan lembut
peringatan setengah lembut
peringatan keras
peringatan setengah keras
sudah diberikan yang maha kuasa
kadang tak mempan
menyadarkan kita
dengan keasyikan dunia
tapi begitu musibah datang
begitu cobaan datang
begitu sakit datang
begitu teguran sangat keras datang
begitu teguran menyakitkan datang
kita baru sadar
bahwa di sekitar kita
banyak gangguan dan cobaan
tipu muslihat dunia
yang memabokkan
hingga tdak menyadari
ada kesalahan dan kekhilafan
untung tidak terlambat
sampai dipatok ular
hati-hati dengan keasyikan kita
yang bisa menghilangkan
makna hidup sebenarnya
juli 2009
logika utama – waktu hidup
perjalanan hidup kita
sejak lahir
sampai di akherat yang kekal
bisa diukur dan dibandingkan
kalau ada garis dan titik
sembilan bulan di kandungan ibarat satu titik
maka di kandungan hanya satu titik waktu
kalau manusia hidup tujuh puluhan tahun
dan sepuluh titik sama dengan sepuluh milimeter
atau satu sentimeter
maka tujuh puluh tahun
sama dengan tujuh sentimeter waktu
betapa pendeknya ya...perjalanan hidup kita
kemudian menuju
alam kubur dan akherat
yang waktunya sangat sangat puanjang
bahkan selama-lamanya
inilah tempat yang sebenar-benarnya
berapa sentimeter nanti garisnya
sepuluh sentimeter atau sepuluh meter
atau satu kilometer atau bahkan seribu kilometer
bukan.. lebih dari semuanya itu, karena ini
beribu ...bertrilyun kilometer
akan sepanjang-panjangnya
bayangkan tujuh sentimeter dibandingkan
hanya dengan satu kilometer
sangat tidak berarti
apalagi seribu ..sejuta...berkilo-kilo meter
tujuh senti meter jelas sangat-sangat tidak ada apa-apanya
jelas setetes air dari seluruh air di samudera dunia
setitik debu dari seluruh padang pasir di dunia
tapi tujuh sentimeter tadi
setetes air tadi
setitik debu tadi
atau hidup kita di dunia ini
sangat mempengaruhi
perjalanan yang amat amat panjang tadi
yang beribu sampai bertrilyun kilometer
maka tidak salah, katanya
hidup di dunia ini sekedar mampir
sekedar panggung sandiwara
penuh tipu muslihat dan topeng
untuk
menuju hidup yang sebenarnya
hidup senyata-nyatanya
yang selama-lamanya
kalau kita punya rencana jangka panjang
betulkah itu rencana jangka panjang yang nyata
jangan-jangan panjangnya masih tujuh sentimeter
kalau kita katanya profesional
betulkan kita sudah melihat mana yang prioritas
yang menguntungkan paling banyak dan jangka panjang
jangan-jangan hanya pingin kaya di dunia
atau pingin dihormati banyak orang
atau pingin pamer kekuatan
padahal semua itu milikNya
yang tidak akan dibawa terus lagi
kita lupa
datang tidak membawa apa-apa
hanya dipinjami dunia
untuk dimanfaatkan sebenar-benarnya
dan sebesar-besarnya
demi kehidupan yang selama-lamanya
masihkan kita menomersatukan dunia
masihkah kita memprioritaskan yang lain, selain untuk Allah
sudahkah aktivitas kita semua karena Allah
masihkan kita menyia-nyiakan waktu kita
mari bersama introspeksi diri
diberi kesadaran mengenai semua tadi
semoga selalu diberi petunjuk olehNya
amin...
juli 2009
sejak lahir
sampai di akherat yang kekal
bisa diukur dan dibandingkan
kalau ada garis dan titik
sembilan bulan di kandungan ibarat satu titik
maka di kandungan hanya satu titik waktu
kalau manusia hidup tujuh puluhan tahun
dan sepuluh titik sama dengan sepuluh milimeter
atau satu sentimeter
maka tujuh puluh tahun
sama dengan tujuh sentimeter waktu
betapa pendeknya ya...perjalanan hidup kita
kemudian menuju
alam kubur dan akherat
yang waktunya sangat sangat puanjang
bahkan selama-lamanya
inilah tempat yang sebenar-benarnya
berapa sentimeter nanti garisnya
sepuluh sentimeter atau sepuluh meter
atau satu kilometer atau bahkan seribu kilometer
bukan.. lebih dari semuanya itu, karena ini
beribu ...bertrilyun kilometer
akan sepanjang-panjangnya
bayangkan tujuh sentimeter dibandingkan
hanya dengan satu kilometer
sangat tidak berarti
apalagi seribu ..sejuta...berkilo-kilo meter
tujuh senti meter jelas sangat-sangat tidak ada apa-apanya
jelas setetes air dari seluruh air di samudera dunia
setitik debu dari seluruh padang pasir di dunia
tapi tujuh sentimeter tadi
setetes air tadi
setitik debu tadi
atau hidup kita di dunia ini
sangat mempengaruhi
perjalanan yang amat amat panjang tadi
yang beribu sampai bertrilyun kilometer
maka tidak salah, katanya
hidup di dunia ini sekedar mampir
sekedar panggung sandiwara
penuh tipu muslihat dan topeng
untuk
menuju hidup yang sebenarnya
hidup senyata-nyatanya
yang selama-lamanya
kalau kita punya rencana jangka panjang
betulkah itu rencana jangka panjang yang nyata
jangan-jangan panjangnya masih tujuh sentimeter
kalau kita katanya profesional
betulkan kita sudah melihat mana yang prioritas
yang menguntungkan paling banyak dan jangka panjang
jangan-jangan hanya pingin kaya di dunia
atau pingin dihormati banyak orang
atau pingin pamer kekuatan
padahal semua itu milikNya
yang tidak akan dibawa terus lagi
kita lupa
datang tidak membawa apa-apa
hanya dipinjami dunia
untuk dimanfaatkan sebenar-benarnya
dan sebesar-besarnya
demi kehidupan yang selama-lamanya
masihkan kita menomersatukan dunia
masihkah kita memprioritaskan yang lain, selain untuk Allah
sudahkah aktivitas kita semua karena Allah
masihkan kita menyia-nyiakan waktu kita
mari bersama introspeksi diri
diberi kesadaran mengenai semua tadi
semoga selalu diberi petunjuk olehNya
amin...
juli 2009
logika utama – bekal hidup
ibarat mau piknik atau bepergian
bekal yang harus kita bawa
tergantung dengan
kemana kita akan pergi
kapan kita akan pergi
berapa lama kita akan pergi
semakin jauh dan semakin lama
maka bekal yang kita siapkan semakin banyak
semakin jelas waktu perginya
maka semakin mudah kita mempersiapkannya
jelas, kalau kita mau ke jakarta dibanding ke tokyo
maka bekal ke tokyo kita siapkan akan lebih dari jakarta
apalagi kalau ke london atau bahkan ke kutub utara
kita harus dan harus
menyiapkan sedini mungkin
selengkap mungkin dan
sebanyak mungkin
menyesuaikan dengan kondisi di sana
mulai dari passport, mungkin visa, jaket tebal, credit card, uang, dan lain lain.
membayangkan kesulitan dan kesenangan yang akan ditemui
bahkan bisa sampai tidak makan tidak tidur
sekarang, renungkan....bayangkan.....
kalau perginya jauuuh sekali sampai tak terhingga menuju alam akherat
kalau waktunya juga lamaa sekali bahkan tak terhingga dan tak kembali
waktunya tidak jelas, bisa nanti bisa besok atau kapan saja
apa kita sudah juga mempersiapkan dengan baik
sudahkah membayangkan bagaimana keadaan kita nanti
apakah kita selalu kepikiran mempersiapkannya
mestinya, bekal yang kita siapkan
jauuuuh semakin buanyak bahkan tak terbilang
dan karena tidak jelas berangkatnya
setiap saat kita harus siap pergi
tak kembali
meninggalkan semua yang dicintai
maka...
masihkan kita menomersatukan dunia
masihkah kita memprioritaskan yang lain, selain untuk Allah
sudahkah aktivitas kita semua karena Allah
masihkan kita menyia-nyiakan waktu kita
mari bersama introspeksi diri
diberi kesadaran mengenai semua tadi
semoga selalu diberi petunjuk olehNya
amin...
juli 2009
bekal yang harus kita bawa
tergantung dengan
kemana kita akan pergi
kapan kita akan pergi
berapa lama kita akan pergi
semakin jauh dan semakin lama
maka bekal yang kita siapkan semakin banyak
semakin jelas waktu perginya
maka semakin mudah kita mempersiapkannya
jelas, kalau kita mau ke jakarta dibanding ke tokyo
maka bekal ke tokyo kita siapkan akan lebih dari jakarta
apalagi kalau ke london atau bahkan ke kutub utara
kita harus dan harus
menyiapkan sedini mungkin
selengkap mungkin dan
sebanyak mungkin
menyesuaikan dengan kondisi di sana
mulai dari passport, mungkin visa, jaket tebal, credit card, uang, dan lain lain.
membayangkan kesulitan dan kesenangan yang akan ditemui
bahkan bisa sampai tidak makan tidak tidur
sekarang, renungkan....bayangkan.....
kalau perginya jauuuh sekali sampai tak terhingga menuju alam akherat
kalau waktunya juga lamaa sekali bahkan tak terhingga dan tak kembali
waktunya tidak jelas, bisa nanti bisa besok atau kapan saja
apa kita sudah juga mempersiapkan dengan baik
sudahkah membayangkan bagaimana keadaan kita nanti
apakah kita selalu kepikiran mempersiapkannya
mestinya, bekal yang kita siapkan
jauuuuh semakin buanyak bahkan tak terbilang
dan karena tidak jelas berangkatnya
setiap saat kita harus siap pergi
tak kembali
meninggalkan semua yang dicintai
maka...
masihkan kita menomersatukan dunia
masihkah kita memprioritaskan yang lain, selain untuk Allah
sudahkah aktivitas kita semua karena Allah
masihkan kita menyia-nyiakan waktu kita
mari bersama introspeksi diri
diberi kesadaran mengenai semua tadi
semoga selalu diberi petunjuk olehNya
amin...
juli 2009
Minggu, 05 Juli 2009
nasihat santun dan bijak (2)
Tiga hal yang harus diwaspadai
- Barang siapa yang mengeluhkan hidupnya, seakan-akan mengeluhkan Tuhannya
- Barang siapa bersedih karena urusan duniawi, berarti tidak puas dengan ketetapan Allah
- Barang siapa menghormati orang karena kekayaannya, sungguh lenyaplah duapertiga agamanya
Tiga resep menjadi orang yang dicintai
- Barang siapa yang menjauhi keduniawian, niscaya akan dicintai Allah
- Barang siapa yang menjauhi dosa, akan dicintai malaikat
- Barang siapa yang menanggalkan ketamakan, niscaya dicintai orang lain
Tiga hal pokok
- Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu
- Dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu
- Dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu
Tiga kepastian
- Hiduplah engkau seberapapun lamanya, namun engkau pasti akan mati
- Cintailah siapa saja yang engkau cintai, namun engkau pasti akan berpisah dengannya
- Beramalah semaumu, namun engkau pasti akan mendapatkan balasannya
Tiga kesabaran
- Sabar dalam menghadapi musibah dan kezhaliman
- Sabar dalam melaksanakan ketaatan
- Sabar dalam menjauhi kemaksiatan
Tiga nasihat
-Taatlah kepada Allah
-Jagalah lisanmu
-Jagalah makananmu
Tiga azas ilmu
-Jangan engkau mencintai dunia, karena dunia bukan tempat orang beriman
-Jangan berteman dengan setan, karena setan bukan teman orang beriman
-Jangan mengganggu seseorang, karena mengganggu bukan pekerjaan orang beriman
Tiga ciri manusia paling bahagia
-Hati yang meyakini bahwa Allah senantiasa bersamanya
-Jiwa raga yang sabar
-Sikap menerima dan tidak risau dari apa yang sudah dimiliki
Tiga penyebab kerusakan
-Karena terlalu banyak bicara
-Karena terlalu banyak makan
-Karena terlalu banyak tidur
Tiga ciri keberuntungan
-Meninggalkan harta sebelum harta meninggalkannya (harta untuk amal)
-Membangun kuburan sebelum memasukinya (melakukan amal)
-Membuat ridho Tuhannya sebelum Ia menemuinya (taat Allah)
Tiga faktor pembentuk kepribadian
-Jadilah manudia paling baik di sisi Allah
-Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu (cari celah perbaikan)
-Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain (semua manusia sama)
Tiga ciri dasar orang mukmin
-Bersabar terhadap masalah
-Bersyukur atas nikmatNya
-Menerima semua ketetapan Allah (baik atau buruk)
Tiga bagian dari manusia
-Sepertiga untuk Allah
-Sepertiga untuk dirinya sendiri
-Sepertiga lainnya untuk belatung
Tiga sikap terhadap dunia
-Barang siapa melepas dunia seluruhnya, maka ia telah mengambil akherat seluruhnya
-Barang siapa mengambil dunia seluruhnya, maka ia telah melepas akherat seluruhnya
-Mencintai akherat menjadi sebab lepasnya dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab cintanya kepada akherat
Tiga benteng orang mukmin
-masjid
-berdzikir kepada Allah
-membaca Al Qur’an
Tiga hal paling baik
-hari yang paling baik adalah hari Jumat
-bulan yang paling baik adalah bulan Ramadhan
-amalan yang paling baik adalah tepatnya waktu menjalankan sholat wajib
Tiga kesenangan Rasulullah
-wangi-wangian
-istri shalihah
-ketenangan saat sholat
Tiga sandaran yang rapuh
-barang siapa yang berpegang teguh pada akalnya, niscaya akan sesat jalan hidupnya
-Barang siapa mengandalkan hartanya, berarti ia orang miskin, karena berapapun banyaknya harta ia tidak akan merasa puas dengannya
-Barang siapa yang menggantungkan kemuliaannya kepada makhluk, dia adalah orang yang terhina
Tiga buah ma’rifat
-Malu kepada Allah
-Cinta kepada Allah
-Rindu kepada Allah
Tiga tanda cinta
-Barang siapa yang mencintai Allah, maka pasti ia mencintai orang yang dicintai Allah
-Barang siapa yang mencintai orang yang dicintai Allah, maka ia mencintai sesuatu karena Allah semata
-Barang siapa yang mencintai sesuatu karena Allah semata, maka ia akan senang jika amalnya tidak diketahui orang lain
Tiga kunci
-Kunci kebaikan dunia akherat adalah takut kepada Allah
-kunci dunia adalah kenyang
-kunci akherat adalah lapar
Tiga perumpaan ibadah
-tempat pemasarannya adalah menyendiri dengan Allah
-modalnya adalah taqwa
-keuntungannya adalah surga
- Barang siapa yang mengeluhkan hidupnya, seakan-akan mengeluhkan Tuhannya
- Barang siapa bersedih karena urusan duniawi, berarti tidak puas dengan ketetapan Allah
- Barang siapa menghormati orang karena kekayaannya, sungguh lenyaplah duapertiga agamanya
Tiga resep menjadi orang yang dicintai
- Barang siapa yang menjauhi keduniawian, niscaya akan dicintai Allah
- Barang siapa yang menjauhi dosa, akan dicintai malaikat
- Barang siapa yang menanggalkan ketamakan, niscaya dicintai orang lain
Tiga hal pokok
- Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu
- Dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu
- Dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu
Tiga kepastian
- Hiduplah engkau seberapapun lamanya, namun engkau pasti akan mati
- Cintailah siapa saja yang engkau cintai, namun engkau pasti akan berpisah dengannya
- Beramalah semaumu, namun engkau pasti akan mendapatkan balasannya
Tiga kesabaran
- Sabar dalam menghadapi musibah dan kezhaliman
- Sabar dalam melaksanakan ketaatan
- Sabar dalam menjauhi kemaksiatan
Tiga nasihat
-Taatlah kepada Allah
-Jagalah lisanmu
-Jagalah makananmu
Tiga azas ilmu
-Jangan engkau mencintai dunia, karena dunia bukan tempat orang beriman
-Jangan berteman dengan setan, karena setan bukan teman orang beriman
-Jangan mengganggu seseorang, karena mengganggu bukan pekerjaan orang beriman
Tiga ciri manusia paling bahagia
-Hati yang meyakini bahwa Allah senantiasa bersamanya
-Jiwa raga yang sabar
-Sikap menerima dan tidak risau dari apa yang sudah dimiliki
Tiga penyebab kerusakan
-Karena terlalu banyak bicara
-Karena terlalu banyak makan
-Karena terlalu banyak tidur
Tiga ciri keberuntungan
-Meninggalkan harta sebelum harta meninggalkannya (harta untuk amal)
-Membangun kuburan sebelum memasukinya (melakukan amal)
-Membuat ridho Tuhannya sebelum Ia menemuinya (taat Allah)
Tiga faktor pembentuk kepribadian
-Jadilah manudia paling baik di sisi Allah
-Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu (cari celah perbaikan)
-Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain (semua manusia sama)
Tiga ciri dasar orang mukmin
-Bersabar terhadap masalah
-Bersyukur atas nikmatNya
-Menerima semua ketetapan Allah (baik atau buruk)
Tiga bagian dari manusia
-Sepertiga untuk Allah
-Sepertiga untuk dirinya sendiri
-Sepertiga lainnya untuk belatung
Tiga sikap terhadap dunia
-Barang siapa melepas dunia seluruhnya, maka ia telah mengambil akherat seluruhnya
-Barang siapa mengambil dunia seluruhnya, maka ia telah melepas akherat seluruhnya
-Mencintai akherat menjadi sebab lepasnya dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab cintanya kepada akherat
Tiga benteng orang mukmin
-masjid
-berdzikir kepada Allah
-membaca Al Qur’an
Tiga hal paling baik
-hari yang paling baik adalah hari Jumat
-bulan yang paling baik adalah bulan Ramadhan
-amalan yang paling baik adalah tepatnya waktu menjalankan sholat wajib
Tiga kesenangan Rasulullah
-wangi-wangian
-istri shalihah
-ketenangan saat sholat
Tiga sandaran yang rapuh
-barang siapa yang berpegang teguh pada akalnya, niscaya akan sesat jalan hidupnya
-Barang siapa mengandalkan hartanya, berarti ia orang miskin, karena berapapun banyaknya harta ia tidak akan merasa puas dengannya
-Barang siapa yang menggantungkan kemuliaannya kepada makhluk, dia adalah orang yang terhina
Tiga buah ma’rifat
-Malu kepada Allah
-Cinta kepada Allah
-Rindu kepada Allah
Tiga tanda cinta
-Barang siapa yang mencintai Allah, maka pasti ia mencintai orang yang dicintai Allah
-Barang siapa yang mencintai orang yang dicintai Allah, maka ia mencintai sesuatu karena Allah semata
-Barang siapa yang mencintai sesuatu karena Allah semata, maka ia akan senang jika amalnya tidak diketahui orang lain
Tiga kunci
-Kunci kebaikan dunia akherat adalah takut kepada Allah
-kunci dunia adalah kenyang
-kunci akherat adalah lapar
Tiga perumpaan ibadah
-tempat pemasarannya adalah menyendiri dengan Allah
-modalnya adalah taqwa
-keuntungannya adalah surga
nasihat santun dan bijak (1)
nasihat –nasihat ini disadur dari
bukunya Imam Nawai Al-Bantani
nasihat agar kita menjadi santun dan bijak
diambil yang terbaik dan pendek-pendek
agar mudah diingat dan diterapkan
dua hal yang sangat utama
-Iman kepada Allah
-Memberi manfaat kepada sesama muslim
Dua perumpamaan masuk kubur tanpa bekal
-Seakan mengarungi lautan tanpa perahu
-Seperti orang tenggelam meminta pertolongan
Dua kemuliaan
-Kemuliaan dunia bisa diraih dengan harta
-Kemuliaan akherat hanya bisa diraih dengan amal sholeh
Dua kesedihan
-Kesedihan dalam urusan dunia dapat menggelapkan hati
-Kesedihan dalam urusan akherat dapat menerangi hati
Dua jenis tangisan
-Barang siapa berbuat dosa, sementara dia tertawa (merasa bangga), kelak Allah akan memasukkan ke neraka dalam keadaan menangis
-Barang siapa taat kepada Allah, sementara dia menangis (takut kepada Allah), kelak Allah akan memasukkan ke surga dalam keadaan penuh kegembiraan
Dua bukti belum mengenal Allah dan dirinya sendiri
-Barang siapa yang menyangka punya penolong utama yang lebih kuat dari Allah, berarti ia belum mengenal Allah dengan baik
-Barang siapa yang menyangka punya musuh utama yang lebih kuat dari dorongan nafsunya, berarti ia belum mengenal dirinya dengan baik
Dua kerusakan
-Karena kerusakan lisan (daratan) maka menangislah manusia (karena disakiti)
-Karena kerusakan hati (lautan) maka menangislah malaikat (karena menyesalkannya)
Nafsu dan sabar
-Nafsu dapat menyebabkan pemimpin menjadi budak
-Sabar bisa menyebabkan budak menjadi raja
Dua pengendalian akal
-Berbahagialah orang yang dapat menjadikan akal sebagai raja, sedangkan nafsunya sebagai tawanan.
-Celakalah orang yang menjadikan nafsunya sebagai raja, sedangkan akalnya dijadikan tawanan.
Sumber dosa dan fitnah
-Sumber segala dosa adalah cinta dunia
-Sumber segala fitnah adalah tidak mau membayar zakat
Dua kenikmatan
-Jika engkau sudah merasakan nikmatnya dekat Allah
-Niscaya engkau dapat merasakan pahitnya jauh dari Allah
bukunya Imam Nawai Al-Bantani
nasihat agar kita menjadi santun dan bijak
diambil yang terbaik dan pendek-pendek
agar mudah diingat dan diterapkan
dua hal yang sangat utama
-Iman kepada Allah
-Memberi manfaat kepada sesama muslim
Dua perumpamaan masuk kubur tanpa bekal
-Seakan mengarungi lautan tanpa perahu
-Seperti orang tenggelam meminta pertolongan
Dua kemuliaan
-Kemuliaan dunia bisa diraih dengan harta
-Kemuliaan akherat hanya bisa diraih dengan amal sholeh
Dua kesedihan
-Kesedihan dalam urusan dunia dapat menggelapkan hati
-Kesedihan dalam urusan akherat dapat menerangi hati
Dua jenis tangisan
-Barang siapa berbuat dosa, sementara dia tertawa (merasa bangga), kelak Allah akan memasukkan ke neraka dalam keadaan menangis
-Barang siapa taat kepada Allah, sementara dia menangis (takut kepada Allah), kelak Allah akan memasukkan ke surga dalam keadaan penuh kegembiraan
Dua bukti belum mengenal Allah dan dirinya sendiri
-Barang siapa yang menyangka punya penolong utama yang lebih kuat dari Allah, berarti ia belum mengenal Allah dengan baik
-Barang siapa yang menyangka punya musuh utama yang lebih kuat dari dorongan nafsunya, berarti ia belum mengenal dirinya dengan baik
Dua kerusakan
-Karena kerusakan lisan (daratan) maka menangislah manusia (karena disakiti)
-Karena kerusakan hati (lautan) maka menangislah malaikat (karena menyesalkannya)
Nafsu dan sabar
-Nafsu dapat menyebabkan pemimpin menjadi budak
-Sabar bisa menyebabkan budak menjadi raja
Dua pengendalian akal
-Berbahagialah orang yang dapat menjadikan akal sebagai raja, sedangkan nafsunya sebagai tawanan.
-Celakalah orang yang menjadikan nafsunya sebagai raja, sedangkan akalnya dijadikan tawanan.
Sumber dosa dan fitnah
-Sumber segala dosa adalah cinta dunia
-Sumber segala fitnah adalah tidak mau membayar zakat
Dua kenikmatan
-Jika engkau sudah merasakan nikmatnya dekat Allah
-Niscaya engkau dapat merasakan pahitnya jauh dari Allah
Sabtu, 04 Juli 2009
iblispun berdoa
Tulisan ini cukup menarik, saya kutip dari maillistnya Ust Abu Sangkan, yang ditulis oleh ust. Yusdeka, bisa diambil hikmahnya,
Pengantar…
Sejak beberapa waktu belakangan ini - terutama sejak beredarnya buku-buku best sellers: The Secret, The Law of Atraction (LOA), The Quantum Ikhlas, yang kesemuanya bisa dimampatkan kedalam topik tentang serba serbi pemanfaatan the LOA – milis dzikrullah yang kita cintai ini telah kebanjiran ulasan-ulasan tentang fenomena LOA ini. Ada yang bertanya-tanya dengan penuh penasaran dan bahkan selalu ingin bertanya, ada yang menjelaskannya dengan sangat bersemangat (bravo untuk pak Adhi Susilo), ada juga yang masih terbengong-bengong mengamati serbuan informasi dan testimony dari berbagai bahan bacaan. Ada yang kemudian menyangkutnya pula dengan Plurarisme, dan sebagainya. Rame sekali…, tapi ya ndak apa-apa…, otak kita harus ramai memang biar otak kita tersebut berfungsi.
Sebelum saya ikut serta menyedekahkan fikiran saya, terlebih dahulu saya ucapkan selamat hari raya idul fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan batin buat semua peserta milis dzikrullah ini. Bagaimana kabar Abang-abang dan Uni-Uni: John Bandempo, Doddy Ide, Fajar Buana, Kobink, M Husaini, Rita Maria, Aziz Fajar, I-ONE, Sadi Harjo, Abu Robert, Mardibros, dan lain-lain. Pokoknya semua…
Marilah kita semuanya selalu menyiapkan otak kita untuk menerima informasi-informasi baru dari berbagai sumber yang telah diatur oleh Allah sedemikian rupa. Karena Allah selalu akan mengalirkan ilmu baru-Nya setiap saat melalui orang-orang yang mau menyiapkan otaknya dipakai oleh Allah untuk mengalirkan ilmu-Nya buat orang lain yang juga bersedia membuka otaknya untuk menerima ilmu tersebut.
Ilmu Allah yang diturunkan-Nya buat seluruh umat manusia ini selalu akan di update sehingga selalu pula up to date di setiap saat. Ilmu Allah tidak akan pernah obsolet. Dan Dia akan selalu mengalirkan KEBARUAN ilmu dan pemahaman disetiap nafas yang mengalir. Oleh sebab itu janganlah kita coba-coba untuk menahan aliran ilmu Allah itu dengan ilmu kita yang cetek ini. Karena pastilah kita akan keteteran. Dan anehnya, setiap kebaruan itu, berapa pun barunya, masih sangat bisa dilihat melalui ‘kacamata’ Al Qur’an.
Kalaupun kita belum mengerti dengan kebaruan ilmu itu, kita simpan dulu sebagai bahan perenungan kita untuk nanti kita tanyakan kepada Allah saat kita berduaan saja dengan Allah. Kita omongin ke Allah: “Ya Allah kok saya belum mengerti tentang ilmu yang tadi itu. Mohon tuntun ya Allah otak saya untuk bisa memahaminya, mohon ya Allah agar dada saya bisa menyerap suasana yang dimaksud oleh ilmu itu…”. Dan kemudian kita tinggal menanti saja, diam, hening, WUQUF, sampai kita dipahamkan-Nya. Insyaallah, tidak akan butuh waktu yang lama…, akan ada AHA…, OOO…, dan kita tinggal menikmatinya saja lagi…
Berbicara sedikit tentang the Law of Atraction, sebenarnya dapat dikatakan bahwa The Law of Atraction itu adalah salah satu dari sekian banyak hukum Allah yang ada dimuka bumi ini. Hukum-hukum Allah yang lain yang sudah dikenal orang misalnya adalah: Hukum Kekekalan Energi, Hukum Getaran, Hukum Polaritas, Hukum Irama, Hukum Pilihan Bebas, Hukum Aksi, Hukum Atraksi, Hukum Relativitas, Hukum Sebab Akibat, Hukum “karma”, Hukum Balas Jasa, Hukum Ketertarikan (Law of Attraction), Hukum Ganti-Rugi, Hukum Kebijaksanaan, Hukum “Reinkarnasi”, Hukum Keselarasan, Hukum Pelayanan, Hukum Kasih Tanpa Syarat, Hukum Kelimpahan, Hukum Evolusi, Hukum Kesesuaian, Hukum Gender (Yin Yang), Hukum Kesatuan, Hukum Tingkatan Keilahian, dan sebagainya… Dan anehnya semua pemahaman tentang hukum-hukum itu datangnya dari umat yang dikatakan bukan beragama islam, tapi tanpa mereka sadari mereka mampu bersikap islami (fitrah).
Sementara kita yang mengaku sebagai umat Islam ini masih saja berkutat dengan hukum-hukum dosa dan pahala, hukum neraka dan syurga. Dan untuk memahaminyapun kita masih saja menempelkan otak kita kepada tafsiran-tafsiran ulama masa lalu yang kadangkala kalau kita baca sekarang ini agak membuat kening kita berkerut marut. Otak kita berhenti di pemikiran ulama masa lalu. Begitu otak kita kita tempelkan dengan buku-buku masa lalu itu, maka otomatis kita akan berada di masa lalu pula. Otak kita tidak akan bergerak menjamah waktu sekarang, apalagi merengkuh waktu yang akan datang. Ada memang usaha kita merambah masa depan, tapi jangkauan waktunya masih sangat terlalu jauh, yaitu waktu diakhirat nanti. Jangkauan pikiran kita selalu berharap akan nikmat syurga yang nun jauh disana, sehingga hampir-hampir saja kita lupa dengan kehidupan kita saat ini. Kita jadi lupa berkarya untuk diri kita saat ini dan masa depan anak cucu kita. Kita nyaris menjadi manusia tanpa peran di zaman kita ini untuk membangun peradaban kita sendiri.
Akibatnya, jangan salahkan kalau Allah kalau Dia lalu memakai OTAK umat yang lainnya, selain Islam, untuk mengalirkan segenap ilmu-Nya yang baru sebagai bekal untuk melengkapi kebutuhan membangun peradaban umat manusia itu sendiri. Kita jadinya melongo terus dan terus melongo, atau paling banter kita masih mau menjadi pengekor saja dibelakang walau dengan agak malu-malu kucing…
IBLIS dengan LOA nya…
Suatu ketika, tatkala iblis bengong dan iri dengan bentuk Adam dihadapannya, sehingga dia tidak mau tunduk dan patuh atas perintah Allah agar dia sujud kepada Adam. Dipuncak kepenasarannya dia langsung protes menghadap kepada Allah dan menyampaikan “permintaannya” kepada Allah: Ya Rabbi, “demi Kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka kecuali hamba-hambaMu yang MUKHLISH diantara mereka (As Shaad 82-83)”. Dan…, ternyata Allah mengabulkan permintaan si iblis tersebut bahkan untuk jangka waktu sedemikian lamanya. Sampai akhir dunia ini bergerak. Kiamat.
Lalu apanya yang aneh dengan The Law of Attraction itu ??. Wong iblis saja yang notabene tidak patuh kepada Allah, namun permintaannya, do’anya, kenginannya tetap saja dikabulkan oleh Allah. Ndak aneh toh LOA itu, karena ini hanyalah kata lain dari proses pengkabulan atas apa-apa yang kita pikirkan atau inginkan?.
Begitu juga dengan do’a-do’a jutaan manusia lainnya. Allah akan kabulkan do’a itu selama si manusia itu YAKIN bahwa do’anya akan dikabulkan oleh “SESUATU” yang melampaui dirinya sendiri. Artinya saat berdo’a itu si manusia berada dalam kesadaran atas ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mendapatkan apa-apa yang dia inginkan itu. Bahwa dia yakin atas adanya “aktivitas lain” yang akan mengantarkan apa-apa yang dia inginkan itu kepadanya. Hatta dalam memahami akan hakekat dari sesuatu itu umat manusia itu masih tersasar-sasar kemana-mana (belum tepat menghadap ke Wajah-Nya), namun Allah akan tetap saja mengabulkan doanya tanpa pandang bulu. Itulah kehebatan Allah yang tiada tandingannya…!. Karena Allah memang sudah menyatakan dengan tegas bahwa: ud’uni astajib lakum..., fadzkuruni adzkurkum..., terjemahan bebasnya: ”Berdoalah kepada-Ku, pasti Ku kabulkan, Ingatlah Aku dengan ingatanmu yang bagaimanapun juga, Akupun akan balas ingat kamu itu seperti ingatmu kepada-Ku itu”.
Malah rasanya sangat aneh kalau kita yang mengaku-ngaku sebagai umat Islam ini, jarang sekali kalau tidak mau dikatakan tidak pernah merasa yakin atas pengkabulan do’a-do’a yang kita lantunkan sehari-hari saat ini juga. Ya salah kita sendiri toh …?. Nggak YAKIN (IMAN) sih…!. NGGAK IMAN itu kan bahasa lain dari KAFIR ya ??. Atau paling tidak kita ragu-ragu terhadap Allah. RAGU-RAGU itu kan nama lain dari MUNAFIK ya nggak..?. He he he kok kaget …?
Penyebab keraguan kita itu apa ?...
Pertama, kita ragu-ragu terus atas pengkabulan Tuhan terhadap do’a-do’a yang kita lantunkan karena memang ada ilmunya yang terus kita pelihara. ILMU RAGU-RAGU. Dikabulkan Allah nggak sih do’a saya ini?. Atau baik nggak sih apa yang saya do’akan ini bagi saya?. Ditambah lagi dengan adanya ajaran yang disampaikan kepada kita selama ini bahwa kalau Allah tidak atau belum mengabulkan do’a kita didunia ini, maka kita diminta untuk yakin bahwa barangkali do’a kita itu memang tidak baik untuk kita nikmati di dunia ini, dan pastilah permintaan kta itu akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik di AKHIRAT kelak. Sehingga akhirnya dalam setiap do’a kita, muncul sedikit keraguan didalam diri kita atas pengkabulannya oleh Allah. Dikabulkan Allah nggak ya??.
Padahal begitu kita ragu, maka Allah pasti akan ragu pula dengan kita. Itulah sebabnya Allah di panggil juga dengan panggilan Al Mukmin. Dzat Yang Maha Yakin. Dzat Yang Tidak Boleh Diragukan Atas Keberadaan-Nya dan Atas Aktivitas Pengkabulan-Nya. Dan…, begitu kita berada dalam posisi YAKIN PENUH kepada Allah, YAKIN PENUH akan pengkabulan Allah atas do’a-do’a kita, maka kita juga akan di panggil oleh Allah sebagai Mukminin, Si Yakin.
Jadi begitu kita datangi Allah dengan rasa ingat (dzikir) kita dalam posisi sebagai si YAKIN, si MUKMIN, maka Allah akan menyambut rasa ingat kita itu dengan Rasa Ingat-Nya (Dzikir-Nya) sebagai AL MUKMIN, SANG MAHA YAKIN. Tegasnya, tugas kita ini sederhana saja sebenarnya, yaitu datangilah Allah dengan rasa ingat kita sebagai Mukminin, Si Yakin. Itu saja kok. Titik.
Dan selanjutnya adalah AKTIVITAS ALLAH. Maka seketika itu juga Allah akan menyambut rasa ingat kita itu dengan Rasa Ingat-Nya sebagai Al Mukmin, Sang Maha Yakin. Itu pasti. Dan kita tidak usah pikirkan bagaimana cara Allah menyambut rasa ingat kita itu dengan Rasa Ingat-Nya. Ini adalah hak Prerogatif Allah.
Jadi…, fadzkuruni..., datangilah Allah dengan rasa ingat kita sebagai Mukminin, Si Yakin, maka adzkurkum..., Allah akan mendatangi kita pula dengan Rasa Ingat-Nya sebagai Al Mukmin, Sang Maha Yakin.
Ssst…, let me tell you, sebenarnya Rasa Ingat Allah itu jauh melampau rasa ingat kita kepada-Nya. Saat kita datangi Allah dengan rasa ingat kita walau hanya sejengkal, maka Allah akan menyambutnya dengan Rasa Ingat-Nya dengan sehasta. Saat kita berjalan membawa rasa ingat kita kepada-Nya, maka Dia akan berlari membawa Rasa Ingat-Nya kepada kita. Artinya, sebenarnya (hakikinya) rasa ingat kita kepada-Nya itu adalah DITAROK, DISUSUPKAN, DIALIRKAN oleh Allah sendiri kedalam DADA kita. Dan aliran itu tidak akan pernah berhenti kalau kita tidak menghentikannya dengan penghalang-penghalang (HIJAB) yang kita buat sendiri. Lain kali akan kita bahas tentang hijab-hijab ini.
Kedua, kita tidak pernah Fokus serta Detail dalam berdo’a kepada Allah. Do’a kita begitu UMUM. Misalnya, kita minta kebaikan didunia ini, dan kebaikan pula diakhirat kelak, tanpa pernah kita detailkan kebaikan dunia macam apa yang kita inginkan itu. Barangkali Allah sendiripun “bertanya-tanya” atas doa-doa kita itu:
“Kau ini minta apa sebenarnya wahai hamba-Ku??. Ayo perjelas, ayo detailkan do’amu itu tentang wujud, jumlah dan kapan waktu dibutuhkan atas apa yang kau do’akan itu. Akulah yang akan mengabulkan do’amu itu. Aku akan kirim Keadaan (Hal), Orang-Orang, Situasi-Situasi, Peristiwa-Peristiwa, Kesempatan-Kesempatan yang harus kau amati dan tangkap terus disetiap saat. Karena dengan cara itulah Aku akan mengabulkan do’amu itu”.
Dan tidak jarang pula do’a kita itu begitu panjangnya sampai-sampai kita sendiri jadi bengong, bahwa sebenarnya yang kita inginkan dan mintakan kepada Allah itu itu apa sih?.
Catatan kecil:
Alhamdulillah bulan puasa kemaren ini (1428 H) saya umroh di 10 hari terakhir ramadhan. Do’a imam dalam witir dimalam 27 ramadhan begitu panjangnya. Dan banyak pula makmum yang menangis mengamininya, terutama saat imam juga menangis dalam berdo’a itu. Sepuluh tahun yang lalu, saat saya umroh ramadhan sebulan penuh, saya masih bisa menangis pula saat mendengarkan imam menangis dalam berdo’a. Tapi kemaren itu kok saya nggak bisa menangis lagi saat mendengarkan imam menangis dalam berdo’a itu ya ?. Pada saatnya nanti akan saya tulis juga sedikit pengalaman saya dalam berumroh ramadhan ini. Karena didalamnya ada suasana Mengupas Dinding Ka’bah; bermihrab di Gua Hiro (malam 27 Ramadhan); Pengajaran “Ana khairuminhu”; Didudukkan Dipinggiran Raudah; Shalawat (bukan) di makam Nabi; Deer di 1 Syawal 1428 H; Apa yang kau kejar wahai hamba-hamba-Ku?; Inikah peradaban Islam yang diinginkan Allah?.
Ketiga, kita jarang sekali menyerahkan, mendekatkan, menghantarkan (QURBAN) muatan atau suasana isi do’a kita itu kepada Allah. Kita jarang sekali merentangkan tangan kita untuk menghantarkan muatan do’a kita kepada Allah sampai isi dari do’a kita itu berpindah dari tangan kita ke tangan Allah. Padahal saat itu kita sedang meminta sesuatu kepada-Nya. Sebenarnya saat itu kita sedang menyerahkan sesuatu kepada Allah. “Ini do’a saya ya Allah…”. Tinggal kita Berikan…!, berikan…!, berikan…!, sampai tangan dan dada kita, tidak digandoli lagi oleh muatan do’a kita itu.
Keempat, Begitu selesai berdo’a kita jarang sekali merasakan kebahagiaan, hampir tidak pernah dada kita ini menjadi lapang, luas dan ringan setelah kita berdo’a itu. Kita belum bisa merasakan bahwa saat itu juga do’a kita itu sebenarnya sudah dikabulkan Allah. Karena bagi Allah tidak ada pembagian waktu seperti waktu kita. Bagi Allah tidak ada waktu lalu, waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Yang ada adalah SAAT INI. Sehingga kita tidak pernah menyiapkan otak dan dada kita untuk merasakan sudah terkabulnya do’a kita itu. Sehingga kitapun tidak pernah benar-benar bersyukur kepada Allah setelah kita menyampaikan do’a kita itu kepada Allah. Kita tidak pernah berterima kasih dengan tulus kepada Allah setelah berdo’a. Kita selalu hanya mau berterima kasih setelah do’a kita itu terwujud didepan mata kita. Kita seakan-akan tidak akan pernah menghantarkan rasa terima kasih kita kepada Allah kalau isi do’a kita itu belum dikabulkan oleh Allah. Selanjutnya kita malah sibuk mengatur PIKIRAN ALLAH dalam mengabulkan do’a kita itu. Kita tidak mau IQRA’, membaca PIKIRAN ALLAH. Duh…, betapa sombongnya kita ini memang.
Mau coba…?.
Nah…, agar kita umat islam ini tidak penasaran terus, atau siapapun juga sebenarnya boleh melakukannya, cobalah proses berdo’a berikut ini dengan rileks.
Duduklah dengan tenang dan rileks. Boleh bersimpuh ataupun bersila, atau berdiripun boleh juga:
• MENGHADAPLAH ke WAJAH ALLAH…, atau keliru-keliru sedikit maupun banyak sekalipun dalam memahami Wajah Allah ini tidak masalah yang besar kalau hanya sekedar untuk berdo’a meminta sesuatu seperti ini. Mau menghadap ke alam kek, mau mengarah ke semesta kek, mau dzikir ke pikiran universal kek, mau mi’raj ke pikiran bahwah sadar kek, disini nggak ada masalah sedikitpun.
Cuma bagi siapapun yang mau meningkatkan kesadarannya, ingatlah bahwa: saat itu juga sebenarnya Allah tengah mewanti-wanti dan berkata dengan TEGAS kepada kita: “Wahai Hamba-Ku, semua yang kau sebut itu tadi sebenarnya adalah milik-Ku, maka seyogyanya hanya kepada Aku sajalah kau seharus menghadap. Demi kebaikanmu, jangan keliru sedikitpun juga wahai Hamba-Ku…!.
• MENCIPTA DO’A: Mulailah membuat sebuah do’a yang detail. Pikirkan bentuk dari apa yang kita do’akan itu, misalnya sebuah rumah. Visualkan, berapa ruangannya, bagaimana tata letaknya, kemudian buat gambarnya dalam sebuah kertas lengkap dengan taman, instalasi air dan listriknya. Jadi visualkan, perjelas dan detailkan HASIL AKHIR yang kita inginkan.
• MEMINTA, QURBAN: Setelah detail, angkat tangan kita seperti berdo’a, rasakan dikedua telapak tangan kita muatan doa itu mengalir dan menggumpal. Angkat terus tangan kita itu keatas dan dan lepaskanlah isi muatan doa’ kita itu dari telapak tangan kita menuju ke ketidakterbatasan (bagi yang ingin meningkatkan kesadarannya serahkanlah muatan do’a itu kepada PEMILIK Ketidakterbatasan itu). Penyerahan itu SEKALI saja cukup.
• IMAN, YAKIN: Untuk masalah iman atau yakin ini, dengan hanya sekedar memotivasi (memaksa) diri kita bahwa apa yang kita inginkan itu Sudah dikabulkan dan Sudah menjadi milik kita saja sudah cukup sebenarnya. Percaya seperti ini bisa dimiliki oleh siapun juga. Orang yang tidak beragamapun bisa mendapatkan keyakinan akan adanya proses pengkabulan do’a ini. Sebab implikasi dari iman seperti ini tidaklah terlalu besar sebenarnya. Inilah yang disebut dengan pikiran iman. Iman yang dipikir-pikir, iman yang dikira-kira.
Akan tetapi ada iman atau yakin yang datangnya langsung dari Allah. Iman itu dialirkan, dicurahkan, ditarok langsung oleh Allah kedalam dada kita. Dada kita bergetar, otak kita berosilasi, seluruh jaringan otot, syaraf, kelenjer-kelenjer hormon kita bergerak menuju keharmonisan iman. Iman yang seperti ini disebut juga dengan rasa iman yang ditarok Allah. Dan implikasinya sangatlah besar. Karena dalam iman seperti akan ada penghormatan, akan ada penghambaan, akan ada penyembahan, akan ada ketersungkuran, akan ada kepatuhan, akan ada pemujaan dan pemujian, akan ada rukuk dan sujud, akan ada persaksian (syahadah) kedapa Wujud-Nya. Allah…!. Dan disinilah sebenarnya ketinggian ajaran islam dibandingkan dengan ajaran-ajaran lainnya. Untuk ini akan kita bahas lagi nanti.
• BERSYUKUR: begitu kita yakin bahwa do’a kita itu sudah dikabulkan oleh Allah, SEGERALAH bersyukur kepada-Nya saat itu juga. Ungkapkanlah rasa syukur itu tidak hanya dalam bentuk ucapan lisan kita saja, tapi juga dalam bentuk kegiatan memberi kepada seseorang atau organisasi yang sedang membutuhkan bantuan kita. Karena memberi adalah bentuk rasa syukur yang paling tinggi. Karena sebenarnya kita diutus oleh Allah untuk turun kedua ini adalah untuk memberi kepada orang lain, bukan hanya untuk diri kita. Masalah memberi ini akan dibahas pula dilain waktu.
• MENERIMA: Setelah kita yakin bahwa apa yang kita do’akan itu dikabulkan oleh Allah, bentuk rasa syukur yang lainnya adalah menyiapkan diri kita untuk menerima pengkabulan do’a kita itu. Dalam proses menerima ini ada rasa senang, rasa bahagia, rasa ringan. Setiap kita memandang kembali detail rencana kita itu, rasa bahagia itu terus mengalir. Wajah kita akan cerah. Orang-orang akan senang melihat wajah kita, bergaul dengan kita, dan bekerjasama dengan kita. Kalau sudah begini, maka kita tinggal Iqra saja lagi. Karena aktifitas berikutnya adalah Aktivitas Allah.
• IQRA’: MEMBACA dan MELAKSANA. Selanjutanya Allah punya Mekanisme Sendiri dalam mengabulkan do’a kita itu. Kita tinggal membaca PIKIRAN TUHAN (MAKAR TUHAN). Untuk pengkabulan do’a kita itu Dia akan buatkan: Keadaan-keadaan (Hal), Orang-Orang, Situasi-Situasi, Peristiwa-Peristiwa, Kesempatan-Kesempatan secara silih berganti. Nah tugas kita selanjutnya hanyalah menyesuaikan tindakan kita dengan Pikiran Tuhan itu.
Ya…, Tuhanlah yang SIBUK mengabulkan do’a kita itu. Karena memang Dialah Sang Pengabul Do’a. Kita hanyalah masuk dan bergerak dari satu keadaan kekeadaan lain, dari satu orang ke orang yang lain, dari suatu situasi, peristiwa, dan kesempatan ke situasi, peristiwa, dan kesempatan yang lainnya. Kita jalani saja semua Pikiran Tuhan itu dengan rasa gembira dan rasa terima kasih kita kepada-Nya. Sampai pada saat yang tepat menurut Pikiran Allah, AHA…, tiba-tiba saja Do’a kita itupun sudah berwujud di depan kita. Setelah itu terserah kita saja, mau kita isi muatan do’a kita itu dengan hal yang baik atapun yang buruk, terserah kita saja. Nanti toh kita sendiri juga yang akan menuai hasilnya, baik ataupun buruk… Selamat mencoba…
Setelah itu apa…?.
Jadi kalau hanya sampai pada pengkabulan do’a seperti yang selalu diinformasikan sedemikian banyak orang dalam mempromosikan LOA yang sangat booming dipenjuru dunia saat ini, maka semua itu hanyalah sebuah keniscayaan saja. Ya…, itu adalah hal yang lumrah saja. Karena LOA itu memang sedang mencoba bermain diwilayah ke MahaRahmanan dan MahaRahiman Allah yang menjangkau seluruh alam semesta berserta segala isinya. Dan media yang dilalui untuk proses LOA itu adalah Wilayah GETARAN…
Saya jadi ingat pada pesan Pak Haji Slamet Utomo beberapa tahun yang lalu, saat saya dengan beberapa orang teman sedang di gembleng oleh Beliau di kegelapan malam Bumi perkemahan Cibubur. Ditengah-tengah latihan, beliau berhenti sebentar dan mengumpulkan kami.
“Apa kalian kira orang spiritual itu tidak bisa apa-apa?”, kata Beliau membuka obrolan.
“Maksud Pak Haji bagaimana??”, kata salah seorang dari kami untuk minta penjelasan.
“Patrap Satu itu adalah wilayah kesaktian, wilayah permintaan, wilayah pengkabulan do’a, wilayah keramaian manusia. Kalian minta apapun, pasti akan dijawab oleh Allah, pasti akan dikabulkan oleh Allah. Saya selama ini tidak membiarkan kalian berhenti diwilayah ini, karena saya khawatir kalian akan terlena diwilayah ini. Saya tidak ingin kalian akan dibuat sibuk oleh wilayah keramaian ini. Karena memang wilayah keramaian ini sangatlah mengasyikkan dan memabokkan. Selama ini dengan bersusah payah kalian saya ajak melewati wilayah Patrap Satu itu, masuk ke wilayah Patrap Kedua (Wilayah Pengembalian), dan bahkan sudah berkali-kali pula kalian kuajak duduk bersama-sama di wilayah Patrap Ketiga (Wilayah Berserah Mengikuti Dzat)”, kata beliau sambil berhenti sejenak.
“ ___”, kami hanya diam dan hening saja menunggu wejangan Beliau selanjutnya…
“Saya sudah mengenalkan Allah kepada kalian sampai “Ntek”. Sehingga kalian sekarang sudah tahu rumahmu yang sebenarnya, yaitu Disisi Allah. Saya menjadi lega sekarang, karena tugas saya sudah selesai”, kata Beliau lirih.
Tiba-tiba saja rasa haru yang sangat pekat menyelimuti dada saya, menyelimuti mata saya, menyelimuti pikiran saya. Sepatah kata yang menggema di hati saya waktu itu hanyalah satu, yaitu ALLAH…!, yang gemanya begitu dahsyat memenuhi rongga alam semesta yang lengang dan hening.
Beberapa lama berselang, Beliau melanjutkan kembali obrolan Beliau dengan kami.
“Nah…, sekarang kalian cobalah menyampaikan kehendak kalian. Pak Yusdeka coba minta kepada Allah pakerti Gubernur Jendral Deandles”, pinta Beliau
Tidak berapa lama kemudian lidah saya seperti bisa mengucapkan beberapa kalimat berbahasa Belanda yang tidak saya mengerti. Tapi saya tetap sadar.
“Sudah”, kata beliau lembut beberapa saat kemudian.
Dan anehnya semua itu bisa saya hentikan seketika tanpa ada kesulitan sedikitpun.
“Bagi yang lain, coba kalian minta kepada Allah pakerti si A, si B, dan seterusnya”, minta Beliau kepada beberapa orang teman saya yang lain yang hadir saat itu. Lalu ramailah bumi perkemahan Cibubur ketika itu untuk beberapa saat.
Berhubung waktu itu akan ada pemilu untuk pemilihan Presiden, saat itu masih ada nama Amin Rais dan sebagainya (sebelum Pemilu Tahap 1), Beliau minta kepada kami agar kami minta ditunjukkan oleh Allah siapa yang akan jadi Presiden yang akan datang.
“Ayo kalian minta diberitahu oleh Allah siapa yang akan menang dalam Pemilu Presiden yang akan datang” kata Beliau sambil tersenyum.
Lalu ada yang melihat Amin Rais mendahului calon-calon yang lain seperti dalam sebuah perlombaan. Lalu Amin Rais seperti didahului oleh Megawati. Dan SBY menguntit di belakang dengan ketat.
“Teruskan pengamatanmu”, kata pak Haji…
Sampai beberapa lama kemudian ada diantara kami yang nyletuk: “SBY pak Haji…”
Mendengar itu, Beliau hanya berguman dan berkata, “ya itu…”. Dan sejarahpun berbicara bahwa memang SBY lah yang naik menjadi Presiden RI sampai sekarang.
Lalu malam itu kami lewati dengan berbagai wejangan Beliau lainnya yang sangat bermanfaat.
“Sekali-sekali kalian sekarang boleh turun dan bermain-main dengan berbagai fenomena menarik diwilayah Patrap Satu itu. Itu gunanya sebagai pembuktian buat kalian bahwa kalian itu punya Tuhan yang sangat penyayang kepada kalian, tapi tetaplah ingat bahwa rumahmu bukan disitu. Rumahmu yang sebenarnya adalah diwilayah keberserahan kepada Kehendak Dzat”, kata Beliau menutup wejangan Beliau dimalam itu…
Jadi Bagaimana…?
Ya ndak gimana-gimana. LOA itu ternyata memang hanyalah secuil dari cara Allah dalam mengenalkan Diri-Nya kepada umat manusia agar manusia itu sendiri mau menyembah-Nya. Dan LOA itu sendiripun sudah berumur sangat tua sekali. Bahkan Iblispun ternyata sudah memakainya untuk mendapatkan kekuatannya agar dia tetap bisa sombong dan angkuh kepada Adam dan keturunannya.
Bagi yang sudah mendalami dan melatih Patrap, maka nenurut pemahaman saya, LOA itu masih bermain diwilayah Patrap Satu dibagian-bagian awalnya, karena kalau Wilayah Patrap Satu itu dijalani secara keseluruhan, pastilah akan mendudukan kita ke suasana yang lebih dari hanya sekedar pengkabulan-pengakabulan seperti itu. Karena memang sudah seharusnyalah pada setiap pengkabulan atas apa-apa yang kita inginkan itu akan menyeret kita untuk menyungkur rukuk dan sujud kepada Allah Sang Pengabul Permintaan.
Wilayah Patrap Satu ini akan:
Menghasilkan rasa mencintai Allah,
Menghasilkan rasa ikut (melok) Allah, berserah atas kehendak Allah
Memuji, bertasbih, mengagungkan Allah (muncul sendiri dari dalam jiwa)
Mengembalikan “wujud” diri kepada Allah, berserah diri…
Diujung wilayah Patrap Satu ini secara mengejutkan kita akan masuk ke wilayah Patrap Kedua. Wilayah dimana kita akan dibawa kesuasana kesadaran:
Memuja Allah:
Ya Allah, Engkau yang memiliki segala sesuatu, Engkau yang menguasai sesuatu. Kekuatan, keperkasaan, kekuasaan-Mu melebihi jagad raya. Ya Allah wujudku bentuk Qudrat-Mu, bentuk kekuasaan-Mu Yang Dahsyat
Kesadaran Roh:
Ya Allah rohku adalah Min-Ruhi, milik-Mu, berasal dari-Mu, atas kehendak-Mu kembali kepada Engkau ya Allah, dengan pertanda nafasku, masuk dan keluarnya nafasku karena Engkau, yang menyebabkan badanku hidup dan bergerak.
Timbul kesadaran rohani:
Penglihatan kembali kepada Allah, kekuasaan kembali kepada Allah, kekuatan kembali kepada Allah, kepandaian kembali kepada Allah, semua yang ada dalam diri kembali kepada Allah
(Pandanglah jagad raya sebagai tanda kekuasaan Allah, jangan pandang batinmu – dirimu).
Rohku adalah dari Allah, milik Engkau Ya Allah, Atas kehendak Engkau Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun
Qodrat Allah menghadap Allah
Min-Ruhi menghadap Allah
Rasa Ingat menghadap Allah
Dan diujung Patrap Kedua ini kita akan ditarik untuk masuk ke wilayah Patrap Ketiga:
Kesadaran Universal:
Menyadari (Ihsan) bahwa Dia Maha Meliputi Segala Sesuatu. Wujud kita bergantung dan diliputi oleh gerak yang tidak bisa kita tahan, bermula dari kecil menjadi besar, tua lalu mati. Juga terhadap tanaman pisang, bumi, matagari, alam semesta berada dalam SATU gerak yang Hidup
Kesadaran Aku:
Semua wajah, penglihatan kembalikan,
Yang melihat, mendengar adalah yang bergerak itu
Hilangkan diri kita
Yang bergerak itu hidup yang sejati
Hidup itu sifat Allah
Hidup itu punya kehendak
Hidup itu punya kemauan
Hidup itu punya diri
Yaitu AKU
Bersabda melakukan sesuatu melalui AKUNYA
AKU yang Tahu
Yang Maha Mengetahui (rahasia)
Maka sembahlah diri-Nya dengan kesempurnaan-Nya
Inna shalati wanusuki wamahyaaya wamamati lillahi rabbul ‘alamin;
Berserah mengikuti kemauan Zat:
Pandanglah jagad raya sebagai tanda kekuasaan Allah, jangan pandang batinmu – dirimu.
Pandanglah alam semesta,
perhatikan yang menggerakkan alam semesta itu
Wajahmu kembalikan kepada Yang Satu (Esa)
Letakkan pada Yang Meliputi
Penutup
Semua kalimat-kalimat dalam uraian patrap satu sampai ketiga diatas tidak akan pernah bisa mewakili keadaan yang sebenarnya. Karena Patrap Kesatu sampai Ketiga itu adalah sebuah laku, sebuah praktek yang hanya bisa dipahami melalui praktek langsung. Bagi yang tidak punya kesempatan untuk melakukannya, maka paling tidak lakukan sajalah praktek seperti yang sudah diajarkan oleh Ustad Abu Sangkan dalam buku Beliau “Pelatihan Shalat Khusyu…”, dan pelatihan-pelatihan yang telah Beliau kembangkan melalui Pelatihan umum diberbagai daerah dan juga melalui beberapa kali TOT di Jakarta…
Sebagai penutup, pada sekitar bulan April 2007 yang lalu saya mengunjungi Pak Haji Slamet Utomo di Banyuwangi dan mendapatkan sebuah wejangan Posisi Patrap Ketiga sbb:
SANG ADA
Kuperhatikan Sang Ada, yang ada kosong
Cahaya terang yang hidup, Sang Maha Tahu
“SANG AKU”
Awal kejadian
Dari satu berkaitan satu
SANG AKU amat sibuk
Mengatur Semesta, mengatur semua Makhluk
Uraikan, lepaskan
Aku berselimut cinta, berselimut ilmu
Gapailah ilmu sampai Ma’rifat
Tapi tinggalkan
Masuklah kepintu SANG AKU yang sibuk
Ma’rifat bukan Tuhan
Letakkan dalam SANG MUHITH
Itu bukan sifat, tapi Dzat Sang Penghidupan
Aku Pepadang
Sang Maha Tahu “AINILLAHA”, Alif Lam Mim
Yang punya sir
Yang punya kehendak Sang Ahad
Sang Penggerak tumbuh hidup
Aku tak mau Merampas kehidupan-NYA
Biarlah aku berserah untuk tiada
Berada dalam diam dalam tiada
Diam…., diam….., diam….
Banyuwangi, 27 April 2003
H. SLAMET OETOMO
Wassalam
Deka
Jalan Kabel no 16, Cilegon, Banten.
Hari 19, bulan 10, tahun 2007
Pengantar…
Sejak beberapa waktu belakangan ini - terutama sejak beredarnya buku-buku best sellers: The Secret, The Law of Atraction (LOA), The Quantum Ikhlas, yang kesemuanya bisa dimampatkan kedalam topik tentang serba serbi pemanfaatan the LOA – milis dzikrullah yang kita cintai ini telah kebanjiran ulasan-ulasan tentang fenomena LOA ini. Ada yang bertanya-tanya dengan penuh penasaran dan bahkan selalu ingin bertanya, ada yang menjelaskannya dengan sangat bersemangat (bravo untuk pak Adhi Susilo), ada juga yang masih terbengong-bengong mengamati serbuan informasi dan testimony dari berbagai bahan bacaan. Ada yang kemudian menyangkutnya pula dengan Plurarisme, dan sebagainya. Rame sekali…, tapi ya ndak apa-apa…, otak kita harus ramai memang biar otak kita tersebut berfungsi.
Sebelum saya ikut serta menyedekahkan fikiran saya, terlebih dahulu saya ucapkan selamat hari raya idul fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan batin buat semua peserta milis dzikrullah ini. Bagaimana kabar Abang-abang dan Uni-Uni: John Bandempo, Doddy Ide, Fajar Buana, Kobink, M Husaini, Rita Maria, Aziz Fajar, I-ONE, Sadi Harjo, Abu Robert, Mardibros, dan lain-lain. Pokoknya semua…
Marilah kita semuanya selalu menyiapkan otak kita untuk menerima informasi-informasi baru dari berbagai sumber yang telah diatur oleh Allah sedemikian rupa. Karena Allah selalu akan mengalirkan ilmu baru-Nya setiap saat melalui orang-orang yang mau menyiapkan otaknya dipakai oleh Allah untuk mengalirkan ilmu-Nya buat orang lain yang juga bersedia membuka otaknya untuk menerima ilmu tersebut.
Ilmu Allah yang diturunkan-Nya buat seluruh umat manusia ini selalu akan di update sehingga selalu pula up to date di setiap saat. Ilmu Allah tidak akan pernah obsolet. Dan Dia akan selalu mengalirkan KEBARUAN ilmu dan pemahaman disetiap nafas yang mengalir. Oleh sebab itu janganlah kita coba-coba untuk menahan aliran ilmu Allah itu dengan ilmu kita yang cetek ini. Karena pastilah kita akan keteteran. Dan anehnya, setiap kebaruan itu, berapa pun barunya, masih sangat bisa dilihat melalui ‘kacamata’ Al Qur’an.
Kalaupun kita belum mengerti dengan kebaruan ilmu itu, kita simpan dulu sebagai bahan perenungan kita untuk nanti kita tanyakan kepada Allah saat kita berduaan saja dengan Allah. Kita omongin ke Allah: “Ya Allah kok saya belum mengerti tentang ilmu yang tadi itu. Mohon tuntun ya Allah otak saya untuk bisa memahaminya, mohon ya Allah agar dada saya bisa menyerap suasana yang dimaksud oleh ilmu itu…”. Dan kemudian kita tinggal menanti saja, diam, hening, WUQUF, sampai kita dipahamkan-Nya. Insyaallah, tidak akan butuh waktu yang lama…, akan ada AHA…, OOO…, dan kita tinggal menikmatinya saja lagi…
Berbicara sedikit tentang the Law of Atraction, sebenarnya dapat dikatakan bahwa The Law of Atraction itu adalah salah satu dari sekian banyak hukum Allah yang ada dimuka bumi ini. Hukum-hukum Allah yang lain yang sudah dikenal orang misalnya adalah: Hukum Kekekalan Energi, Hukum Getaran, Hukum Polaritas, Hukum Irama, Hukum Pilihan Bebas, Hukum Aksi, Hukum Atraksi, Hukum Relativitas, Hukum Sebab Akibat, Hukum “karma”, Hukum Balas Jasa, Hukum Ketertarikan (Law of Attraction), Hukum Ganti-Rugi, Hukum Kebijaksanaan, Hukum “Reinkarnasi”, Hukum Keselarasan, Hukum Pelayanan, Hukum Kasih Tanpa Syarat, Hukum Kelimpahan, Hukum Evolusi, Hukum Kesesuaian, Hukum Gender (Yin Yang), Hukum Kesatuan, Hukum Tingkatan Keilahian, dan sebagainya… Dan anehnya semua pemahaman tentang hukum-hukum itu datangnya dari umat yang dikatakan bukan beragama islam, tapi tanpa mereka sadari mereka mampu bersikap islami (fitrah).
Sementara kita yang mengaku sebagai umat Islam ini masih saja berkutat dengan hukum-hukum dosa dan pahala, hukum neraka dan syurga. Dan untuk memahaminyapun kita masih saja menempelkan otak kita kepada tafsiran-tafsiran ulama masa lalu yang kadangkala kalau kita baca sekarang ini agak membuat kening kita berkerut marut. Otak kita berhenti di pemikiran ulama masa lalu. Begitu otak kita kita tempelkan dengan buku-buku masa lalu itu, maka otomatis kita akan berada di masa lalu pula. Otak kita tidak akan bergerak menjamah waktu sekarang, apalagi merengkuh waktu yang akan datang. Ada memang usaha kita merambah masa depan, tapi jangkauan waktunya masih sangat terlalu jauh, yaitu waktu diakhirat nanti. Jangkauan pikiran kita selalu berharap akan nikmat syurga yang nun jauh disana, sehingga hampir-hampir saja kita lupa dengan kehidupan kita saat ini. Kita jadi lupa berkarya untuk diri kita saat ini dan masa depan anak cucu kita. Kita nyaris menjadi manusia tanpa peran di zaman kita ini untuk membangun peradaban kita sendiri.
Akibatnya, jangan salahkan kalau Allah kalau Dia lalu memakai OTAK umat yang lainnya, selain Islam, untuk mengalirkan segenap ilmu-Nya yang baru sebagai bekal untuk melengkapi kebutuhan membangun peradaban umat manusia itu sendiri. Kita jadinya melongo terus dan terus melongo, atau paling banter kita masih mau menjadi pengekor saja dibelakang walau dengan agak malu-malu kucing…
IBLIS dengan LOA nya…
Suatu ketika, tatkala iblis bengong dan iri dengan bentuk Adam dihadapannya, sehingga dia tidak mau tunduk dan patuh atas perintah Allah agar dia sujud kepada Adam. Dipuncak kepenasarannya dia langsung protes menghadap kepada Allah dan menyampaikan “permintaannya” kepada Allah: Ya Rabbi, “demi Kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka kecuali hamba-hambaMu yang MUKHLISH diantara mereka (As Shaad 82-83)”. Dan…, ternyata Allah mengabulkan permintaan si iblis tersebut bahkan untuk jangka waktu sedemikian lamanya. Sampai akhir dunia ini bergerak. Kiamat.
Lalu apanya yang aneh dengan The Law of Attraction itu ??. Wong iblis saja yang notabene tidak patuh kepada Allah, namun permintaannya, do’anya, kenginannya tetap saja dikabulkan oleh Allah. Ndak aneh toh LOA itu, karena ini hanyalah kata lain dari proses pengkabulan atas apa-apa yang kita pikirkan atau inginkan?.
Begitu juga dengan do’a-do’a jutaan manusia lainnya. Allah akan kabulkan do’a itu selama si manusia itu YAKIN bahwa do’anya akan dikabulkan oleh “SESUATU” yang melampaui dirinya sendiri. Artinya saat berdo’a itu si manusia berada dalam kesadaran atas ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mendapatkan apa-apa yang dia inginkan itu. Bahwa dia yakin atas adanya “aktivitas lain” yang akan mengantarkan apa-apa yang dia inginkan itu kepadanya. Hatta dalam memahami akan hakekat dari sesuatu itu umat manusia itu masih tersasar-sasar kemana-mana (belum tepat menghadap ke Wajah-Nya), namun Allah akan tetap saja mengabulkan doanya tanpa pandang bulu. Itulah kehebatan Allah yang tiada tandingannya…!. Karena Allah memang sudah menyatakan dengan tegas bahwa: ud’uni astajib lakum..., fadzkuruni adzkurkum..., terjemahan bebasnya: ”Berdoalah kepada-Ku, pasti Ku kabulkan, Ingatlah Aku dengan ingatanmu yang bagaimanapun juga, Akupun akan balas ingat kamu itu seperti ingatmu kepada-Ku itu”.
Malah rasanya sangat aneh kalau kita yang mengaku-ngaku sebagai umat Islam ini, jarang sekali kalau tidak mau dikatakan tidak pernah merasa yakin atas pengkabulan do’a-do’a yang kita lantunkan sehari-hari saat ini juga. Ya salah kita sendiri toh …?. Nggak YAKIN (IMAN) sih…!. NGGAK IMAN itu kan bahasa lain dari KAFIR ya ??. Atau paling tidak kita ragu-ragu terhadap Allah. RAGU-RAGU itu kan nama lain dari MUNAFIK ya nggak..?. He he he kok kaget …?
Penyebab keraguan kita itu apa ?...
Pertama, kita ragu-ragu terus atas pengkabulan Tuhan terhadap do’a-do’a yang kita lantunkan karena memang ada ilmunya yang terus kita pelihara. ILMU RAGU-RAGU. Dikabulkan Allah nggak sih do’a saya ini?. Atau baik nggak sih apa yang saya do’akan ini bagi saya?. Ditambah lagi dengan adanya ajaran yang disampaikan kepada kita selama ini bahwa kalau Allah tidak atau belum mengabulkan do’a kita didunia ini, maka kita diminta untuk yakin bahwa barangkali do’a kita itu memang tidak baik untuk kita nikmati di dunia ini, dan pastilah permintaan kta itu akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik di AKHIRAT kelak. Sehingga akhirnya dalam setiap do’a kita, muncul sedikit keraguan didalam diri kita atas pengkabulannya oleh Allah. Dikabulkan Allah nggak ya??.
Padahal begitu kita ragu, maka Allah pasti akan ragu pula dengan kita. Itulah sebabnya Allah di panggil juga dengan panggilan Al Mukmin. Dzat Yang Maha Yakin. Dzat Yang Tidak Boleh Diragukan Atas Keberadaan-Nya dan Atas Aktivitas Pengkabulan-Nya. Dan…, begitu kita berada dalam posisi YAKIN PENUH kepada Allah, YAKIN PENUH akan pengkabulan Allah atas do’a-do’a kita, maka kita juga akan di panggil oleh Allah sebagai Mukminin, Si Yakin.
Jadi begitu kita datangi Allah dengan rasa ingat (dzikir) kita dalam posisi sebagai si YAKIN, si MUKMIN, maka Allah akan menyambut rasa ingat kita itu dengan Rasa Ingat-Nya (Dzikir-Nya) sebagai AL MUKMIN, SANG MAHA YAKIN. Tegasnya, tugas kita ini sederhana saja sebenarnya, yaitu datangilah Allah dengan rasa ingat kita sebagai Mukminin, Si Yakin. Itu saja kok. Titik.
Dan selanjutnya adalah AKTIVITAS ALLAH. Maka seketika itu juga Allah akan menyambut rasa ingat kita itu dengan Rasa Ingat-Nya sebagai Al Mukmin, Sang Maha Yakin. Itu pasti. Dan kita tidak usah pikirkan bagaimana cara Allah menyambut rasa ingat kita itu dengan Rasa Ingat-Nya. Ini adalah hak Prerogatif Allah.
Jadi…, fadzkuruni..., datangilah Allah dengan rasa ingat kita sebagai Mukminin, Si Yakin, maka adzkurkum..., Allah akan mendatangi kita pula dengan Rasa Ingat-Nya sebagai Al Mukmin, Sang Maha Yakin.
Ssst…, let me tell you, sebenarnya Rasa Ingat Allah itu jauh melampau rasa ingat kita kepada-Nya. Saat kita datangi Allah dengan rasa ingat kita walau hanya sejengkal, maka Allah akan menyambutnya dengan Rasa Ingat-Nya dengan sehasta. Saat kita berjalan membawa rasa ingat kita kepada-Nya, maka Dia akan berlari membawa Rasa Ingat-Nya kepada kita. Artinya, sebenarnya (hakikinya) rasa ingat kita kepada-Nya itu adalah DITAROK, DISUSUPKAN, DIALIRKAN oleh Allah sendiri kedalam DADA kita. Dan aliran itu tidak akan pernah berhenti kalau kita tidak menghentikannya dengan penghalang-penghalang (HIJAB) yang kita buat sendiri. Lain kali akan kita bahas tentang hijab-hijab ini.
Kedua, kita tidak pernah Fokus serta Detail dalam berdo’a kepada Allah. Do’a kita begitu UMUM. Misalnya, kita minta kebaikan didunia ini, dan kebaikan pula diakhirat kelak, tanpa pernah kita detailkan kebaikan dunia macam apa yang kita inginkan itu. Barangkali Allah sendiripun “bertanya-tanya” atas doa-doa kita itu:
“Kau ini minta apa sebenarnya wahai hamba-Ku??. Ayo perjelas, ayo detailkan do’amu itu tentang wujud, jumlah dan kapan waktu dibutuhkan atas apa yang kau do’akan itu. Akulah yang akan mengabulkan do’amu itu. Aku akan kirim Keadaan (Hal), Orang-Orang, Situasi-Situasi, Peristiwa-Peristiwa, Kesempatan-Kesempatan yang harus kau amati dan tangkap terus disetiap saat. Karena dengan cara itulah Aku akan mengabulkan do’amu itu”.
Dan tidak jarang pula do’a kita itu begitu panjangnya sampai-sampai kita sendiri jadi bengong, bahwa sebenarnya yang kita inginkan dan mintakan kepada Allah itu itu apa sih?.
Catatan kecil:
Alhamdulillah bulan puasa kemaren ini (1428 H) saya umroh di 10 hari terakhir ramadhan. Do’a imam dalam witir dimalam 27 ramadhan begitu panjangnya. Dan banyak pula makmum yang menangis mengamininya, terutama saat imam juga menangis dalam berdo’a itu. Sepuluh tahun yang lalu, saat saya umroh ramadhan sebulan penuh, saya masih bisa menangis pula saat mendengarkan imam menangis dalam berdo’a. Tapi kemaren itu kok saya nggak bisa menangis lagi saat mendengarkan imam menangis dalam berdo’a itu ya ?. Pada saatnya nanti akan saya tulis juga sedikit pengalaman saya dalam berumroh ramadhan ini. Karena didalamnya ada suasana Mengupas Dinding Ka’bah; bermihrab di Gua Hiro (malam 27 Ramadhan); Pengajaran “Ana khairuminhu”; Didudukkan Dipinggiran Raudah; Shalawat (bukan) di makam Nabi; Deer di 1 Syawal 1428 H; Apa yang kau kejar wahai hamba-hamba-Ku?; Inikah peradaban Islam yang diinginkan Allah?.
Ketiga, kita jarang sekali menyerahkan, mendekatkan, menghantarkan (QURBAN) muatan atau suasana isi do’a kita itu kepada Allah. Kita jarang sekali merentangkan tangan kita untuk menghantarkan muatan do’a kita kepada Allah sampai isi dari do’a kita itu berpindah dari tangan kita ke tangan Allah. Padahal saat itu kita sedang meminta sesuatu kepada-Nya. Sebenarnya saat itu kita sedang menyerahkan sesuatu kepada Allah. “Ini do’a saya ya Allah…”. Tinggal kita Berikan…!, berikan…!, berikan…!, sampai tangan dan dada kita, tidak digandoli lagi oleh muatan do’a kita itu.
Keempat, Begitu selesai berdo’a kita jarang sekali merasakan kebahagiaan, hampir tidak pernah dada kita ini menjadi lapang, luas dan ringan setelah kita berdo’a itu. Kita belum bisa merasakan bahwa saat itu juga do’a kita itu sebenarnya sudah dikabulkan Allah. Karena bagi Allah tidak ada pembagian waktu seperti waktu kita. Bagi Allah tidak ada waktu lalu, waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Yang ada adalah SAAT INI. Sehingga kita tidak pernah menyiapkan otak dan dada kita untuk merasakan sudah terkabulnya do’a kita itu. Sehingga kitapun tidak pernah benar-benar bersyukur kepada Allah setelah kita menyampaikan do’a kita itu kepada Allah. Kita tidak pernah berterima kasih dengan tulus kepada Allah setelah berdo’a. Kita selalu hanya mau berterima kasih setelah do’a kita itu terwujud didepan mata kita. Kita seakan-akan tidak akan pernah menghantarkan rasa terima kasih kita kepada Allah kalau isi do’a kita itu belum dikabulkan oleh Allah. Selanjutnya kita malah sibuk mengatur PIKIRAN ALLAH dalam mengabulkan do’a kita itu. Kita tidak mau IQRA’, membaca PIKIRAN ALLAH. Duh…, betapa sombongnya kita ini memang.
Mau coba…?.
Nah…, agar kita umat islam ini tidak penasaran terus, atau siapapun juga sebenarnya boleh melakukannya, cobalah proses berdo’a berikut ini dengan rileks.
Duduklah dengan tenang dan rileks. Boleh bersimpuh ataupun bersila, atau berdiripun boleh juga:
• MENGHADAPLAH ke WAJAH ALLAH…, atau keliru-keliru sedikit maupun banyak sekalipun dalam memahami Wajah Allah ini tidak masalah yang besar kalau hanya sekedar untuk berdo’a meminta sesuatu seperti ini. Mau menghadap ke alam kek, mau mengarah ke semesta kek, mau dzikir ke pikiran universal kek, mau mi’raj ke pikiran bahwah sadar kek, disini nggak ada masalah sedikitpun.
Cuma bagi siapapun yang mau meningkatkan kesadarannya, ingatlah bahwa: saat itu juga sebenarnya Allah tengah mewanti-wanti dan berkata dengan TEGAS kepada kita: “Wahai Hamba-Ku, semua yang kau sebut itu tadi sebenarnya adalah milik-Ku, maka seyogyanya hanya kepada Aku sajalah kau seharus menghadap. Demi kebaikanmu, jangan keliru sedikitpun juga wahai Hamba-Ku…!.
• MENCIPTA DO’A: Mulailah membuat sebuah do’a yang detail. Pikirkan bentuk dari apa yang kita do’akan itu, misalnya sebuah rumah. Visualkan, berapa ruangannya, bagaimana tata letaknya, kemudian buat gambarnya dalam sebuah kertas lengkap dengan taman, instalasi air dan listriknya. Jadi visualkan, perjelas dan detailkan HASIL AKHIR yang kita inginkan.
• MEMINTA, QURBAN: Setelah detail, angkat tangan kita seperti berdo’a, rasakan dikedua telapak tangan kita muatan doa itu mengalir dan menggumpal. Angkat terus tangan kita itu keatas dan dan lepaskanlah isi muatan doa’ kita itu dari telapak tangan kita menuju ke ketidakterbatasan (bagi yang ingin meningkatkan kesadarannya serahkanlah muatan do’a itu kepada PEMILIK Ketidakterbatasan itu). Penyerahan itu SEKALI saja cukup.
• IMAN, YAKIN: Untuk masalah iman atau yakin ini, dengan hanya sekedar memotivasi (memaksa) diri kita bahwa apa yang kita inginkan itu Sudah dikabulkan dan Sudah menjadi milik kita saja sudah cukup sebenarnya. Percaya seperti ini bisa dimiliki oleh siapun juga. Orang yang tidak beragamapun bisa mendapatkan keyakinan akan adanya proses pengkabulan do’a ini. Sebab implikasi dari iman seperti ini tidaklah terlalu besar sebenarnya. Inilah yang disebut dengan pikiran iman. Iman yang dipikir-pikir, iman yang dikira-kira.
Akan tetapi ada iman atau yakin yang datangnya langsung dari Allah. Iman itu dialirkan, dicurahkan, ditarok langsung oleh Allah kedalam dada kita. Dada kita bergetar, otak kita berosilasi, seluruh jaringan otot, syaraf, kelenjer-kelenjer hormon kita bergerak menuju keharmonisan iman. Iman yang seperti ini disebut juga dengan rasa iman yang ditarok Allah. Dan implikasinya sangatlah besar. Karena dalam iman seperti akan ada penghormatan, akan ada penghambaan, akan ada penyembahan, akan ada ketersungkuran, akan ada kepatuhan, akan ada pemujaan dan pemujian, akan ada rukuk dan sujud, akan ada persaksian (syahadah) kedapa Wujud-Nya. Allah…!. Dan disinilah sebenarnya ketinggian ajaran islam dibandingkan dengan ajaran-ajaran lainnya. Untuk ini akan kita bahas lagi nanti.
• BERSYUKUR: begitu kita yakin bahwa do’a kita itu sudah dikabulkan oleh Allah, SEGERALAH bersyukur kepada-Nya saat itu juga. Ungkapkanlah rasa syukur itu tidak hanya dalam bentuk ucapan lisan kita saja, tapi juga dalam bentuk kegiatan memberi kepada seseorang atau organisasi yang sedang membutuhkan bantuan kita. Karena memberi adalah bentuk rasa syukur yang paling tinggi. Karena sebenarnya kita diutus oleh Allah untuk turun kedua ini adalah untuk memberi kepada orang lain, bukan hanya untuk diri kita. Masalah memberi ini akan dibahas pula dilain waktu.
• MENERIMA: Setelah kita yakin bahwa apa yang kita do’akan itu dikabulkan oleh Allah, bentuk rasa syukur yang lainnya adalah menyiapkan diri kita untuk menerima pengkabulan do’a kita itu. Dalam proses menerima ini ada rasa senang, rasa bahagia, rasa ringan. Setiap kita memandang kembali detail rencana kita itu, rasa bahagia itu terus mengalir. Wajah kita akan cerah. Orang-orang akan senang melihat wajah kita, bergaul dengan kita, dan bekerjasama dengan kita. Kalau sudah begini, maka kita tinggal Iqra saja lagi. Karena aktifitas berikutnya adalah Aktivitas Allah.
• IQRA’: MEMBACA dan MELAKSANA. Selanjutanya Allah punya Mekanisme Sendiri dalam mengabulkan do’a kita itu. Kita tinggal membaca PIKIRAN TUHAN (MAKAR TUHAN). Untuk pengkabulan do’a kita itu Dia akan buatkan: Keadaan-keadaan (Hal), Orang-Orang, Situasi-Situasi, Peristiwa-Peristiwa, Kesempatan-Kesempatan secara silih berganti. Nah tugas kita selanjutnya hanyalah menyesuaikan tindakan kita dengan Pikiran Tuhan itu.
Ya…, Tuhanlah yang SIBUK mengabulkan do’a kita itu. Karena memang Dialah Sang Pengabul Do’a. Kita hanyalah masuk dan bergerak dari satu keadaan kekeadaan lain, dari satu orang ke orang yang lain, dari suatu situasi, peristiwa, dan kesempatan ke situasi, peristiwa, dan kesempatan yang lainnya. Kita jalani saja semua Pikiran Tuhan itu dengan rasa gembira dan rasa terima kasih kita kepada-Nya. Sampai pada saat yang tepat menurut Pikiran Allah, AHA…, tiba-tiba saja Do’a kita itupun sudah berwujud di depan kita. Setelah itu terserah kita saja, mau kita isi muatan do’a kita itu dengan hal yang baik atapun yang buruk, terserah kita saja. Nanti toh kita sendiri juga yang akan menuai hasilnya, baik ataupun buruk… Selamat mencoba…
Setelah itu apa…?.
Jadi kalau hanya sampai pada pengkabulan do’a seperti yang selalu diinformasikan sedemikian banyak orang dalam mempromosikan LOA yang sangat booming dipenjuru dunia saat ini, maka semua itu hanyalah sebuah keniscayaan saja. Ya…, itu adalah hal yang lumrah saja. Karena LOA itu memang sedang mencoba bermain diwilayah ke MahaRahmanan dan MahaRahiman Allah yang menjangkau seluruh alam semesta berserta segala isinya. Dan media yang dilalui untuk proses LOA itu adalah Wilayah GETARAN…
Saya jadi ingat pada pesan Pak Haji Slamet Utomo beberapa tahun yang lalu, saat saya dengan beberapa orang teman sedang di gembleng oleh Beliau di kegelapan malam Bumi perkemahan Cibubur. Ditengah-tengah latihan, beliau berhenti sebentar dan mengumpulkan kami.
“Apa kalian kira orang spiritual itu tidak bisa apa-apa?”, kata Beliau membuka obrolan.
“Maksud Pak Haji bagaimana??”, kata salah seorang dari kami untuk minta penjelasan.
“Patrap Satu itu adalah wilayah kesaktian, wilayah permintaan, wilayah pengkabulan do’a, wilayah keramaian manusia. Kalian minta apapun, pasti akan dijawab oleh Allah, pasti akan dikabulkan oleh Allah. Saya selama ini tidak membiarkan kalian berhenti diwilayah ini, karena saya khawatir kalian akan terlena diwilayah ini. Saya tidak ingin kalian akan dibuat sibuk oleh wilayah keramaian ini. Karena memang wilayah keramaian ini sangatlah mengasyikkan dan memabokkan. Selama ini dengan bersusah payah kalian saya ajak melewati wilayah Patrap Satu itu, masuk ke wilayah Patrap Kedua (Wilayah Pengembalian), dan bahkan sudah berkali-kali pula kalian kuajak duduk bersama-sama di wilayah Patrap Ketiga (Wilayah Berserah Mengikuti Dzat)”, kata beliau sambil berhenti sejenak.
“ ___”, kami hanya diam dan hening saja menunggu wejangan Beliau selanjutnya…
“Saya sudah mengenalkan Allah kepada kalian sampai “Ntek”. Sehingga kalian sekarang sudah tahu rumahmu yang sebenarnya, yaitu Disisi Allah. Saya menjadi lega sekarang, karena tugas saya sudah selesai”, kata Beliau lirih.
Tiba-tiba saja rasa haru yang sangat pekat menyelimuti dada saya, menyelimuti mata saya, menyelimuti pikiran saya. Sepatah kata yang menggema di hati saya waktu itu hanyalah satu, yaitu ALLAH…!, yang gemanya begitu dahsyat memenuhi rongga alam semesta yang lengang dan hening.
Beberapa lama berselang, Beliau melanjutkan kembali obrolan Beliau dengan kami.
“Nah…, sekarang kalian cobalah menyampaikan kehendak kalian. Pak Yusdeka coba minta kepada Allah pakerti Gubernur Jendral Deandles”, pinta Beliau
Tidak berapa lama kemudian lidah saya seperti bisa mengucapkan beberapa kalimat berbahasa Belanda yang tidak saya mengerti. Tapi saya tetap sadar.
“Sudah”, kata beliau lembut beberapa saat kemudian.
Dan anehnya semua itu bisa saya hentikan seketika tanpa ada kesulitan sedikitpun.
“Bagi yang lain, coba kalian minta kepada Allah pakerti si A, si B, dan seterusnya”, minta Beliau kepada beberapa orang teman saya yang lain yang hadir saat itu. Lalu ramailah bumi perkemahan Cibubur ketika itu untuk beberapa saat.
Berhubung waktu itu akan ada pemilu untuk pemilihan Presiden, saat itu masih ada nama Amin Rais dan sebagainya (sebelum Pemilu Tahap 1), Beliau minta kepada kami agar kami minta ditunjukkan oleh Allah siapa yang akan jadi Presiden yang akan datang.
“Ayo kalian minta diberitahu oleh Allah siapa yang akan menang dalam Pemilu Presiden yang akan datang” kata Beliau sambil tersenyum.
Lalu ada yang melihat Amin Rais mendahului calon-calon yang lain seperti dalam sebuah perlombaan. Lalu Amin Rais seperti didahului oleh Megawati. Dan SBY menguntit di belakang dengan ketat.
“Teruskan pengamatanmu”, kata pak Haji…
Sampai beberapa lama kemudian ada diantara kami yang nyletuk: “SBY pak Haji…”
Mendengar itu, Beliau hanya berguman dan berkata, “ya itu…”. Dan sejarahpun berbicara bahwa memang SBY lah yang naik menjadi Presiden RI sampai sekarang.
Lalu malam itu kami lewati dengan berbagai wejangan Beliau lainnya yang sangat bermanfaat.
“Sekali-sekali kalian sekarang boleh turun dan bermain-main dengan berbagai fenomena menarik diwilayah Patrap Satu itu. Itu gunanya sebagai pembuktian buat kalian bahwa kalian itu punya Tuhan yang sangat penyayang kepada kalian, tapi tetaplah ingat bahwa rumahmu bukan disitu. Rumahmu yang sebenarnya adalah diwilayah keberserahan kepada Kehendak Dzat”, kata Beliau menutup wejangan Beliau dimalam itu…
Jadi Bagaimana…?
Ya ndak gimana-gimana. LOA itu ternyata memang hanyalah secuil dari cara Allah dalam mengenalkan Diri-Nya kepada umat manusia agar manusia itu sendiri mau menyembah-Nya. Dan LOA itu sendiripun sudah berumur sangat tua sekali. Bahkan Iblispun ternyata sudah memakainya untuk mendapatkan kekuatannya agar dia tetap bisa sombong dan angkuh kepada Adam dan keturunannya.
Bagi yang sudah mendalami dan melatih Patrap, maka nenurut pemahaman saya, LOA itu masih bermain diwilayah Patrap Satu dibagian-bagian awalnya, karena kalau Wilayah Patrap Satu itu dijalani secara keseluruhan, pastilah akan mendudukan kita ke suasana yang lebih dari hanya sekedar pengkabulan-pengakabulan seperti itu. Karena memang sudah seharusnyalah pada setiap pengkabulan atas apa-apa yang kita inginkan itu akan menyeret kita untuk menyungkur rukuk dan sujud kepada Allah Sang Pengabul Permintaan.
Wilayah Patrap Satu ini akan:
Menghasilkan rasa mencintai Allah,
Menghasilkan rasa ikut (melok) Allah, berserah atas kehendak Allah
Memuji, bertasbih, mengagungkan Allah (muncul sendiri dari dalam jiwa)
Mengembalikan “wujud” diri kepada Allah, berserah diri…
Diujung wilayah Patrap Satu ini secara mengejutkan kita akan masuk ke wilayah Patrap Kedua. Wilayah dimana kita akan dibawa kesuasana kesadaran:
Memuja Allah:
Ya Allah, Engkau yang memiliki segala sesuatu, Engkau yang menguasai sesuatu. Kekuatan, keperkasaan, kekuasaan-Mu melebihi jagad raya. Ya Allah wujudku bentuk Qudrat-Mu, bentuk kekuasaan-Mu Yang Dahsyat
Kesadaran Roh:
Ya Allah rohku adalah Min-Ruhi, milik-Mu, berasal dari-Mu, atas kehendak-Mu kembali kepada Engkau ya Allah, dengan pertanda nafasku, masuk dan keluarnya nafasku karena Engkau, yang menyebabkan badanku hidup dan bergerak.
Timbul kesadaran rohani:
Penglihatan kembali kepada Allah, kekuasaan kembali kepada Allah, kekuatan kembali kepada Allah, kepandaian kembali kepada Allah, semua yang ada dalam diri kembali kepada Allah
(Pandanglah jagad raya sebagai tanda kekuasaan Allah, jangan pandang batinmu – dirimu).
Rohku adalah dari Allah, milik Engkau Ya Allah, Atas kehendak Engkau Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun
Qodrat Allah menghadap Allah
Min-Ruhi menghadap Allah
Rasa Ingat menghadap Allah
Dan diujung Patrap Kedua ini kita akan ditarik untuk masuk ke wilayah Patrap Ketiga:
Kesadaran Universal:
Menyadari (Ihsan) bahwa Dia Maha Meliputi Segala Sesuatu. Wujud kita bergantung dan diliputi oleh gerak yang tidak bisa kita tahan, bermula dari kecil menjadi besar, tua lalu mati. Juga terhadap tanaman pisang, bumi, matagari, alam semesta berada dalam SATU gerak yang Hidup
Kesadaran Aku:
Semua wajah, penglihatan kembalikan,
Yang melihat, mendengar adalah yang bergerak itu
Hilangkan diri kita
Yang bergerak itu hidup yang sejati
Hidup itu sifat Allah
Hidup itu punya kehendak
Hidup itu punya kemauan
Hidup itu punya diri
Yaitu AKU
Bersabda melakukan sesuatu melalui AKUNYA
AKU yang Tahu
Yang Maha Mengetahui (rahasia)
Maka sembahlah diri-Nya dengan kesempurnaan-Nya
Inna shalati wanusuki wamahyaaya wamamati lillahi rabbul ‘alamin;
Berserah mengikuti kemauan Zat:
Pandanglah jagad raya sebagai tanda kekuasaan Allah, jangan pandang batinmu – dirimu.
Pandanglah alam semesta,
perhatikan yang menggerakkan alam semesta itu
Wajahmu kembalikan kepada Yang Satu (Esa)
Letakkan pada Yang Meliputi
Penutup
Semua kalimat-kalimat dalam uraian patrap satu sampai ketiga diatas tidak akan pernah bisa mewakili keadaan yang sebenarnya. Karena Patrap Kesatu sampai Ketiga itu adalah sebuah laku, sebuah praktek yang hanya bisa dipahami melalui praktek langsung. Bagi yang tidak punya kesempatan untuk melakukannya, maka paling tidak lakukan sajalah praktek seperti yang sudah diajarkan oleh Ustad Abu Sangkan dalam buku Beliau “Pelatihan Shalat Khusyu…”, dan pelatihan-pelatihan yang telah Beliau kembangkan melalui Pelatihan umum diberbagai daerah dan juga melalui beberapa kali TOT di Jakarta…
Sebagai penutup, pada sekitar bulan April 2007 yang lalu saya mengunjungi Pak Haji Slamet Utomo di Banyuwangi dan mendapatkan sebuah wejangan Posisi Patrap Ketiga sbb:
SANG ADA
Kuperhatikan Sang Ada, yang ada kosong
Cahaya terang yang hidup, Sang Maha Tahu
“SANG AKU”
Awal kejadian
Dari satu berkaitan satu
SANG AKU amat sibuk
Mengatur Semesta, mengatur semua Makhluk
Uraikan, lepaskan
Aku berselimut cinta, berselimut ilmu
Gapailah ilmu sampai Ma’rifat
Tapi tinggalkan
Masuklah kepintu SANG AKU yang sibuk
Ma’rifat bukan Tuhan
Letakkan dalam SANG MUHITH
Itu bukan sifat, tapi Dzat Sang Penghidupan
Aku Pepadang
Sang Maha Tahu “AINILLAHA”, Alif Lam Mim
Yang punya sir
Yang punya kehendak Sang Ahad
Sang Penggerak tumbuh hidup
Aku tak mau Merampas kehidupan-NYA
Biarlah aku berserah untuk tiada
Berada dalam diam dalam tiada
Diam…., diam….., diam….
Banyuwangi, 27 April 2003
H. SLAMET OETOMO
Wassalam
Deka
Jalan Kabel no 16, Cilegon, Banten.
Hari 19, bulan 10, tahun 2007
Jumat, 03 Juli 2009
relaksasi dzikir ikhlas
Apabila anda dalam situasi yang tidak nyaman, kecapean, stress, marah atau apapun yang bersifat negatif, ataupun bila bertekad untuk menjaga kondisi agar selalu sehat dan bahagia, ada baiknya mencoba terapi relaksasi dzikir ikhlas ini.
Relaksasi adalah salah satu cara untuk mengistirahatkan sejenak tubuh, jiwa, mental, serta pikiran. Relaksasi dzikir ikhlas berarti cara relaksasi dengan mengingat Allah dan menyerahkan segala urusan dengan ikhlas kepadaNya.
Relaksasi ini mencoba menggabungkan antara :
cara meditasinya Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, seorang pakar psikologi dan ahli meditasi, dengan dzikir khusyu'nya Ustadz Abu Sangkan serta digital CD prayernya Erbe Sentanu yang terkenal dengan quantum ikhlasnya dan terakhir bila diperlukan dengan tappingnya mas Faiz Zainuddin yang terkenal dengan SEFTnya.
Relaksasi ini sangat mudah, bisa dilakukan dengan berbaring, duduk atau apapun, yang penting anda merasa nyaman dan buat serileks mungkin. Pastikan selama kurang lebih 15 – 20 menit ke depan anda tidak terganggu oleh atau kondisi lainnya, sehingga proses relaksasi ini tidak terputus di tengah jalan. Kalau ini terjadi biasanya bisa pusing atau sedikit berdebar.
Membiasakan mendengarkan digital CD prayer akan membenatu men”therapi” otak anda ke dalam kondisi alfa / theta. Kondisi tersebut akan membuat perasaan dan pikiran anda cepat beristirahat.
Sehingga saat anda melakukan dan selama relaksasi, perasaan dan pikiran mudah sekali untuk diajak istirahat. Biasanya setelah mendengar CD prayer ini, dilanjutkan dengan relaksasi.
Mulai ikuti instruksi relaksasi berikut :
Pembukaan :
- sebaiknya tidak dalam kondisi batal wudlu' karena kita akan berdzikir dihadapanNya
- cari ruang dan tempat yang tenang dan santai
- buat posisi tubuh nyaman dan rileks, fokuskan perassan dan pikiran pada niat
- ikhlaskan niat karena Allah, tidak terpaksa atau dipaksa
- Baca basmalah, ta’awudz, syahadat serta sholawat nabi dahulu
- berdoalah agar relaksasi ini membuat anda lebih dekat dengan Allah
- juga akan membuat anda lebih sehat, nyaman, tenang dan terasa lebih membahagiakan
- Rasakan seluruh otot dan organ tubuh dalam keadaan lemas dan kendor
- Pusatkan mata, perhatian, pikiran dan perasaan anda pada satu titik di depan anda
- Kelopak mata anda akan terasa berat, perih dan biarkan menutup dengan sendirinya
- Bila kelopak mata telah tertutup, koreksi letak dan sikap tubuh agar terasa nyaman
- setelah itu usahakan terus untuk jangan bergerak lagi
- Kosongkan pikiran, perasaan dan angan-angan, jangan memikirkan apa-apa.
- Pasrahkan dan kembalikan semuanya kepada Allah, ikhlaskan untuk dilupakan
- Kemudian pusatkan perasaan dan pikiran pada pernafasan di hidung,
- Rasakan denyut nadi di sekitar hidung serta rasakan keluar dan masuknya nafas
- Saat menarik nafas, rasakan masuknya getaran atau energi positif kebahagiaan
- Dalam hati ucapkan Alhamdulillah...
- Kemudian keluarkan nafas melalui hidung dengan pelan panjang
- rasakan getaran negatif keluar melalui jari tangan dan kaki
- akan ada sedikit rasa kesemutan atau rasa sejuk di anggota yang dilewati getaran
- Dalam hati ucapkan Alhamdulillah...
- Lakukan berkali-kali sampai nafas anda tidak terasa, alami, tidak dibuat-buat
- Getaran itu terasa seperti ada rasa sedikit kesemutan bersamaan dengan denyut nadi
Lanjutan :
- Kosongkan pikiran, perasasan serta angan-angan, fokuskan hanya pada getaran
- Mulai rasakan denyut nadi dan getaran masuk dari ujung kaki
- kemudian naik dengan perlahan ke lutut rasakan getaran dan denyut nadi di ototnya
- kemudian naik secara perlahan bergerak ke pangkal paha.
- Rasakan getaran itu semakin pelan dan berirama dengan teratur.
- Rasakan denyut nadi dan getaran naik ke bagian perut dan menyebar di dalamnya.
- Rasakan getaran otot dan organ-organ tubuh, mulai dari usus, lambung, hati,
- sampai terasa getaran semakin pelan dan melemah (istirahat)
- Kemudian rasakan getaran itu naik ke dada.
- Rasakan gerakan nafas semakin perlahan melemah,
- denyut jantung terasa di dada sebelah kiri pelan-pelan juga melemah.
- Kemudian rasakan getaran di pantat dan bergerak p
- erlahan ke atas melalui sumsum tulang belakang bagian bawah
- terus bergerak ke atas,dan pelan-pelan getaran terasa di bahu.
- Rasakan getaran seluruh otot yang dilewatinya sampai bahu perlahan melemah
- Rasakan seluruh getaran datang dari dada, bahu dan punggung menyatu sampai leher.
- Rasakan otot-otot leher perlahan getarannya melemah dan dalam kondisi beristirahat
- Rasakan getaran naik ke muka. Rasakan melemahnya getaran dan denyut nadi
- mulai dari mulut, pipi, mata, telinga, kening.
- Rasakan otot-ototnya melemah dalam kondisi istirahat.
- Rasakan getaran naik ke dalam otak.
- Rasakan getaran dan denyut nadi dalam otak perlahan melemah dan istirahat.
- Rasakan semua getaran tadi keluar melewati ubun-ubun.
- Rasakan getaran tadi tersedot keluar dengan cepat dari atas kepala
- dan terasa enteng dan nyaman. Ucapkan Alhamdulillah.
- Selanjutnya rasakan getaran masuk dari luar melalui ubun-ubun,
- turun ke otak kemudian ke seluruh muka, leher, lengan dan jari tangan, dada
- turun ke perut, baru turun ke tulang belakang dan pantat, perut
- dan terus sampai ujung kaki getaran akan keluar. Ucapkan Alhamdullilah.
- Lakukan beberapa kali, dari bawah ke atas kemudian dari atas turun ke bawah.
- Lakukan beberapa kali dan fokuskan pada istirahatnya otot-otot seluruh tubuh.
Ikhlas :
- Rasakan kondisi yang rileks dan nyaman
- Sebutkan dan rasakan asma Allah berkali-kali dan perlahan serta rasakan dalam hati bahwa kita ini makhluk yang amat kecil sekali, hamba yang hina penuh salah dan dosa sedang menghadap kepada yang maha segala-galanya, sampai terasa hati bergetar dan terasa merinding, seperti mau menangis.
- Ucapkan dan tanamkan dalam hati berkali-kali : “Ya allah aku menerima dengan ikhlas apapun yang aku alami hari ini, semua peristiwa dan semua orang yang menyakitkan dan yang menyenangkan, semua kesakitan baik dalam tubuh dan perasaan dan aku pasrahkan semuanya kepada keputusanMu yang terbaik untuk aku, orang tua, istri, anak-anak, keluarga dan semua teman-temanku.” Rasakan hati yang plong, pikiran terasa enteng karena semua urusan sudah diatur oleh Allah.
- Kalau anda sakit, kombinasi dengan tapping (bisa baca buku SEFT urutannya) sambil mengucapkan “Ya Allah, meskipun aku sakit kepala (rasakan sakitnya) aku menerima dengantikhlas dan aku pasrahkan kesembuhannya kepadaMu”. Rasakan berkurangnya sakit seperti dicabutnya sakit dari badan kita keluar.
- bisa juga anda berdoa sesuai keinginan anda (baca cara berdoa di blog ini), pastikan setelah berdoa, pastikan seolah-olah do'a sudah dikabulkan dan bersyukurlah kemudian ikhlaskan semua keputusan kepada Allah.
- Setelah semua selesai pastikan anda merasa nyaman, kepala terasa enteng, karena semua yang mengganjal di kepala dan hati sudah diserahkan pasrah kepadaNya.
Penutup:
- Kembali fokus pada kondisi sekarang yang sedang relaksasi
- Rasakan seluruh otot berfungsi seperti semula dan pikiran bekerja seperti biasa.
- Anda mulai menyadari sekarang sedang berada dimana.
- Mulai secara perlahan membuka mata anda
- Jangan melakukan gerakan yang cepat
- Amnbil nafas dan ucapkan Alhamdullilah
- Apabila energi anda benar-benar sudah terkuras selama beraktivitas seharian, biasanya anda akan tertidur lelap. Hal ini tidak masalah, karena dengan tidur yang efektif (gelombang Theta), energi positif anda akan kembali dengan maksimal.
Selamat mencoba.
Juli 2009.
Relaksasi adalah salah satu cara untuk mengistirahatkan sejenak tubuh, jiwa, mental, serta pikiran. Relaksasi dzikir ikhlas berarti cara relaksasi dengan mengingat Allah dan menyerahkan segala urusan dengan ikhlas kepadaNya.
Relaksasi ini mencoba menggabungkan antara :
cara meditasinya Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, seorang pakar psikologi dan ahli meditasi, dengan dzikir khusyu'nya Ustadz Abu Sangkan serta digital CD prayernya Erbe Sentanu yang terkenal dengan quantum ikhlasnya dan terakhir bila diperlukan dengan tappingnya mas Faiz Zainuddin yang terkenal dengan SEFTnya.
Relaksasi ini sangat mudah, bisa dilakukan dengan berbaring, duduk atau apapun, yang penting anda merasa nyaman dan buat serileks mungkin. Pastikan selama kurang lebih 15 – 20 menit ke depan anda tidak terganggu oleh atau kondisi lainnya, sehingga proses relaksasi ini tidak terputus di tengah jalan. Kalau ini terjadi biasanya bisa pusing atau sedikit berdebar.
Membiasakan mendengarkan digital CD prayer akan membenatu men”therapi” otak anda ke dalam kondisi alfa / theta. Kondisi tersebut akan membuat perasaan dan pikiran anda cepat beristirahat.
Sehingga saat anda melakukan dan selama relaksasi, perasaan dan pikiran mudah sekali untuk diajak istirahat. Biasanya setelah mendengar CD prayer ini, dilanjutkan dengan relaksasi.
Mulai ikuti instruksi relaksasi berikut :
Pembukaan :
- sebaiknya tidak dalam kondisi batal wudlu' karena kita akan berdzikir dihadapanNya
- cari ruang dan tempat yang tenang dan santai
- buat posisi tubuh nyaman dan rileks, fokuskan perassan dan pikiran pada niat
- ikhlaskan niat karena Allah, tidak terpaksa atau dipaksa
- Baca basmalah, ta’awudz, syahadat serta sholawat nabi dahulu
- berdoalah agar relaksasi ini membuat anda lebih dekat dengan Allah
- juga akan membuat anda lebih sehat, nyaman, tenang dan terasa lebih membahagiakan
- Rasakan seluruh otot dan organ tubuh dalam keadaan lemas dan kendor
- Pusatkan mata, perhatian, pikiran dan perasaan anda pada satu titik di depan anda
- Kelopak mata anda akan terasa berat, perih dan biarkan menutup dengan sendirinya
- Bila kelopak mata telah tertutup, koreksi letak dan sikap tubuh agar terasa nyaman
- setelah itu usahakan terus untuk jangan bergerak lagi
- Kosongkan pikiran, perasaan dan angan-angan, jangan memikirkan apa-apa.
- Pasrahkan dan kembalikan semuanya kepada Allah, ikhlaskan untuk dilupakan
- Kemudian pusatkan perasaan dan pikiran pada pernafasan di hidung,
- Rasakan denyut nadi di sekitar hidung serta rasakan keluar dan masuknya nafas
- Saat menarik nafas, rasakan masuknya getaran atau energi positif kebahagiaan
- Dalam hati ucapkan Alhamdulillah...
- Kemudian keluarkan nafas melalui hidung dengan pelan panjang
- rasakan getaran negatif keluar melalui jari tangan dan kaki
- akan ada sedikit rasa kesemutan atau rasa sejuk di anggota yang dilewati getaran
- Dalam hati ucapkan Alhamdulillah...
- Lakukan berkali-kali sampai nafas anda tidak terasa, alami, tidak dibuat-buat
- Getaran itu terasa seperti ada rasa sedikit kesemutan bersamaan dengan denyut nadi
Lanjutan :
- Kosongkan pikiran, perasasan serta angan-angan, fokuskan hanya pada getaran
- Mulai rasakan denyut nadi dan getaran masuk dari ujung kaki
- kemudian naik dengan perlahan ke lutut rasakan getaran dan denyut nadi di ototnya
- kemudian naik secara perlahan bergerak ke pangkal paha.
- Rasakan getaran itu semakin pelan dan berirama dengan teratur.
- Rasakan denyut nadi dan getaran naik ke bagian perut dan menyebar di dalamnya.
- Rasakan getaran otot dan organ-organ tubuh, mulai dari usus, lambung, hati,
- sampai terasa getaran semakin pelan dan melemah (istirahat)
- Kemudian rasakan getaran itu naik ke dada.
- Rasakan gerakan nafas semakin perlahan melemah,
- denyut jantung terasa di dada sebelah kiri pelan-pelan juga melemah.
- Kemudian rasakan getaran di pantat dan bergerak p
- erlahan ke atas melalui sumsum tulang belakang bagian bawah
- terus bergerak ke atas,dan pelan-pelan getaran terasa di bahu.
- Rasakan getaran seluruh otot yang dilewatinya sampai bahu perlahan melemah
- Rasakan seluruh getaran datang dari dada, bahu dan punggung menyatu sampai leher.
- Rasakan otot-otot leher perlahan getarannya melemah dan dalam kondisi beristirahat
- Rasakan getaran naik ke muka. Rasakan melemahnya getaran dan denyut nadi
- mulai dari mulut, pipi, mata, telinga, kening.
- Rasakan otot-ototnya melemah dalam kondisi istirahat.
- Rasakan getaran naik ke dalam otak.
- Rasakan getaran dan denyut nadi dalam otak perlahan melemah dan istirahat.
- Rasakan semua getaran tadi keluar melewati ubun-ubun.
- Rasakan getaran tadi tersedot keluar dengan cepat dari atas kepala
- dan terasa enteng dan nyaman. Ucapkan Alhamdulillah.
- Selanjutnya rasakan getaran masuk dari luar melalui ubun-ubun,
- turun ke otak kemudian ke seluruh muka, leher, lengan dan jari tangan, dada
- turun ke perut, baru turun ke tulang belakang dan pantat, perut
- dan terus sampai ujung kaki getaran akan keluar. Ucapkan Alhamdullilah.
- Lakukan beberapa kali, dari bawah ke atas kemudian dari atas turun ke bawah.
- Lakukan beberapa kali dan fokuskan pada istirahatnya otot-otot seluruh tubuh.
Ikhlas :
- Rasakan kondisi yang rileks dan nyaman
- Sebutkan dan rasakan asma Allah berkali-kali dan perlahan serta rasakan dalam hati bahwa kita ini makhluk yang amat kecil sekali, hamba yang hina penuh salah dan dosa sedang menghadap kepada yang maha segala-galanya, sampai terasa hati bergetar dan terasa merinding, seperti mau menangis.
- Ucapkan dan tanamkan dalam hati berkali-kali : “Ya allah aku menerima dengan ikhlas apapun yang aku alami hari ini, semua peristiwa dan semua orang yang menyakitkan dan yang menyenangkan, semua kesakitan baik dalam tubuh dan perasaan dan aku pasrahkan semuanya kepada keputusanMu yang terbaik untuk aku, orang tua, istri, anak-anak, keluarga dan semua teman-temanku.” Rasakan hati yang plong, pikiran terasa enteng karena semua urusan sudah diatur oleh Allah.
- Kalau anda sakit, kombinasi dengan tapping (bisa baca buku SEFT urutannya) sambil mengucapkan “Ya Allah, meskipun aku sakit kepala (rasakan sakitnya) aku menerima dengantikhlas dan aku pasrahkan kesembuhannya kepadaMu”. Rasakan berkurangnya sakit seperti dicabutnya sakit dari badan kita keluar.
- bisa juga anda berdoa sesuai keinginan anda (baca cara berdoa di blog ini), pastikan setelah berdoa, pastikan seolah-olah do'a sudah dikabulkan dan bersyukurlah kemudian ikhlaskan semua keputusan kepada Allah.
- Setelah semua selesai pastikan anda merasa nyaman, kepala terasa enteng, karena semua yang mengganjal di kepala dan hati sudah diserahkan pasrah kepadaNya.
Penutup:
- Kembali fokus pada kondisi sekarang yang sedang relaksasi
- Rasakan seluruh otot berfungsi seperti semula dan pikiran bekerja seperti biasa.
- Anda mulai menyadari sekarang sedang berada dimana.
- Mulai secara perlahan membuka mata anda
- Jangan melakukan gerakan yang cepat
- Amnbil nafas dan ucapkan Alhamdullilah
- Apabila energi anda benar-benar sudah terkuras selama beraktivitas seharian, biasanya anda akan tertidur lelap. Hal ini tidak masalah, karena dengan tidur yang efektif (gelombang Theta), energi positif anda akan kembali dengan maksimal.
Selamat mencoba.
Juli 2009.
Rabu, 24 Juni 2009
Lentera-lentera kehidupan
Dalam bukunya Gede Prama berbagi lentera-lentera yang sangat bermakna untuk direndungkan. Beberapa cuplikan yang singkat dan bermakna menurut saya silakan dinikmati,
Tubuh mudah sekali jadi lahan kebahagian
tatkala manusia rajin tersenyum
Bukankah musuh membuat kita
jadi selalu waspada ?
Bukankah cercaan adalah
vitamin yang memperkuat jiwa ?
Bukankah kegagalan memberitahu
bagian diri yang perlu diperbaiki?
Teramat sedikit manusia
yang bisa berbahagia
dengan cara membenci orang
Kebahagian lebih sering terjadi
dalam kehidupan yang memberi
dibandingkan kehidupan yang meminta
ada tiga jalan utama
menuju kebahagiaan
kesederhanaan,
kesabaran
dan belas kasih
kebahagiaan adalah
apa yang terjadi di dalam diri
ketika membuat orang lain bahagia
orang yang tidak pernah membuat kesalahan
ia tidak pernah membangun rumah kebahagiaan
kebahagiaan itu bisa dibeli
bukan dengan uang
melainkan dengan sikap rendah hati
setiap kebahagiaan yang bergantung dari luar
ia berumur pendek
hanya pohon kebahagiaan yang berakar ke dalam
yang bisa abadi
dia yang tidak mengenali diri sendiri
tidak mendapat banyak dari kebahagiaan
apa yang didengar cepat lupa
apa yang dilihat sebagian ingat
namun apa yang dilakukan penuh cinta, pasti menyentuh
tatkala manusia berhenti berpikir
semuanya berada pada tempatnya yang sempurna
keheningan baru terbuka pintunya
ketika pikiran mulai
berhenti jadi penguasa
menjadi lebih besar dari pikiran
bukan berarti berhenti berpikir
melainkan berhenti dikuasai pikiran
tatkala seseorang menyalahkan orang lain
ia butuh pendidikan
ketika ia menyalahkan diri sendiri
pendidikannya sudah dimulai
manakala ia tidak menyalahkan siapa-siapa
pendidikannya sudah usai
tatkala hidup tidak bisa diubah
belajarlah mengubah
sikap dan cara memandang hidup
mengalir seperti air
bebaskan diri dari pikiran
itulah keutamaan keheningan
badan maunya kesenangan
pikiran maunya kebahagiaan
jiwa maunya sukacita
dan hati hanya mengenal keheningan
maafkanlah pertanyaan
tidak semua pertanyaan meminta jawaban
pikiran adalah pembantu yang baik
namun penguasa yang buruk
cermin memantulkan semua obyek
sebagaimana adanya
tanpa ikut ternoda
oleh apa-apa yang dipantulkannya
alam hanya mengela bahasa diam
dalam diam
yang tersdia hanya perjalanan ke dalam
untuk membuka pintu kedamaian
lihat pohon rimbun
siapa saja yang berteduh di sana pasti teduh
pohon tidak bertanya
tidak memilih
tidak berdebat
kalau bertuduh di pohon, ya teduh
seperti mengajarkan
kurangi bertanya, kurangi memilih dan kurangi berdebat
itulah awal kedamaian
air di sungai melewati semua penghalang
satu-satunya sebab mengapa air demikian perkasa
karena sifatnya yang lentur
dalam kelenturanlah, air berbisik
kedamaian itu mudah ditemukan
perhatikanlah orang yang tidak bisa berenang
dan tercebur di sungai
ia melawan, tenggelam, mati dan akhirnya mengapung
berhenti melawan dan
hidup pun membiarkan anda mengapung
damai di permukaan
bambu berdiri kuat dan kokoh
terutama karena berakar kuat ke dalam
setelah tinggi ia merunduk
pelangi indah karena dibentuk warna-warna berbeda
kedamaian berdiri diatas perbedaan-perbedaan
tidak ada kupu-kupu yang bisa terbang
hanya bermodalkan sayap semata
ia membutuhkan persahabatan
dengan alam dan kehidupan
tanpa pemaksaan
tanpa keharusan
tanpa pembandingan
itulah kedamaian
mendalami kedamaian
seperti menggali sumur
di tempat dangkal
bertemu lumpur
di tempat yang dalam
baru tersedia kejernihan
tatkala keseharian kita
tenang dan biasa
semua hari berisi
pengalaman pencerahan
juni - 2009
Tubuh mudah sekali jadi lahan kebahagian
tatkala manusia rajin tersenyum
Bukankah musuh membuat kita
jadi selalu waspada ?
Bukankah cercaan adalah
vitamin yang memperkuat jiwa ?
Bukankah kegagalan memberitahu
bagian diri yang perlu diperbaiki?
Teramat sedikit manusia
yang bisa berbahagia
dengan cara membenci orang
Kebahagian lebih sering terjadi
dalam kehidupan yang memberi
dibandingkan kehidupan yang meminta
ada tiga jalan utama
menuju kebahagiaan
kesederhanaan,
kesabaran
dan belas kasih
kebahagiaan adalah
apa yang terjadi di dalam diri
ketika membuat orang lain bahagia
orang yang tidak pernah membuat kesalahan
ia tidak pernah membangun rumah kebahagiaan
kebahagiaan itu bisa dibeli
bukan dengan uang
melainkan dengan sikap rendah hati
setiap kebahagiaan yang bergantung dari luar
ia berumur pendek
hanya pohon kebahagiaan yang berakar ke dalam
yang bisa abadi
dia yang tidak mengenali diri sendiri
tidak mendapat banyak dari kebahagiaan
apa yang didengar cepat lupa
apa yang dilihat sebagian ingat
namun apa yang dilakukan penuh cinta, pasti menyentuh
tatkala manusia berhenti berpikir
semuanya berada pada tempatnya yang sempurna
keheningan baru terbuka pintunya
ketika pikiran mulai
berhenti jadi penguasa
menjadi lebih besar dari pikiran
bukan berarti berhenti berpikir
melainkan berhenti dikuasai pikiran
tatkala seseorang menyalahkan orang lain
ia butuh pendidikan
ketika ia menyalahkan diri sendiri
pendidikannya sudah dimulai
manakala ia tidak menyalahkan siapa-siapa
pendidikannya sudah usai
tatkala hidup tidak bisa diubah
belajarlah mengubah
sikap dan cara memandang hidup
mengalir seperti air
bebaskan diri dari pikiran
itulah keutamaan keheningan
badan maunya kesenangan
pikiran maunya kebahagiaan
jiwa maunya sukacita
dan hati hanya mengenal keheningan
maafkanlah pertanyaan
tidak semua pertanyaan meminta jawaban
pikiran adalah pembantu yang baik
namun penguasa yang buruk
cermin memantulkan semua obyek
sebagaimana adanya
tanpa ikut ternoda
oleh apa-apa yang dipantulkannya
alam hanya mengela bahasa diam
dalam diam
yang tersdia hanya perjalanan ke dalam
untuk membuka pintu kedamaian
lihat pohon rimbun
siapa saja yang berteduh di sana pasti teduh
pohon tidak bertanya
tidak memilih
tidak berdebat
kalau bertuduh di pohon, ya teduh
seperti mengajarkan
kurangi bertanya, kurangi memilih dan kurangi berdebat
itulah awal kedamaian
air di sungai melewati semua penghalang
satu-satunya sebab mengapa air demikian perkasa
karena sifatnya yang lentur
dalam kelenturanlah, air berbisik
kedamaian itu mudah ditemukan
perhatikanlah orang yang tidak bisa berenang
dan tercebur di sungai
ia melawan, tenggelam, mati dan akhirnya mengapung
berhenti melawan dan
hidup pun membiarkan anda mengapung
damai di permukaan
bambu berdiri kuat dan kokoh
terutama karena berakar kuat ke dalam
setelah tinggi ia merunduk
pelangi indah karena dibentuk warna-warna berbeda
kedamaian berdiri diatas perbedaan-perbedaan
tidak ada kupu-kupu yang bisa terbang
hanya bermodalkan sayap semata
ia membutuhkan persahabatan
dengan alam dan kehidupan
tanpa pemaksaan
tanpa keharusan
tanpa pembandingan
itulah kedamaian
mendalami kedamaian
seperti menggali sumur
di tempat dangkal
bertemu lumpur
di tempat yang dalam
baru tersedia kejernihan
tatkala keseharian kita
tenang dan biasa
semua hari berisi
pengalaman pencerahan
juni - 2009
Minggu, 21 Juni 2009
sholat khusyu'
beberapa waktu yang lalu
saya mengikuti
pelatihan sholat khusyu'
cara baru dan khusus
yang digagas oleh abu sangkan
sudah lama saya mengikuti maillistnya
sampai dijadikan buku yang laris manis
pertanyaan yang sering terdengar
apakah kita merasa khusyu' yaitu
bisa menikmatinya
merasa enak, nikmat
atau senang saat melakukan sholat
atau malahan merasa bosan, jenuh,
merepotkan, terpaksa
bahkan memberatkan
padahal tidak ada ibadah yang memberatkan
kalau kita mau ikhlas
rahasia sholat yang khusyu' itu sebenarnya sederhana
yaitu ada pada niat
yaitu sholat yang dilakukan dengan sesadar-sadarnya
dengan kesadaran bahwa
kita sedang menghadap langsung pada Allah
kita sering merasakan enak, nikmat atau nyaman
justru saat memancing, nonton TV, berwisata, tidur, dan lain lain
mengapa untuk sholat sulit sekali bahkan tidak bisa
kuncinya pada cara menciptakan rasa khusyu'
khusyu' itu tidak bisa dibuat-buat
tidak sama dengan konsentrasi bahkan kebalikannya
khuyus' itu diturunkan
diberikan lengsung oleh Allah sang pencipta
tidak bisa dipaksakan
karena khuyu' tidak memakai otak
wilayahnya adalah jiwa atau hati
yaitu kemampuan
untuk merasakan response Allah
juga ikut mendukung
aspek fisik saat sholat
justru tidak perlu dipaksa konsentrasi
dengan mengkerutkan dahi
kalau salah bisa pusing sendiri
yang utama harus mengendorkan semua urat syaraf
mengendorkan otot dan pikiran serta perasaan
hingga badan terasa enteng, santai, rilex dan nyaman
rasakan setiap bagian badan yang enak
rasakan detak jantung yang teratur berirama
semakin rilex
perasaan kita semakin peka
sebagai hamba yang kecil dan hina
penuh dosa dan harapan
sedang menghadap Allah
seharusnya setelah sholat
wajah kita semakin ceria
semakin terang oleh wajah ketenangan & kebahagiaan
karena menghadap Yang maha kuasa
Yang maha segala-galanya
tangan, mata, badan dan semua bagian badan kita
sebenarnya hanya alat kita
untuk beribadah kepadaNya
maka pastikan semua tunduk pada kita
semua terkendali bagai kuda mengikuti tuannya
juni - 2009
saya mengikuti
pelatihan sholat khusyu'
cara baru dan khusus
yang digagas oleh abu sangkan
sudah lama saya mengikuti maillistnya
sampai dijadikan buku yang laris manis
pertanyaan yang sering terdengar
apakah kita merasa khusyu' yaitu
bisa menikmatinya
merasa enak, nikmat
atau senang saat melakukan sholat
atau malahan merasa bosan, jenuh,
merepotkan, terpaksa
bahkan memberatkan
padahal tidak ada ibadah yang memberatkan
kalau kita mau ikhlas
rahasia sholat yang khusyu' itu sebenarnya sederhana
yaitu ada pada niat
yaitu sholat yang dilakukan dengan sesadar-sadarnya
dengan kesadaran bahwa
kita sedang menghadap langsung pada Allah
kita sering merasakan enak, nikmat atau nyaman
justru saat memancing, nonton TV, berwisata, tidur, dan lain lain
mengapa untuk sholat sulit sekali bahkan tidak bisa
kuncinya pada cara menciptakan rasa khusyu'
khusyu' itu tidak bisa dibuat-buat
tidak sama dengan konsentrasi bahkan kebalikannya
khuyus' itu diturunkan
diberikan lengsung oleh Allah sang pencipta
tidak bisa dipaksakan
karena khuyu' tidak memakai otak
wilayahnya adalah jiwa atau hati
yaitu kemampuan
untuk merasakan response Allah
juga ikut mendukung
aspek fisik saat sholat
justru tidak perlu dipaksa konsentrasi
dengan mengkerutkan dahi
kalau salah bisa pusing sendiri
yang utama harus mengendorkan semua urat syaraf
mengendorkan otot dan pikiran serta perasaan
hingga badan terasa enteng, santai, rilex dan nyaman
rasakan setiap bagian badan yang enak
rasakan detak jantung yang teratur berirama
semakin rilex
perasaan kita semakin peka
sebagai hamba yang kecil dan hina
penuh dosa dan harapan
sedang menghadap Allah
seharusnya setelah sholat
wajah kita semakin ceria
semakin terang oleh wajah ketenangan & kebahagiaan
karena menghadap Yang maha kuasa
Yang maha segala-galanya
tangan, mata, badan dan semua bagian badan kita
sebenarnya hanya alat kita
untuk beribadah kepadaNya
maka pastikan semua tunduk pada kita
semua terkendali bagai kuda mengikuti tuannya
juni - 2009
mindfocus! perasaan positif dan bersyukur
ada cara untuk menambah tabungan
untuk menurunkan gelombang beta
untuk menuju gelombang alfa
menuju gelombang ikhlas
yaitu melatih perasaan positif kita
tidak hanya berpikir positif
yaitu dengan mensyukuri semua
yang ditangkap panca indra kita
mensyukuri pancaindra yang sudah kita terima
apapun, kapanpun dan dimanapun
dengan mata
kita patut mensyukuri
apabila melihat sesuatu yang indah
melihat sesuatu yang mengagumkan
dengan telinga
mensyukuri sesuatu yang bersuara merdu dan indah
dengan lidah
bersyukur bisa merasakan yang enak dan bercitarasa
dengan hidung
bersyukur dapat mencium keharuman
dengan tangan
dapat merasakan kehangatan dan kenyamanan
pada prinsipnya
seluruh proses menuju
kekayaan mental, spiritual dan material
dirangkum dalam satu kata : Syukur
semakin bersyukur
membuat kita semakin bersabar
membuat semakin tenang dan fokus
tentunya membuat semakin bahagia
coba sebutkan dan renungkan
siapa saja
apa saja
situasi, kondisi dan peristiwa apa saja
yang membuat kita terus bersyukur
dan merasa “ngeh”, enak, nyaman dan bahagia
amin
juni - 2009
untuk menurunkan gelombang beta
untuk menuju gelombang alfa
menuju gelombang ikhlas
yaitu melatih perasaan positif kita
tidak hanya berpikir positif
yaitu dengan mensyukuri semua
yang ditangkap panca indra kita
mensyukuri pancaindra yang sudah kita terima
apapun, kapanpun dan dimanapun
dengan mata
kita patut mensyukuri
apabila melihat sesuatu yang indah
melihat sesuatu yang mengagumkan
dengan telinga
mensyukuri sesuatu yang bersuara merdu dan indah
dengan lidah
bersyukur bisa merasakan yang enak dan bercitarasa
dengan hidung
bersyukur dapat mencium keharuman
dengan tangan
dapat merasakan kehangatan dan kenyamanan
pada prinsipnya
seluruh proses menuju
kekayaan mental, spiritual dan material
dirangkum dalam satu kata : Syukur
semakin bersyukur
membuat kita semakin bersabar
membuat semakin tenang dan fokus
tentunya membuat semakin bahagia
coba sebutkan dan renungkan
siapa saja
apa saja
situasi, kondisi dan peristiwa apa saja
yang membuat kita terus bersyukur
dan merasa “ngeh”, enak, nyaman dan bahagia
amin
juni - 2009
mindfocus! doa yang terkabulkan
doa adalah
energi pikiran dan perasaan
energi yang menarik kekuatan
merupakan hukum ketertarikan
kenyataan hidup kita sekarang
adalah akumulasi dari doa kita
baik yang sadar atau tidak sadar
yang kita ucapkan atau tak terucap
doa berarti
Direction atau meminta
artinya fokuslah
Obedience atau meyakini
artinya tobatlah
Acceptance atau menerima
artinya hiburlah
doa itu pasti dikabulkan
seperti yang dijanjikanNya
artinya sebenarnya doa itu ilmu pasti
yang membuat tidak pasti
adalah pikiran dan hati kita sendiri
yang terlalu berprasangka
yang lengah dan ragu
jadikan doa suatu kebutuhan
bukan suatu keterpaksaan
bukan pula suatu rutinitas
ataupun formalitas
saat meminta atau
kutahu yang kumau
pastikan kita tahu apa yang diminta
jelas alasannya mengapa kita meminta
apakah bisa menjadi kita bahagia
kadang kita bertanya
mengapa kita harus jelaskan
padahal Tuhan maha tahu
sebenarnya Tuhan pasti sudah tahu
masalahnya sering kita sendiri yang tidak tahu apa yang kita mau
saat meyakini
sering terganggu oleh
perasaan tak yakin, ragu atau kawatir
padahal kita yakin tahu
Tuhan pasti mengabulkannya
apakah kita sudah tidak yakin
sudah tidak percaya dengan ayat-ayatNya
maka bertaubatlah
sadarlah kita keliru
yakinlah doa kita pasti dikabulkan
buat harapan meskipun secuil
singkirkan hambatan perasaan tidak yakin
pastikan Tuhan mengabulkannya
saat menerima
bersyukurlah dengan sedalam-dalamnya
bekerjalah dengan sekeras-kerasnya
bayangkan dengan sebenar-benarnya
buat seperti hiburan yang menyenangkan
untuk menggambarkan keterkabulannya
secara detail dan nyata dengan visual
sepenuh hati dan enam puluh kali lebih kuat
buat perasaan semakin nyaman dan lega
karena sudah menerimanya
proses menerima adalah syarat mutlak
ibarat tamu tidak boleh masuk
sebelum diterima resepsionis
setelah menerima
insya’Allah selanjutnya berjalan lebih mudah
empat langkah niat doa
pertama tentukan harapan atau maunya
kedua jelaskan niat yang hendak diwujudkan
ketiga ungkapkan kata-kata keraguan
dan sirnakan menjadi harapan
keempat gambarkan imajinasi nyata
dan lihat tanda-tanda penerimaannya
dan jangan lupa
ini semau hanya bonus semata
yang utama adalah
kita semakin dekat denganNya
semakin meningkat
kualitas dan kuantitas ibadahnya
juni - 2009
energi pikiran dan perasaan
energi yang menarik kekuatan
merupakan hukum ketertarikan
kenyataan hidup kita sekarang
adalah akumulasi dari doa kita
baik yang sadar atau tidak sadar
yang kita ucapkan atau tak terucap
doa berarti
Direction atau meminta
artinya fokuslah
Obedience atau meyakini
artinya tobatlah
Acceptance atau menerima
artinya hiburlah
doa itu pasti dikabulkan
seperti yang dijanjikanNya
artinya sebenarnya doa itu ilmu pasti
yang membuat tidak pasti
adalah pikiran dan hati kita sendiri
yang terlalu berprasangka
yang lengah dan ragu
jadikan doa suatu kebutuhan
bukan suatu keterpaksaan
bukan pula suatu rutinitas
ataupun formalitas
saat meminta atau
kutahu yang kumau
pastikan kita tahu apa yang diminta
jelas alasannya mengapa kita meminta
apakah bisa menjadi kita bahagia
kadang kita bertanya
mengapa kita harus jelaskan
padahal Tuhan maha tahu
sebenarnya Tuhan pasti sudah tahu
masalahnya sering kita sendiri yang tidak tahu apa yang kita mau
saat meyakini
sering terganggu oleh
perasaan tak yakin, ragu atau kawatir
padahal kita yakin tahu
Tuhan pasti mengabulkannya
apakah kita sudah tidak yakin
sudah tidak percaya dengan ayat-ayatNya
maka bertaubatlah
sadarlah kita keliru
yakinlah doa kita pasti dikabulkan
buat harapan meskipun secuil
singkirkan hambatan perasaan tidak yakin
pastikan Tuhan mengabulkannya
saat menerima
bersyukurlah dengan sedalam-dalamnya
bekerjalah dengan sekeras-kerasnya
bayangkan dengan sebenar-benarnya
buat seperti hiburan yang menyenangkan
untuk menggambarkan keterkabulannya
secara detail dan nyata dengan visual
sepenuh hati dan enam puluh kali lebih kuat
buat perasaan semakin nyaman dan lega
karena sudah menerimanya
proses menerima adalah syarat mutlak
ibarat tamu tidak boleh masuk
sebelum diterima resepsionis
setelah menerima
insya’Allah selanjutnya berjalan lebih mudah
empat langkah niat doa
pertama tentukan harapan atau maunya
kedua jelaskan niat yang hendak diwujudkan
ketiga ungkapkan kata-kata keraguan
dan sirnakan menjadi harapan
keempat gambarkan imajinasi nyata
dan lihat tanda-tanda penerimaannya
dan jangan lupa
ini semau hanya bonus semata
yang utama adalah
kita semakin dekat denganNya
semakin meningkat
kualitas dan kuantitas ibadahnya
juni - 2009
mindfocus! total seimbang
sukses dan kebahagiaan
adalah ketika
perasaan, pikiran, perkataan dan perbuatan
adalah sama
kita adalah hasil pikiran kita
berpikir sukses maka sukseslah kita
berpikir gagal maka gagallah kita
coba renungkan
apabila kita berpikir sukses
berpikir kaya dan sangat bahagia
apakah hati kita tertawa sinis mendengarnya
apakah perkataan kita berkata sebaliknya
apakah perbuatan kita mengarah sebaliknya
makanya
hati-hati dengan perasaan alam bawah sadar kita
yang sangat menguasai kesuksesan kita
dibanding pikiran, perkataan dan perbuatan
jangan meremehkan diri kita
jangan mengecilkan kemampuan kita
jangan remehkan perasaan kita
jaga pikiran dan perasaan
agar tetap dalam satu tujuan
jaga perkataan dan perbuatan
tetap dan selalu konsisten
juni - 2009
adalah ketika
perasaan, pikiran, perkataan dan perbuatan
adalah sama
kita adalah hasil pikiran kita
berpikir sukses maka sukseslah kita
berpikir gagal maka gagallah kita
coba renungkan
apabila kita berpikir sukses
berpikir kaya dan sangat bahagia
apakah hati kita tertawa sinis mendengarnya
apakah perkataan kita berkata sebaliknya
apakah perbuatan kita mengarah sebaliknya
makanya
hati-hati dengan perasaan alam bawah sadar kita
yang sangat menguasai kesuksesan kita
dibanding pikiran, perkataan dan perbuatan
jangan meremehkan diri kita
jangan mengecilkan kemampuan kita
jangan remehkan perasaan kita
jaga pikiran dan perasaan
agar tetap dalam satu tujuan
jaga perkataan dan perbuatan
tetap dan selalu konsisten
juni - 2009
mindfocus! gelombang otak
ikhlas ibarat
kita mengepalkan tangan
tidak terlalu erat hingga tangan kesemutan
tidak pula terlalu longgar hingga tak terasa
tapi ada ditengah-tengahnya
ibarat membawa mahluk hidup kecil
apakah tikus kecil, ayam kecil
yang kalau kita pegang dalam kepalan
selalu mengikuti gerakannya
agar tidak tergencet atau melompat
ikhlas memerlukan otot yang ikhlas
otot yang bekerja pada gelombang alfa
otot yang selalu mengukuti gerakan ilahi
kemanapun pergi
bukan gelombang beta yang sangat realistis
yang selalu berprasangka dengan logika
semakin tidak dipikirkan
masuk ke area alfa
yaitu area khusyu’, area ikhlas
semakin tidak dipikirkan dan
semakin dibawa ke hati lagi
semakin masuk dan masuk
ke gelombang theta
yang sangat khusyu’ dan sangat ikhlas
sampai terbawa mimpi
yang kadang jadi inspirasi
dan kalau mau masuk lagi
tiba di gelombang delta
maka tidur terlelaplah kita
yang membawa hormon awet muda
kalau mau terus ikhlas
hadirkan otak dan hati
dalam gelombang alfa
gelombang yang dimiliki anak-anak kecil kita
makanya bawaannya selalu ceria dan bahagia
juni - 2009
kita mengepalkan tangan
tidak terlalu erat hingga tangan kesemutan
tidak pula terlalu longgar hingga tak terasa
tapi ada ditengah-tengahnya
ibarat membawa mahluk hidup kecil
apakah tikus kecil, ayam kecil
yang kalau kita pegang dalam kepalan
selalu mengikuti gerakannya
agar tidak tergencet atau melompat
ikhlas memerlukan otot yang ikhlas
otot yang bekerja pada gelombang alfa
otot yang selalu mengukuti gerakan ilahi
kemanapun pergi
bukan gelombang beta yang sangat realistis
yang selalu berprasangka dengan logika
semakin tidak dipikirkan
masuk ke area alfa
yaitu area khusyu’, area ikhlas
semakin tidak dipikirkan dan
semakin dibawa ke hati lagi
semakin masuk dan masuk
ke gelombang theta
yang sangat khusyu’ dan sangat ikhlas
sampai terbawa mimpi
yang kadang jadi inspirasi
dan kalau mau masuk lagi
tiba di gelombang delta
maka tidur terlelaplah kita
yang membawa hormon awet muda
kalau mau terus ikhlas
hadirkan otak dan hati
dalam gelombang alfa
gelombang yang dimiliki anak-anak kecil kita
makanya bawaannya selalu ceria dan bahagia
juni - 2009
mindfocus! melepas masalah
masalah kita
adalah proyek kita
proyek perbaikan
pada diri sendiri
pertama
coba ingat-ingat dan renungkan masalah kita
catat satu per satu
yang selama jadi beban pikiran dan perasaan
tulis sebanyak-banyaknya
sampai tak tersisa
kedua
coba pilahkan
dari yang paling mengganggu
sampai yang tidak mengganggu
mengganggu semua pikiran dan perasan kita
ketiga
coba ambil tiga besar masalah
yang paling mengganggu kita
untuk cepat kita ikhlaskan
keempat
secara bergantian
kita rasakan masalah ini di hati
semakin dihayati dan dirasakan dampaknya
semakin banyak energi buruk yang bisa kita lepaskan
kelima
kita doakan agar semua rasa ini secepatnya hilang
dan semua selesai dengan baik dan damai
wujud dalam ketenangan dan kebahagiaan
keenam
setelah itu dengan ikhlas dan pasrah
kita serahkan semua urusan kepadaNya
kita serahkan semua keputusan ada padaNya
serahkan dan ikhlaskan seratus persen
hanya kepadaNya
yang membuat semua skenario kehidupan ini
ketujuh
sudah lupakan masalah-masalah tadi
seolah-olah sudah tidak ada masalah lagi
cukup Allah penolong kita
saat melakukan hal-hal di atas
akan lebih maksimal hasilnya
bila pikiran dan perasaan
dalam kondisi nyaman dan enak
kondisi alfa... hening dan damai
kedelapan
ikhlas dan pasrah harus tetap dipelihara
ikhtiar dan kerja keras harus tetap dilakukan
karena memang untuk merubah nasib
kita harus berusaha tanpa putus asa
kesembilan
amati bila ada perubahan
amati bila ada kemajuan
mudah-mudahan
kemudahan dan penyelesaiannya
ditunjukkan dengan segera
amin
juni - 2009
adalah proyek kita
proyek perbaikan
pada diri sendiri
pertama
coba ingat-ingat dan renungkan masalah kita
catat satu per satu
yang selama jadi beban pikiran dan perasaan
tulis sebanyak-banyaknya
sampai tak tersisa
kedua
coba pilahkan
dari yang paling mengganggu
sampai yang tidak mengganggu
mengganggu semua pikiran dan perasan kita
ketiga
coba ambil tiga besar masalah
yang paling mengganggu kita
untuk cepat kita ikhlaskan
keempat
secara bergantian
kita rasakan masalah ini di hati
semakin dihayati dan dirasakan dampaknya
semakin banyak energi buruk yang bisa kita lepaskan
kelima
kita doakan agar semua rasa ini secepatnya hilang
dan semua selesai dengan baik dan damai
wujud dalam ketenangan dan kebahagiaan
keenam
setelah itu dengan ikhlas dan pasrah
kita serahkan semua urusan kepadaNya
kita serahkan semua keputusan ada padaNya
serahkan dan ikhlaskan seratus persen
hanya kepadaNya
yang membuat semua skenario kehidupan ini
ketujuh
sudah lupakan masalah-masalah tadi
seolah-olah sudah tidak ada masalah lagi
cukup Allah penolong kita
saat melakukan hal-hal di atas
akan lebih maksimal hasilnya
bila pikiran dan perasaan
dalam kondisi nyaman dan enak
kondisi alfa... hening dan damai
kedelapan
ikhlas dan pasrah harus tetap dipelihara
ikhtiar dan kerja keras harus tetap dilakukan
karena memang untuk merubah nasib
kita harus berusaha tanpa putus asa
kesembilan
amati bila ada perubahan
amati bila ada kemajuan
mudah-mudahan
kemudahan dan penyelesaiannya
ditunjukkan dengan segera
amin
juni - 2009
mindfocus! hati kita
kesadaran adalah sebab
dunia materi hanyalah akibatnya
kesadaran berarti pikiran dan perasaan
dunia materi adalah semua yang tampak
artinya
semua masalah yang tampak
sebenarnya berasal dari pikiran dan perasaan kita
sama dengan bangunan megah yang tampak
sebenarnya itu berasal dari yang tidak tampak
yaitu ide, semangat, perencanaan, kepemimpinan, dan lain lain
juga sama dengan orang yang tampak sukses
yang tak tampak darinya
adalah impiannya, semangatnya, rencananya dan kerja kerasnya
yang berarti
akar setiap masalah sebenarnya ada di hati
kalau menyangka akar masalah berasal dari luar
maka sang pikiran sangkaan tadi yang menjadi masalah
bukankah kalau jari menunjuk orang lain yang bermasalah
ada lebih banyak jari yang lain justru menunjuk kita
semua masalah dari luar adalah masalah kecil
masalah besarnya adalah diri kita sendiri
untuk itu, fokus pada sebab sebenarnya
yaitu pada diri kita sendiri
fokus pada yang tidak tampak pada diri kita
pikiran dan perasaan kita
hati kita
nafsu kita
sabda nabi besar
perang terbesar manusia adalah
melawan hawa nafsunya sendiri
kesimpulannya
kalau ada masalah
coba lihat diri kita dahulu
terutama hati kita
apa yang tidak beres di dalamnya
yang harus segera diperbaiki
juni - 2009
dunia materi hanyalah akibatnya
kesadaran berarti pikiran dan perasaan
dunia materi adalah semua yang tampak
artinya
semua masalah yang tampak
sebenarnya berasal dari pikiran dan perasaan kita
sama dengan bangunan megah yang tampak
sebenarnya itu berasal dari yang tidak tampak
yaitu ide, semangat, perencanaan, kepemimpinan, dan lain lain
juga sama dengan orang yang tampak sukses
yang tak tampak darinya
adalah impiannya, semangatnya, rencananya dan kerja kerasnya
yang berarti
akar setiap masalah sebenarnya ada di hati
kalau menyangka akar masalah berasal dari luar
maka sang pikiran sangkaan tadi yang menjadi masalah
bukankah kalau jari menunjuk orang lain yang bermasalah
ada lebih banyak jari yang lain justru menunjuk kita
semua masalah dari luar adalah masalah kecil
masalah besarnya adalah diri kita sendiri
untuk itu, fokus pada sebab sebenarnya
yaitu pada diri kita sendiri
fokus pada yang tidak tampak pada diri kita
pikiran dan perasaan kita
hati kita
nafsu kita
sabda nabi besar
perang terbesar manusia adalah
melawan hawa nafsunya sendiri
kesimpulannya
kalau ada masalah
coba lihat diri kita dahulu
terutama hati kita
apa yang tidak beres di dalamnya
yang harus segera diperbaiki
juni - 2009
Sabtu, 20 Juni 2009
mindfocus! ikhlas
minggu yang lalu
seharian saya megikuti pelatihan
mindfocus! dari katahati institute
yaitu detail aplikasi dari
buku quantum ikhlas karangan erbe sentanu
saya coba untuk sedikit berbagi
tapi saran saya
ikuti pelatihannya
agar mantap dihati dan dalam aplikasinya
karena manfaatnya sesuai dengan harganya
bahkan mungkin lebih..
kalau ingin menerapkan ikhlas
dalam kehidupan keseharian kita
maka kita harus berani berubah
berani berubah untuk selalu ikhlas
untuk benar-benar selalu berserah diri secara total
kepada Allah swt
kalau ada keajaiban bila kita melaksanakan ikhlas
itu merupakan bonus dariNya
jangan dijadikan tujuan utama
karena tujuan utamanya
berserah diri secara total seratus persen kepadaNya
melalui quantum ikhlas
bonus keajaiban tadi
bisa disengaja untuk dihadirkan
dengan doa yang penuh dengan keikhlasan dan kepasrahan
ikhlas jangan hanya dipakai kalau ada masalah atau musibah
biasanya kalau kepepet kita dengan gampang mengatakan
sudahlah ikhlaskan saja...
justru ikhlas dilaksanakan sejak awal kita berkomitmen mau berubah
dan dilaksanakan setiap saat
dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun
sedih, gembira, marah, kecewa, menyesal, beruntung, rugi..
semuanya harus disyukuri dan diikhlaskan
total seratus persen kepadaNya
bagaimana caranya
caranya dengan melepaskan semuanya di hati
hati yang sudah kita besarkan-besarkan
dan serahkan semua keputusan kepadaNya
kita harus berani dan mau berlatih
untuk mampu melepas semua yang kita takuti akan kehilangannya
apapun itu, apakah harta,keluarga, mati, kedudukan, dan lain lain
mengapa dilepas di hati
karena pikiran tidak mampu mencernanya
ikhlas adalah wilayah hati bukan wilayah otak
karena itu ikhlas tidak bisa dibawa ke pikiran
ikhlas harus dirasakan
merasakan getaran lepasnya semua masalah kepadaNya
merasakan ketenangan yang akan di dapat
merasakan kedamain dan kebahagian
(bersambung)
Juni - 2009
seharian saya megikuti pelatihan
mindfocus! dari katahati institute
yaitu detail aplikasi dari
buku quantum ikhlas karangan erbe sentanu
saya coba untuk sedikit berbagi
tapi saran saya
ikuti pelatihannya
agar mantap dihati dan dalam aplikasinya
karena manfaatnya sesuai dengan harganya
bahkan mungkin lebih..
kalau ingin menerapkan ikhlas
dalam kehidupan keseharian kita
maka kita harus berani berubah
berani berubah untuk selalu ikhlas
untuk benar-benar selalu berserah diri secara total
kepada Allah swt
kalau ada keajaiban bila kita melaksanakan ikhlas
itu merupakan bonus dariNya
jangan dijadikan tujuan utama
karena tujuan utamanya
berserah diri secara total seratus persen kepadaNya
melalui quantum ikhlas
bonus keajaiban tadi
bisa disengaja untuk dihadirkan
dengan doa yang penuh dengan keikhlasan dan kepasrahan
ikhlas jangan hanya dipakai kalau ada masalah atau musibah
biasanya kalau kepepet kita dengan gampang mengatakan
sudahlah ikhlaskan saja...
justru ikhlas dilaksanakan sejak awal kita berkomitmen mau berubah
dan dilaksanakan setiap saat
dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun
sedih, gembira, marah, kecewa, menyesal, beruntung, rugi..
semuanya harus disyukuri dan diikhlaskan
total seratus persen kepadaNya
bagaimana caranya
caranya dengan melepaskan semuanya di hati
hati yang sudah kita besarkan-besarkan
dan serahkan semua keputusan kepadaNya
kita harus berani dan mau berlatih
untuk mampu melepas semua yang kita takuti akan kehilangannya
apapun itu, apakah harta,keluarga, mati, kedudukan, dan lain lain
mengapa dilepas di hati
karena pikiran tidak mampu mencernanya
ikhlas adalah wilayah hati bukan wilayah otak
karena itu ikhlas tidak bisa dibawa ke pikiran
ikhlas harus dirasakan
merasakan getaran lepasnya semua masalah kepadaNya
merasakan ketenangan yang akan di dapat
merasakan kedamain dan kebahagian
(bersambung)
Juni - 2009
belajar dari tanah
belajar dan menjalankan ikhlas
memang perlu kekuatan hati
seperti tanah yang kita pijak setiap hari
sebagai guru keikhlasan yang perlu diteladani
tanah punya kekuatan
untuk ikhlas menerima
pijakan banyak orang, gedung, kendaraan
yang enak dan tidak enak
dan yang ringan dan berat
yang kotor dan bersih
dengan menerima tanpa banyak kata
malahan memberikan energi pada yang memijak
apapun yang terjadi bila tidak sesuai harapan
apakah orang yang menjengkelkan
atau masalah yang tak terpecahkan
atau suasana yang tidak mengenakkan
terima saja, ikhlaskan saja dan syukuri
apapun yang tidak enak di hati
serahkan semuanya kepada yang maha mengatur
mari kita kuatkan hati kita
seperti tanah yang pantang menolak
yang sudah diatur oleh maha pengatur
fokus pada apapun
yang dipikirkan
dengan rasa enak
hari ini dan seterusnya
kapanpun dan dimanapun
Juni-2009
memang perlu kekuatan hati
seperti tanah yang kita pijak setiap hari
sebagai guru keikhlasan yang perlu diteladani
tanah punya kekuatan
untuk ikhlas menerima
pijakan banyak orang, gedung, kendaraan
yang enak dan tidak enak
dan yang ringan dan berat
yang kotor dan bersih
dengan menerima tanpa banyak kata
malahan memberikan energi pada yang memijak
apapun yang terjadi bila tidak sesuai harapan
apakah orang yang menjengkelkan
atau masalah yang tak terpecahkan
atau suasana yang tidak mengenakkan
terima saja, ikhlaskan saja dan syukuri
apapun yang tidak enak di hati
serahkan semuanya kepada yang maha mengatur
mari kita kuatkan hati kita
seperti tanah yang pantang menolak
yang sudah diatur oleh maha pengatur
fokus pada apapun
yang dipikirkan
dengan rasa enak
hari ini dan seterusnya
kapanpun dan dimanapun
Juni-2009
the power of now
the power of now
bisa berarti
mengikhlaskan masa lalu dan masa depan
untuk fokus dengan apa yang ada sekarang
semakin fokus
akan semakin punya power
semakin punya tenaga untuk berhasil
kita akan merasakan kedamaian
dengan melepaskan diri
dari rasa sakit akibat masa lalu
dan rasa takut melihat ke depan
rasa sakit akan hilang
bila kita ikhlaskan semua sakit di masa lalu
kita pasrahkan semuanya kepada Ilahi
apa yang sudah terjadi
agar tidak menumpuk
menjadi karat emosi di hati
rasa takut akan hilang
bila kita optimis menyongsong masa depan
jangan percaya rasa penolakan dari dalam hati
tepis semuanya dengan
bersungguh-sungguh berjuang dan berdoa
kepada sang Ilahi
Semau di atas
hanya perlu kita syukuri
dan ikhlaskan saja...
akan membuat sukses
terasa mudah dan ringan
dengan terus fokus beraktivitas di masa sekarang
Juni - 2009
bisa berarti
mengikhlaskan masa lalu dan masa depan
untuk fokus dengan apa yang ada sekarang
semakin fokus
akan semakin punya power
semakin punya tenaga untuk berhasil
kita akan merasakan kedamaian
dengan melepaskan diri
dari rasa sakit akibat masa lalu
dan rasa takut melihat ke depan
rasa sakit akan hilang
bila kita ikhlaskan semua sakit di masa lalu
kita pasrahkan semuanya kepada Ilahi
apa yang sudah terjadi
agar tidak menumpuk
menjadi karat emosi di hati
rasa takut akan hilang
bila kita optimis menyongsong masa depan
jangan percaya rasa penolakan dari dalam hati
tepis semuanya dengan
bersungguh-sungguh berjuang dan berdoa
kepada sang Ilahi
Semau di atas
hanya perlu kita syukuri
dan ikhlaskan saja...
akan membuat sukses
terasa mudah dan ringan
dengan terus fokus beraktivitas di masa sekarang
Juni - 2009
Sabtu, 13 Juni 2009
tentang karung kehidupan
ada cerita
seorang bapak menyuruh anaknya yang taat sekali
untuk mengangkat beberapa karung barang
sambil berjalan menuju rumahnya
mula-mula kecil kecil
lalu oleh bapaknya
sedikit-sedikit ditambah karungnya
anaknya merasakan beban yang semakin sarat
semakin ditambah semakin terasa sengsara
pundaknya semakin penat
kakinya semakin berat
dan lama-lama
menyerah dan berhenti, lalu bertanya dengan bapaknya
maksud bapak dari semua ini sebenarnya apa ?
bapaknya menjawab
karung ibarat masalah
karung ibarat beban kehidupanmu
semakin berat beban dan semakin banyak beban
maka semakin berat juga pikiran dan perasaan kita
bisa jadi semakin tidak tertampung
apalagi yang sudah menjadi kerak yang tidak termaafkan
yang bisa mengakibatkan
pikiran, perasaan dan badan kita semakin penat
bahkan semakin kacau semakin membuat emosi
inilah cikal bakal dari sakit
baik sakit fisik maupun sakit emosi
si anak bertanya lagi, terus bagaimana cara meringankannya ?
serta merta si bapak mengambil karung-karung tadi
satu per satu dari pundaknya
terus meminta anaknya berjalan
terus bertanya, apakah terasa enak sekarang ?
si anak bertanya lagi, ya enak, lha kalau beban masalah bagaimana menurukannya pak ?
bapaknya dengan bijak menjawab
kalau sudah berusaha dengan sekuat tenaga
masalahnya tetap gak bisa diselesaikan
ya diikhlaskan nak
dengan menyerahkan semua keputusan kepada Yang punya
dan mengembalikan penyelesaiannya kepada Allah
walau kita sudah berusaha setengah mati
tapi serahkan hasilnya kepadaNya
ikhlas dengan hasil yang baik atau buruk
ikhlas dengan seseorang yang berbuat jelek kepada kita
ikhlas dengan kondisi yang tidak sesuai keinginan kita
ikhlas dengan apapun yang menjadi beban kehidupan kita
itu sama dengan menaruh karung-karung tadi
insya'Allah akan diberikan jalan terbaik olehNya
sekarang kamu mengerti nak ?
si anak menjawab menjawab dengan tersenyum pula
rupanya dia mendapat pelajaran yang berharga hari itu
salam, Juni 2009
seorang bapak menyuruh anaknya yang taat sekali
untuk mengangkat beberapa karung barang
sambil berjalan menuju rumahnya
mula-mula kecil kecil
lalu oleh bapaknya
sedikit-sedikit ditambah karungnya
anaknya merasakan beban yang semakin sarat
semakin ditambah semakin terasa sengsara
pundaknya semakin penat
kakinya semakin berat
dan lama-lama
menyerah dan berhenti, lalu bertanya dengan bapaknya
maksud bapak dari semua ini sebenarnya apa ?
bapaknya menjawab
karung ibarat masalah
karung ibarat beban kehidupanmu
semakin berat beban dan semakin banyak beban
maka semakin berat juga pikiran dan perasaan kita
bisa jadi semakin tidak tertampung
apalagi yang sudah menjadi kerak yang tidak termaafkan
yang bisa mengakibatkan
pikiran, perasaan dan badan kita semakin penat
bahkan semakin kacau semakin membuat emosi
inilah cikal bakal dari sakit
baik sakit fisik maupun sakit emosi
si anak bertanya lagi, terus bagaimana cara meringankannya ?
serta merta si bapak mengambil karung-karung tadi
satu per satu dari pundaknya
terus meminta anaknya berjalan
terus bertanya, apakah terasa enak sekarang ?
si anak bertanya lagi, ya enak, lha kalau beban masalah bagaimana menurukannya pak ?
bapaknya dengan bijak menjawab
kalau sudah berusaha dengan sekuat tenaga
masalahnya tetap gak bisa diselesaikan
ya diikhlaskan nak
dengan menyerahkan semua keputusan kepada Yang punya
dan mengembalikan penyelesaiannya kepada Allah
walau kita sudah berusaha setengah mati
tapi serahkan hasilnya kepadaNya
ikhlas dengan hasil yang baik atau buruk
ikhlas dengan seseorang yang berbuat jelek kepada kita
ikhlas dengan kondisi yang tidak sesuai keinginan kita
ikhlas dengan apapun yang menjadi beban kehidupan kita
itu sama dengan menaruh karung-karung tadi
insya'Allah akan diberikan jalan terbaik olehNya
sekarang kamu mengerti nak ?
si anak menjawab menjawab dengan tersenyum pula
rupanya dia mendapat pelajaran yang berharga hari itu
salam, Juni 2009
terapi seft ala mas faiz
kantor kemarin sore mengundang
tamu dari logos institute
yang datang direkturnya
mas haji syarif
kalau nggak salah kakak iparnya mas faiz
mas faiz itu yang melahirkan seft
seft artinya spiritual emotion freedom technique
yaitu cara mengatasi masalah fisik dan emosi
dengan mudah dan cepat
kebetulan dulu dia teman sekuliah adikku
kebetulan saya juga saya pernah
ikut seminar seft ini, tapi sudah lama sekali
sore itu diajarkan sekilas cara tapping ala seft
yaitu mengetuk dengan dua jari
ke titik-titik akupunktur
agar simpul-simpul energi yang di"tap"
tidak kacau balau lagi
agar sinyalnya normal kembali bahkan semakin bersinar
ini diibaratkan dengan tv
kalau tv belakang anda buka
coba, kasih magnet di dalamnya
gambarnya pasti kacau balau
karena sinyal listrik menjadi tidak karuan
sama dengan tubuh kita sebenarnya
cara tapping adalah
hampir sama dengan menservis tv tadi
dibebaskan semua simpul
agar energi kembali
berjalan dengan normal
sehingga semua penyakit
baik fisik maupun emosi
bisa sirna selamanya
katanya 80% orang sakit
di rumah sakit
dikarenakan gangguan emosi
yang menjalar ke fisik
apalagi fisiknya ada bakat sakit
sebagian emosi dikarenakan sejarah masa lalu yang jelek
terus disimpan dengan baik di file otaknya
bahkan sudah menjadi default alam bawah sadarnya
semakin lama
semakin menumpuk
semakin berat
dan semakin sakit
walau tidak dirasakan
tapi badan yang menerima akibatnya
dengan metoda seft
kita diajak ikhlas atas semua sejarah jelek kita
dikembalikan semuanya kepada
Yang membuat semua skenario pentas dunia ini
diikuti dengan ketuk fisik ala seft
ini betul-betul harus ikhlas 100%
kalau ada yang sakit di badan atau fisik
di hati atau emosi
rasakan dan katakan
aku menerima dengan ikhlas
apa yang sudah diberikan olehNya
pasrahkan kepadaNya
terserah mau sembuh apa tidak
pasrahkan saja dan ikhlaskan
memang saat praktek seft
kadar sakitnya bisa berkurang
bahkan bisa dirasakan
semakin kita ikhlas
semakin menerima dan semakin tidak ada penolakan sama sekali
sakit tadi semakin menjauh
bukan karena seftnya
atau karena ikhlasnya kita
semua karena ijin dan ridho Allah semata
bisa dicoba..
atau ikut traningnya saja..
biar mantap
salam - juni 2009
tamu dari logos institute
yang datang direkturnya
mas haji syarif
kalau nggak salah kakak iparnya mas faiz
mas faiz itu yang melahirkan seft
seft artinya spiritual emotion freedom technique
yaitu cara mengatasi masalah fisik dan emosi
dengan mudah dan cepat
kebetulan dulu dia teman sekuliah adikku
kebetulan saya juga saya pernah
ikut seminar seft ini, tapi sudah lama sekali
sore itu diajarkan sekilas cara tapping ala seft
yaitu mengetuk dengan dua jari
ke titik-titik akupunktur
agar simpul-simpul energi yang di"tap"
tidak kacau balau lagi
agar sinyalnya normal kembali bahkan semakin bersinar
ini diibaratkan dengan tv
kalau tv belakang anda buka
coba, kasih magnet di dalamnya
gambarnya pasti kacau balau
karena sinyal listrik menjadi tidak karuan
sama dengan tubuh kita sebenarnya
cara tapping adalah
hampir sama dengan menservis tv tadi
dibebaskan semua simpul
agar energi kembali
berjalan dengan normal
sehingga semua penyakit
baik fisik maupun emosi
bisa sirna selamanya
katanya 80% orang sakit
di rumah sakit
dikarenakan gangguan emosi
yang menjalar ke fisik
apalagi fisiknya ada bakat sakit
sebagian emosi dikarenakan sejarah masa lalu yang jelek
terus disimpan dengan baik di file otaknya
bahkan sudah menjadi default alam bawah sadarnya
semakin lama
semakin menumpuk
semakin berat
dan semakin sakit
walau tidak dirasakan
tapi badan yang menerima akibatnya
dengan metoda seft
kita diajak ikhlas atas semua sejarah jelek kita
dikembalikan semuanya kepada
Yang membuat semua skenario pentas dunia ini
diikuti dengan ketuk fisik ala seft
ini betul-betul harus ikhlas 100%
kalau ada yang sakit di badan atau fisik
di hati atau emosi
rasakan dan katakan
aku menerima dengan ikhlas
apa yang sudah diberikan olehNya
pasrahkan kepadaNya
terserah mau sembuh apa tidak
pasrahkan saja dan ikhlaskan
memang saat praktek seft
kadar sakitnya bisa berkurang
bahkan bisa dirasakan
semakin kita ikhlas
semakin menerima dan semakin tidak ada penolakan sama sekali
sakit tadi semakin menjauh
bukan karena seftnya
atau karena ikhlasnya kita
semua karena ijin dan ridho Allah semata
bisa dicoba..
atau ikut traningnya saja..
biar mantap
salam - juni 2009
yang pergi dan yang datang
saya baru saja datang
dari takziyah teman
teman seperjalanan haji yang baru meninggal dunia
yang baru saja bertemu saat arisan bersama
memang takdir tidak ada yang tahu
kapanpun siapapun dimanapun
tidak ada yang tahu
minggu kemarin
juga tidak diduga
putri pakde juga dipanggil olehNya
tidak dinyana
karena dia yang aktif sekali selama ini
masih minggu kemarin
kabar dari maillist alumni
teman sma juga dipanggil olehNya
namun sebaliknya..
pada minggu-minggu yang sama
teman kantor dan staf saya
yang satu teman putri melahirkan bayi
yang satu istri staf yang melahirkan
yang satu
pergi dan tidak kembali
yang lain
datang untuk pergi nanti
dan tidak kembali
ada orang bijak bilang
kalau bayi menangis
justru orang disekelilingnya tersenyum gembira
padahal di depan berjuta godaan siap menghadang
maka apabila kelak nanti dipanggil olehNya
bersiap-siaplah untuk untuk tersenyum gembira
mengharap khusnul khotimah
saat orang diseliling kita menangisi kita
akhirnya kita cuman bisa berdoa
semoga yang pergi
diterima disisiNya
dengan bahagia selamanya
dan yang datang
semoga diberikan jalan yang lurus
untuk pergi nanti
dengan bahagia selamanya pula
amin amin amin
juni - 2009
dari takziyah teman
teman seperjalanan haji yang baru meninggal dunia
yang baru saja bertemu saat arisan bersama
memang takdir tidak ada yang tahu
kapanpun siapapun dimanapun
tidak ada yang tahu
minggu kemarin
juga tidak diduga
putri pakde juga dipanggil olehNya
tidak dinyana
karena dia yang aktif sekali selama ini
masih minggu kemarin
kabar dari maillist alumni
teman sma juga dipanggil olehNya
namun sebaliknya..
pada minggu-minggu yang sama
teman kantor dan staf saya
yang satu teman putri melahirkan bayi
yang satu istri staf yang melahirkan
yang satu
pergi dan tidak kembali
yang lain
datang untuk pergi nanti
dan tidak kembali
ada orang bijak bilang
kalau bayi menangis
justru orang disekelilingnya tersenyum gembira
padahal di depan berjuta godaan siap menghadang
maka apabila kelak nanti dipanggil olehNya
bersiap-siaplah untuk untuk tersenyum gembira
mengharap khusnul khotimah
saat orang diseliling kita menangisi kita
akhirnya kita cuman bisa berdoa
semoga yang pergi
diterima disisiNya
dengan bahagia selamanya
dan yang datang
semoga diberikan jalan yang lurus
untuk pergi nanti
dengan bahagia selamanya pula
amin amin amin
juni - 2009
ada tiga kata-kata ajaib
saya ingat kata-kata orang bijak
ada tiga kata
yang sekarang ini
semakin menghilang
dari pendengaran
satu : terima kasih
yang ke dua : maaf
dan ke tiga : tolong
mungkin berat mengatakan
bagi beberapa orang
mungkin ada perasaan gengsi
ada perasaan canggung
padahal kalau kita tahu
itu semua kata-kata ajaib
yang membuat orang
semakin positip kepada kita
suasana semakin damai
dan kita semakin bahagia
kembali kata orang bijak
hanya orang-orang sombong, angkuh
yang hatinya keras
yang berat mengatakannya
mari kita lembutkan, lumerkan, cairkan hati kita
dengan ikhlas menerima apapun yang sudah diberikanNya
dengan mensyukuri segala nikmatNya
mau mengakui kita ini kecil sekali
tidak ada yang perlu dipersombongkan
karena semua itu milikNya
ibarat mobil parkir, semuanya akan diambil oleh pemiliknya
kita ini hanya tukang parkir di jagad dunia
dengan sadar diri
muda meminta maaf dan memaafkan
menyuruh dengan minta tolong
dan berterima kasih
ini akan membuat hati kita selalu damai
tenang dan bahagia, semoga..
Juni - 2009
ada tiga kata
yang sekarang ini
semakin menghilang
dari pendengaran
satu : terima kasih
yang ke dua : maaf
dan ke tiga : tolong
mungkin berat mengatakan
bagi beberapa orang
mungkin ada perasaan gengsi
ada perasaan canggung
padahal kalau kita tahu
itu semua kata-kata ajaib
yang membuat orang
semakin positip kepada kita
suasana semakin damai
dan kita semakin bahagia
kembali kata orang bijak
hanya orang-orang sombong, angkuh
yang hatinya keras
yang berat mengatakannya
mari kita lembutkan, lumerkan, cairkan hati kita
dengan ikhlas menerima apapun yang sudah diberikanNya
dengan mensyukuri segala nikmatNya
mau mengakui kita ini kecil sekali
tidak ada yang perlu dipersombongkan
karena semua itu milikNya
ibarat mobil parkir, semuanya akan diambil oleh pemiliknya
kita ini hanya tukang parkir di jagad dunia
dengan sadar diri
muda meminta maaf dan memaafkan
menyuruh dengan minta tolong
dan berterima kasih
ini akan membuat hati kita selalu damai
tenang dan bahagia, semoga..
Juni - 2009
Rabu, 03 Juni 2009
ikhlas untuk bahagia
ini artikel dari bapaknya quantum ikhlas, erbe sentanu, sangat mengguggah..
MANAJEMEN IKHLAS UNTUK BERBAHAGIA
Virus affluenza tak hanya menyerang kaum berada. Jika tak punya perasaan bersyukur,siapapun bisa di serang affluenza dalam bentuk yang berbeda-beda. Orang miskin pun akan di ganggu rasa tidak bahagia kalau ia selalu iri dan cemburu pada orang kaya.
Delapan puluh lima persen orang yang datang kepada saya membawa masalah ketidakbahagiaan.Pemicu ketidakbahagiaan di masyarakat modern antara lain muncul karena kita sering takut pada hal-hal yang belum terjadi,atau menuntut diri sendiri terlalu tinggi.
Salah satu cara menghindari affluenza adalah dengan menerapkan metode ikhlas. Didalam diri kita terdapat zona nafsu dan zona ikhlas. Zona nafsu adalah wilayah hati yang dipenuhi oleh berbagai keinginan namun terasa menyesakkan .Zona ini diliputi energy rendah,berisi perasaan negative,cemas takut keluh-kesah,dan amarah. Adapun Zona ikhlas adalah zona bebas hambatan yang terasa lapang di hati.Energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi,seperti rasa syukur dan bahagia.
Ikhlas adalah keterampilan dalam berserah diri,baik harapan keinginan,maupun kekhawatiran kepada Tuhan.Hati yang tidak ikhlas harus di atasi.Jika tidak,hati akan terus menebak-nebak,”jika punya mobil mewah,pasti hidup saya akan lengkap.Jika memiliki anak,pasti saya akan berbahagia,jika punya suami,pasti hati saya akan lebih tenang,dan seterusnya.
Ikhlas sering diartikan hanya di tujukan untuk orang-orang dalam kondisi tertentu,misalnya miskin,tengah dihantam cobaan,terpojok atau menjelang ajal.Padahal,semua orang,termasuk mereka yang sudah mapan,harus terus melatih rasa ikhlas.Karena, ikhlas merupakan kompetensi tertinggi manusia yang diberikan Tuhan.
Ikhlas juga tidak berarti kita harus melepaskan semua keinginan dalam hidup.Kita tetap bisa mengejar mimpi-mimpi kita,namun,ketika kita ikhlas,di dalam hati kita akan timbul rasa syukur,sabar,focus dan tenang,selama proses menuju sesuatu yang diinginkan.karena dalam keikhlasan,kita akan menyerahkan semua keputusan pada tuhan,meski tetap wajib berusaha.
Rasa ikhlas bisa terus dipelihara,jika kita mampu menjaga diri dari beberapa hal,misalnya tidak ngotot ingin diakui dan dipuji,dan menghindari orang-orang yang dipenuhi rasa takut,marah,serta mudah mengeluh dan putus asa.
juni 2009
MANAJEMEN IKHLAS UNTUK BERBAHAGIA
Virus affluenza tak hanya menyerang kaum berada. Jika tak punya perasaan bersyukur,siapapun bisa di serang affluenza dalam bentuk yang berbeda-beda. Orang miskin pun akan di ganggu rasa tidak bahagia kalau ia selalu iri dan cemburu pada orang kaya.
Delapan puluh lima persen orang yang datang kepada saya membawa masalah ketidakbahagiaan.Pemicu ketidakbahagiaan di masyarakat modern antara lain muncul karena kita sering takut pada hal-hal yang belum terjadi,atau menuntut diri sendiri terlalu tinggi.
Salah satu cara menghindari affluenza adalah dengan menerapkan metode ikhlas. Didalam diri kita terdapat zona nafsu dan zona ikhlas. Zona nafsu adalah wilayah hati yang dipenuhi oleh berbagai keinginan namun terasa menyesakkan .Zona ini diliputi energy rendah,berisi perasaan negative,cemas takut keluh-kesah,dan amarah. Adapun Zona ikhlas adalah zona bebas hambatan yang terasa lapang di hati.Energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi,seperti rasa syukur dan bahagia.
Ikhlas adalah keterampilan dalam berserah diri,baik harapan keinginan,maupun kekhawatiran kepada Tuhan.Hati yang tidak ikhlas harus di atasi.Jika tidak,hati akan terus menebak-nebak,”jika punya mobil mewah,pasti hidup saya akan lengkap.Jika memiliki anak,pasti saya akan berbahagia,jika punya suami,pasti hati saya akan lebih tenang,dan seterusnya.
Ikhlas sering diartikan hanya di tujukan untuk orang-orang dalam kondisi tertentu,misalnya miskin,tengah dihantam cobaan,terpojok atau menjelang ajal.Padahal,semua orang,termasuk mereka yang sudah mapan,harus terus melatih rasa ikhlas.Karena, ikhlas merupakan kompetensi tertinggi manusia yang diberikan Tuhan.
Ikhlas juga tidak berarti kita harus melepaskan semua keinginan dalam hidup.Kita tetap bisa mengejar mimpi-mimpi kita,namun,ketika kita ikhlas,di dalam hati kita akan timbul rasa syukur,sabar,focus dan tenang,selama proses menuju sesuatu yang diinginkan.karena dalam keikhlasan,kita akan menyerahkan semua keputusan pada tuhan,meski tetap wajib berusaha.
Rasa ikhlas bisa terus dipelihara,jika kita mampu menjaga diri dari beberapa hal,misalnya tidak ngotot ingin diakui dan dipuji,dan menghindari orang-orang yang dipenuhi rasa takut,marah,serta mudah mengeluh dan putus asa.
juni 2009
bahagia sejati
ini ada artikel, saya ambil dari website lain, cuplikan majalah Femina. Cukup menginspirasi, terutama kepada kita yang sudah terlalu sibuk dengan bekerja..
Anda Sudah Memiliki segalanya,tapi masih juga tak bahagia.Makin Di Kejar,Kenapa Kebahagiaan justru makin sulit di raih?
.....
Farida Alamsyah (39) adalah orang penting di sebuah bank swasta di Singapura.Namun jabatan bergengsi dan insentif istemewa itu harus dibayarnya dengan jam kerja panjang serta tingkat stress sangat tinggi,karena pekerjaaan berhubungan dengan naik –turunnya nilai mata uang di seluruh dunia. Ia bahkan tak punya energy lagi untuk menjalani aktifitas sehari-hari.Jabatan dan penghasilannya yang di dambakan banyak orang itu ternyata tetap tak mampu membuatnya bahagia.
BAGAI GELEMBUNG SABUN
Ilustrasi di atas adalah pengalaman kehidupan Farida beberapa tahun lalu.Di usianya yang masih produktif,34 tahun.Akhirnya ia memutuskan meninggalkan kariernya,untuk kemudian mengejar kebahagiaan hidup sebagai instruktur yoga.
“Keputusan itu tidak saya ambil tiba-tiba.Saat ketidak bahagiaan itu muncul,saya mencoba mencari solusinya.kebetulan saya membaca the art of living,yang salah satunya mengajarkan yoga,”papar Farida,yang menolak mencari pekerjaan baru,karena tetap akan mendapatkan stress dalam bentuk yang berbeda.
Sebelum memutuskan berhenti bekerja,selama beberapa waktu ia sempat mempraktikan yoga setiap pagi sebelum brangkat ke kantor.Ia memang mendapatkan energy baru,namun hanya sementara.Energi itu langsung menguap lagi dengan mudah ketika memasuki kantor.
“Hal itulah yang membuat saya memutuskan berhenti bekerja.Teman-teman banyak yang menyayangkan keputusan itu,tetapi saya memilih mendengarkan suara hati,”ungkap farida,yang awalnya tak terpikir untuk mengajar yoga.Setelah berhenti bekerja,secara khusus ia mempelajari yoga di india dan Kanada agar bisa mendapatkan ilmu yoga yang benar,untuk kemudian di praktekan sehari-hari.
“Kata hati memang hal yang jarang didengar saat ini,”demikian pendapat Erbe Sentanu yang akrab di sapa Nunu,Spiritual Motivator,pendiri Katahati Institute,yang memopulerkan Teknologi Quantum Ikhlas untuk mengatasi berbagai masalah klien-kliennya.Kebanyakan orang lebih membiarkan pikiran memerintah prilaku sehari-hari.
“Padahal,pikiran hanya menilai hitam dan putih,atau salah dan benar saja.Jika pikiran yang menguasai Farida saat itu,tindakannya meninggalkan karier yang sedang gemilang itu seperti tak masuk akal. Melepas gaji selangit demi menekuni yoga? padahal justru kata hatilah yang akan menuntun seorang ke jalan yang tepat.Buktinyakini Farida bisa menemukan kebahagiaanya dan juga tetap mendapat penghasilan,”lanjut Nunu.Farida mengakui,banyak teman sekerjanya yang sebenarnya juga merasakan tekanan yang nyaris tak tertahankan.”Namun mungkin mereka bertahan karna telah berkeluarga,jadi terpaksa harus bekerja untuk hidup.Mereka Memilih melewatkan kebahagiaan,demi mendapatkan kenyamanan lewat uang yang bisa membeli semua yang mereka inginkan,”ungkap Farida,yang sampai saat ini masih melajang.
GEDE PRATAMA,ispirator dan motivator terkenal,mengungkapkan,saat ini kebahagiaan adalah komoditas yang dicari atau di beli. Kemanapun akan di kejar,berapapun harganya akan di beli.”Ada yang membelinya lewat mobil baru,rumah bagus,barang bermerk,bahkan operasi plastik. Ada juga yang mencarinya lewat jabatan,nama terkenal,dan nama baik. Namun,kebahagiaan yang di cari di luar akan bersifat dating dan pergi dengan mudahnya,seperti gelembung sabun,lanjut Gede.
KURANG SATU MENGHAPUS YANG LAIN
Model dan presenter Susan Bactiar (33) juga pernah merasakan ketidakbahagiaan dalam hidupnya.Hingga tiga tahun pernikahan,ia dan suaminya( yang sama-sama dinyatakan sehat)belum di karuniai anak.
“Saya merasa sudah melakukan segalanya,seperti ke dokter dan berdoa.Beberapa kali ikut program memiliki anak juga gagal,sementara saat itu para sahabat dan kerbat yang belakangan menikah,satu demi satu sudah memiliki anak.Saya resah,bahkan merasa di hukum oleh Tuhan karna kesalahan yang saya tidak ketahui,”kata Susan,yang sempat mogok ke gereja.
Menurut Gede,hidup ini sebenarnya sudah sempurna.Manusia yang memiliki banyak keinginanlah yang membuat hidup mereka seolah seba kekurangan.Penyebap paling dominan dari ketidakbahagiaan memang berasal dari diri sendiri. Faktor-faktor dari luar hanya memperkuat factor dari dalam.
“Orang merasa tak bahagia karena selalu ‘berkelahi’ dengan diri sendiri dan kehidupan.Mereka merasa tidak puas dan tidak menerima kenyataan. Apalagi jika keinginan itu selalu di bandingkan dengan kehidupan orang lain,sehingga memunculkan rasa tidak bahagia dan ketidakadilan. Membandingkan boleh saja,tetapi jangan selalu melihat ke atas,sesekali juga perlu membandingkan ke bawah,” ujar Gede.
Hal Itulah yang kemudian dilakukan Susan. Membandingkan hidup dengan orang lain,namun kearah sebaliknya,akhirnya berhasil menjadi titik balik positive,yang membuat Susan kembali menemukan kebahagiaan.Saat itu Susanm terpilih membawakan acara televise yang menayangkan liputan tentang kekerasan dalam rumah tangga,ibu yang kehilangan anak,atau seseorang wanita yang terbuang akibat hamil di luar pernikahn.
“Setelah membawakan acara itu,saya kembali bersyukur,bahwa saya masih memiliki banyak keberuntungan.keluarga yang baik,rejeki yang mudah,dan orang-orang yang mencintai saya,”ungkap Susan.Kesadarannya itu makin bulat saat ia menerima nasihat yang menyentuh dari seseorang,bahwa pintu untuk memiliki anak mungkin memang belum terbuka,namun Tuhan membukakan pintu-pintu kebahagiaan yang lain baginya.
“Kini sudah lima tahun saya menikah dan belum punya anak.Meskipun tetap berusaha dan selalu merindukan bayi,saya sudah bisa tenang.Bahkan jika Tuhan tidak mengizinkan saya punya anak pun,saya telah menerima kenyataan itu,”ujar Susan,yang melimpahkan kasih sayangnya dengan menyayangi para keponakan,anak-anak sahabatnya,serta murid-murid mungilnya.
Bila Susan akhirnya menemukan kembali kebahagiannya dengan cara mensyukuri keberuntungannya yang lain,hal yang sama juga terjadi pada Rossa(29).Penyanyi Mungil ini tengah di landa badai rumah tangga ketika suaminya,Yoyok,drummer group band Padi,’tertangkap basah’oleh media massa sedang berduaan dengan wanita lain.
“Saya berusaha tetap bahagia. Karena,sebelumnya saya sudah begitu banyak di limpahi keberuntungan,”ujarnya.Ia juga tidak mau 100% menyalahkan sang suami,karena ia merasa dirinya juga memiliki andil dalam kekisruhan rumah tangganya,meskipun tidak secara langsung.
Menurut Gede,manusia harus selalui siap menerima perubahannya.”Biasanya,kita mencintai seseorang karena kesempurnaan-kesempurnaanya.Padahal,kesempurnaan pada diri manusia selalu berubah.Kekecewaan pasangan terjadi karena ia tidak siap menerima perubahan-perubahan tersebut.Bahkan, kalau bisa,kesempurnaan itu berjalan terus,”ujar Gede.
Menurut Nunu,banyak orang beranggapan bahwa setiap hari ia akan berhadapan dengan berbagai peristiwa yang mengecewqakan,atau yang membahagiakan.”Padahal,tidak ada yang membuat kita kecewa atau bahagia,kecuali diri kita sendiri.Jika kita kecewa terhadap sesuatu atau seseorang,itu adalah keputusan kita sendiri untuk merasa kecewa.Begitu juga ketika kita memutuskan merasa bahagia menerima berbagaiperistiwa,maka kita akan berbahagia.Manusia bebas memilih untuk kecewa maupun berbahagia”
Gede menambahkan,kebanyakan orang tidak menyukai kesedihan dan mencintai kesenangan.padahal kesenangan tak mengajarkan apapun.Nunu mengatakan hal senada.”Seseorang harus memiliki skill untuk mengdapi cobaan.Semua yang tak menyenangkan adalah guru kehidupan.Hidup adalah sebuah siklus,ada masa-masa gelap,ada saat-saat terang. Contohnya,saat suami bermasalah,anggap saja anda sedang menghadapi malam yang gelap.Kalau anda bisa bersabar,malam akan berganti pagi yang membawa terang lagi.”Lanjut Nunu.
BAHAGIA BISA DILATIH
Gede berpendapat,untuk merasa bahagia,butuh latihan dan disiplin.Caranya,dengan merasa cukup pandai bersyukur.”manusia boleh saja punya target,tetapi tak bisa menentukan sesuatu,jika sudah mempu menerima hal itu sebagai kenyataan,hidup akan tersa lebih ringan,dan anda bisa menghadapi setiap kejadian seperti air yang mengalir”uncap Gede.
Titi DJ (41) ,Penyanyi yang memiliki kisah hidup berliku,baik dalam karier maupun perkawinannya,mengaku selalu mersa berbahagia.”Saya bisa berbahagia,mungkin justru karena tidak pernah memilki target yang muluk-muluk dalam hidup.Bahkan,jika ada rencana yang tidak tercapai,saya bisa menundanya,”katanya santai
Titi mengaku dirinya sangat fleksibel. Ia bisa menerima kekurangan-kekurangan orang-orang di sekitarnya,selama masih bisa di toleransi
“Sedapat mungkin saya tidak memaksakan kehendak saya kepada suami,anak-anak,serta orang-oran yang bekerja sama dengan saya,”ujar wanita yang tahun ini baru saja melangsungkan pernikahan yang ketiga dengan Noviar Rahmansyah atau ovie,seorang gitaris group band Rif.Tentang dua pernikahannya yang kandas,Titi mengaku telah mencoba semaksimal mungkin mengatasinya.Berdoa,diakui Titi juga membantu proses dirinya menerima apapun yang tyerjadi dalam hidup.
“Daat ini saya mengorbankan keinginan memiliki anak lagi.Alasannya,jika saya hamil,pusat perhatian akan beralih pada saya,Setelah melahirkan,perhatian beralih pada si bayi.Padahal kami pun membutuhkan waktu untuk saling menyesuaikan diri sebagai keluarga baru,”ujar Titi ,yang menyatukan 4 anak yang dibawanya dari hasil pernikahannya terdahulu,dengan 2 anak dari Ovie.
Dari pada mengejar keinginan pribadi,Titi memilih menikmati banyak hal yang sudah di milikinya.”Salah satunya,karier menyanyi,dan anak-anak yang lucu.Saya juga bersyukur memiliki mantan-mantan suami yang baik,sehingga tak memiliki masalh berkepanjangan setelah bercerai,”ungkap Titi,yang tiap hari memotivasi dirinya untuk berbahagia,agar bisa memberikan kebahagian untuk keluarganya.
Mensyukuri yang ada juga dilakukan Rossa.”Saya bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukung dan mencintai saya,teman-teman yang menyenangkan,bahkan memiliki mertua dan kakak-kakak ipar yang baik.Dan rasa syukur saya tak ada habisnya setiap kali melihat Rizki,”ujar Rossa,yang matanya berbinar saat menceritakan buah hatinya yang kini berusia 11 bulan.Sembari tetap menjajaki beberapa kemungkinan untuk mengtasi masalah rumah gganya,setiap hari Rossa berusaha membuat dirinya berbahagia.”Jika sedang dirumah,pagi-pagi saya sudah menelepon Rizki,yang diasuh ibu saya di sumedang.Kemudian berleha-leha sambil menonton DVD.Saya juga kerap janjian dengan teman-teman untuk bertemu,”kata Rossa,yang mengaku bahwa kesibukannya yang amat padat sebagai penyanyi justru membuatnya amat bahagia,karna bisa menghibur orang lain.
Farida juga menikmati setiap detik dalam hidupnya.”Wanita akan sempurna jika merasa Happy dengan diri sendiri,dan bisa menjadi teman untuk diri sendiri.Tak ada di dunia ini yang membuat kita bahagia kecuali diri sendiri,”ungkap farida ,yang dulu tak jauh berbeda dengan orang lain,memiliki sekian banyak target hidup.Perasaan ingin dipandang hebat,menginginkan status social yang tinggi adalah beberapa hal yang harus di kejarnya.
“Padahal,jika dituruti,keinginan manusia tak akn ada habisnya.Saya kini memilih hidup sederhana.Baju yang penting bersih,makan cukup dirumah saja,dan menikmati setiap waktu yang saya miliki,”kata Farida,yang kini memiliki kebahgian yang tak terbeli bagi sebagian orang,seperti mendapatkan penghasilan dari hobinya,bisa membaca sepuasnya,bahkan tidur siang sejenak setiap hari.
Susan pun mengaku,ada kalanya dirinya merasa banyak maunya.”Jika sudah begitu,saya segera melihat ke orang-orang yang tak punya keberuntungan sebanyak yang saya miliki.Saya juga terus melatih diri untuk bersyukur.Karena,kalau tidak pernah bersyukur,saya tidak akan pernah merasa bahagia,”ungkap Susan.
Menurut Nunu,Manusia dihadapkan pada pilihan :mencari uang sebanyak-banyaknya atau mencari kebahagiaan sebanyak.”Namun,sesungguhnya kekayaan tidak akan memberikan kebahagiaan sejati,karena semua yang mencarinya tidak akan mencarinya tidak akan menemukan ujungnya,tidak akan ada habisnya,”Lanjut Nunu.
Karena itu,”jika menginginkan kebahgiaan yang lebih kekal, carilah sumbernya dari dalam.Lewat persahabatan kehidupan,mencintai orang-orang di sekitar,dan rasa syukur yang dalam.Sebab sekaya apapun seseorang,batinnya akan tetap tersa ‘miskin’jika tidak juga merasa kecukupan,”ujar Gede,yang berpendapat,puasa adalah salah satu cara melatih ‘rasa cukup’ untuk tubuh dan pikirannya.
“Bahagia itu gratis,tak perlu dicari,dan ada di sekitar kita.tentunya asalkan kita mau meningkatkan kualitas bersyukur.Hidup dengan rasa syukur di hati adalah jalan pintas menuju kebahagiaan lahir batin,”ujar Nunu.
Semoga bermanfaat.
Juni - 2009
Anda Sudah Memiliki segalanya,tapi masih juga tak bahagia.Makin Di Kejar,Kenapa Kebahagiaan justru makin sulit di raih?
.....
Farida Alamsyah (39) adalah orang penting di sebuah bank swasta di Singapura.Namun jabatan bergengsi dan insentif istemewa itu harus dibayarnya dengan jam kerja panjang serta tingkat stress sangat tinggi,karena pekerjaaan berhubungan dengan naik –turunnya nilai mata uang di seluruh dunia. Ia bahkan tak punya energy lagi untuk menjalani aktifitas sehari-hari.Jabatan dan penghasilannya yang di dambakan banyak orang itu ternyata tetap tak mampu membuatnya bahagia.
BAGAI GELEMBUNG SABUN
Ilustrasi di atas adalah pengalaman kehidupan Farida beberapa tahun lalu.Di usianya yang masih produktif,34 tahun.Akhirnya ia memutuskan meninggalkan kariernya,untuk kemudian mengejar kebahagiaan hidup sebagai instruktur yoga.
“Keputusan itu tidak saya ambil tiba-tiba.Saat ketidak bahagiaan itu muncul,saya mencoba mencari solusinya.kebetulan saya membaca the art of living,yang salah satunya mengajarkan yoga,”papar Farida,yang menolak mencari pekerjaan baru,karena tetap akan mendapatkan stress dalam bentuk yang berbeda.
Sebelum memutuskan berhenti bekerja,selama beberapa waktu ia sempat mempraktikan yoga setiap pagi sebelum brangkat ke kantor.Ia memang mendapatkan energy baru,namun hanya sementara.Energi itu langsung menguap lagi dengan mudah ketika memasuki kantor.
“Hal itulah yang membuat saya memutuskan berhenti bekerja.Teman-teman banyak yang menyayangkan keputusan itu,tetapi saya memilih mendengarkan suara hati,”ungkap farida,yang awalnya tak terpikir untuk mengajar yoga.Setelah berhenti bekerja,secara khusus ia mempelajari yoga di india dan Kanada agar bisa mendapatkan ilmu yoga yang benar,untuk kemudian di praktekan sehari-hari.
“Kata hati memang hal yang jarang didengar saat ini,”demikian pendapat Erbe Sentanu yang akrab di sapa Nunu,Spiritual Motivator,pendiri Katahati Institute,yang memopulerkan Teknologi Quantum Ikhlas untuk mengatasi berbagai masalah klien-kliennya.Kebanyakan orang lebih membiarkan pikiran memerintah prilaku sehari-hari.
“Padahal,pikiran hanya menilai hitam dan putih,atau salah dan benar saja.Jika pikiran yang menguasai Farida saat itu,tindakannya meninggalkan karier yang sedang gemilang itu seperti tak masuk akal. Melepas gaji selangit demi menekuni yoga? padahal justru kata hatilah yang akan menuntun seorang ke jalan yang tepat.Buktinyakini Farida bisa menemukan kebahagiaanya dan juga tetap mendapat penghasilan,”lanjut Nunu.Farida mengakui,banyak teman sekerjanya yang sebenarnya juga merasakan tekanan yang nyaris tak tertahankan.”Namun mungkin mereka bertahan karna telah berkeluarga,jadi terpaksa harus bekerja untuk hidup.Mereka Memilih melewatkan kebahagiaan,demi mendapatkan kenyamanan lewat uang yang bisa membeli semua yang mereka inginkan,”ungkap Farida,yang sampai saat ini masih melajang.
GEDE PRATAMA,ispirator dan motivator terkenal,mengungkapkan,saat ini kebahagiaan adalah komoditas yang dicari atau di beli. Kemanapun akan di kejar,berapapun harganya akan di beli.”Ada yang membelinya lewat mobil baru,rumah bagus,barang bermerk,bahkan operasi plastik. Ada juga yang mencarinya lewat jabatan,nama terkenal,dan nama baik. Namun,kebahagiaan yang di cari di luar akan bersifat dating dan pergi dengan mudahnya,seperti gelembung sabun,lanjut Gede.
KURANG SATU MENGHAPUS YANG LAIN
Model dan presenter Susan Bactiar (33) juga pernah merasakan ketidakbahagiaan dalam hidupnya.Hingga tiga tahun pernikahan,ia dan suaminya( yang sama-sama dinyatakan sehat)belum di karuniai anak.
“Saya merasa sudah melakukan segalanya,seperti ke dokter dan berdoa.Beberapa kali ikut program memiliki anak juga gagal,sementara saat itu para sahabat dan kerbat yang belakangan menikah,satu demi satu sudah memiliki anak.Saya resah,bahkan merasa di hukum oleh Tuhan karna kesalahan yang saya tidak ketahui,”kata Susan,yang sempat mogok ke gereja.
Menurut Gede,hidup ini sebenarnya sudah sempurna.Manusia yang memiliki banyak keinginanlah yang membuat hidup mereka seolah seba kekurangan.Penyebap paling dominan dari ketidakbahagiaan memang berasal dari diri sendiri. Faktor-faktor dari luar hanya memperkuat factor dari dalam.
“Orang merasa tak bahagia karena selalu ‘berkelahi’ dengan diri sendiri dan kehidupan.Mereka merasa tidak puas dan tidak menerima kenyataan. Apalagi jika keinginan itu selalu di bandingkan dengan kehidupan orang lain,sehingga memunculkan rasa tidak bahagia dan ketidakadilan. Membandingkan boleh saja,tetapi jangan selalu melihat ke atas,sesekali juga perlu membandingkan ke bawah,” ujar Gede.
Hal Itulah yang kemudian dilakukan Susan. Membandingkan hidup dengan orang lain,namun kearah sebaliknya,akhirnya berhasil menjadi titik balik positive,yang membuat Susan kembali menemukan kebahagiaan.Saat itu Susanm terpilih membawakan acara televise yang menayangkan liputan tentang kekerasan dalam rumah tangga,ibu yang kehilangan anak,atau seseorang wanita yang terbuang akibat hamil di luar pernikahn.
“Setelah membawakan acara itu,saya kembali bersyukur,bahwa saya masih memiliki banyak keberuntungan.keluarga yang baik,rejeki yang mudah,dan orang-orang yang mencintai saya,”ungkap Susan.Kesadarannya itu makin bulat saat ia menerima nasihat yang menyentuh dari seseorang,bahwa pintu untuk memiliki anak mungkin memang belum terbuka,namun Tuhan membukakan pintu-pintu kebahagiaan yang lain baginya.
“Kini sudah lima tahun saya menikah dan belum punya anak.Meskipun tetap berusaha dan selalu merindukan bayi,saya sudah bisa tenang.Bahkan jika Tuhan tidak mengizinkan saya punya anak pun,saya telah menerima kenyataan itu,”ujar Susan,yang melimpahkan kasih sayangnya dengan menyayangi para keponakan,anak-anak sahabatnya,serta murid-murid mungilnya.
Bila Susan akhirnya menemukan kembali kebahagiannya dengan cara mensyukuri keberuntungannya yang lain,hal yang sama juga terjadi pada Rossa(29).Penyanyi Mungil ini tengah di landa badai rumah tangga ketika suaminya,Yoyok,drummer group band Padi,’tertangkap basah’oleh media massa sedang berduaan dengan wanita lain.
“Saya berusaha tetap bahagia. Karena,sebelumnya saya sudah begitu banyak di limpahi keberuntungan,”ujarnya.Ia juga tidak mau 100% menyalahkan sang suami,karena ia merasa dirinya juga memiliki andil dalam kekisruhan rumah tangganya,meskipun tidak secara langsung.
Menurut Gede,manusia harus selalui siap menerima perubahannya.”Biasanya,kita mencintai seseorang karena kesempurnaan-kesempurnaanya.Padahal,kesempurnaan pada diri manusia selalu berubah.Kekecewaan pasangan terjadi karena ia tidak siap menerima perubahan-perubahan tersebut.Bahkan, kalau bisa,kesempurnaan itu berjalan terus,”ujar Gede.
Menurut Nunu,banyak orang beranggapan bahwa setiap hari ia akan berhadapan dengan berbagai peristiwa yang mengecewqakan,atau yang membahagiakan.”Padahal,tidak ada yang membuat kita kecewa atau bahagia,kecuali diri kita sendiri.Jika kita kecewa terhadap sesuatu atau seseorang,itu adalah keputusan kita sendiri untuk merasa kecewa.Begitu juga ketika kita memutuskan merasa bahagia menerima berbagaiperistiwa,maka kita akan berbahagia.Manusia bebas memilih untuk kecewa maupun berbahagia”
Gede menambahkan,kebanyakan orang tidak menyukai kesedihan dan mencintai kesenangan.padahal kesenangan tak mengajarkan apapun.Nunu mengatakan hal senada.”Seseorang harus memiliki skill untuk mengdapi cobaan.Semua yang tak menyenangkan adalah guru kehidupan.Hidup adalah sebuah siklus,ada masa-masa gelap,ada saat-saat terang. Contohnya,saat suami bermasalah,anggap saja anda sedang menghadapi malam yang gelap.Kalau anda bisa bersabar,malam akan berganti pagi yang membawa terang lagi.”Lanjut Nunu.
BAHAGIA BISA DILATIH
Gede berpendapat,untuk merasa bahagia,butuh latihan dan disiplin.Caranya,dengan merasa cukup pandai bersyukur.”manusia boleh saja punya target,tetapi tak bisa menentukan sesuatu,jika sudah mempu menerima hal itu sebagai kenyataan,hidup akan tersa lebih ringan,dan anda bisa menghadapi setiap kejadian seperti air yang mengalir”uncap Gede.
Titi DJ (41) ,Penyanyi yang memiliki kisah hidup berliku,baik dalam karier maupun perkawinannya,mengaku selalu mersa berbahagia.”Saya bisa berbahagia,mungkin justru karena tidak pernah memilki target yang muluk-muluk dalam hidup.Bahkan,jika ada rencana yang tidak tercapai,saya bisa menundanya,”katanya santai
Titi mengaku dirinya sangat fleksibel. Ia bisa menerima kekurangan-kekurangan orang-orang di sekitarnya,selama masih bisa di toleransi
“Sedapat mungkin saya tidak memaksakan kehendak saya kepada suami,anak-anak,serta orang-oran yang bekerja sama dengan saya,”ujar wanita yang tahun ini baru saja melangsungkan pernikahan yang ketiga dengan Noviar Rahmansyah atau ovie,seorang gitaris group band Rif.Tentang dua pernikahannya yang kandas,Titi mengaku telah mencoba semaksimal mungkin mengatasinya.Berdoa,diakui Titi juga membantu proses dirinya menerima apapun yang tyerjadi dalam hidup.
“Daat ini saya mengorbankan keinginan memiliki anak lagi.Alasannya,jika saya hamil,pusat perhatian akan beralih pada saya,Setelah melahirkan,perhatian beralih pada si bayi.Padahal kami pun membutuhkan waktu untuk saling menyesuaikan diri sebagai keluarga baru,”ujar Titi ,yang menyatukan 4 anak yang dibawanya dari hasil pernikahannya terdahulu,dengan 2 anak dari Ovie.
Dari pada mengejar keinginan pribadi,Titi memilih menikmati banyak hal yang sudah di milikinya.”Salah satunya,karier menyanyi,dan anak-anak yang lucu.Saya juga bersyukur memiliki mantan-mantan suami yang baik,sehingga tak memiliki masalh berkepanjangan setelah bercerai,”ungkap Titi,yang tiap hari memotivasi dirinya untuk berbahagia,agar bisa memberikan kebahagian untuk keluarganya.
Mensyukuri yang ada juga dilakukan Rossa.”Saya bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukung dan mencintai saya,teman-teman yang menyenangkan,bahkan memiliki mertua dan kakak-kakak ipar yang baik.Dan rasa syukur saya tak ada habisnya setiap kali melihat Rizki,”ujar Rossa,yang matanya berbinar saat menceritakan buah hatinya yang kini berusia 11 bulan.Sembari tetap menjajaki beberapa kemungkinan untuk mengtasi masalah rumah gganya,setiap hari Rossa berusaha membuat dirinya berbahagia.”Jika sedang dirumah,pagi-pagi saya sudah menelepon Rizki,yang diasuh ibu saya di sumedang.Kemudian berleha-leha sambil menonton DVD.Saya juga kerap janjian dengan teman-teman untuk bertemu,”kata Rossa,yang mengaku bahwa kesibukannya yang amat padat sebagai penyanyi justru membuatnya amat bahagia,karna bisa menghibur orang lain.
Farida juga menikmati setiap detik dalam hidupnya.”Wanita akan sempurna jika merasa Happy dengan diri sendiri,dan bisa menjadi teman untuk diri sendiri.Tak ada di dunia ini yang membuat kita bahagia kecuali diri sendiri,”ungkap farida ,yang dulu tak jauh berbeda dengan orang lain,memiliki sekian banyak target hidup.Perasaan ingin dipandang hebat,menginginkan status social yang tinggi adalah beberapa hal yang harus di kejarnya.
“Padahal,jika dituruti,keinginan manusia tak akn ada habisnya.Saya kini memilih hidup sederhana.Baju yang penting bersih,makan cukup dirumah saja,dan menikmati setiap waktu yang saya miliki,”kata Farida,yang kini memiliki kebahgian yang tak terbeli bagi sebagian orang,seperti mendapatkan penghasilan dari hobinya,bisa membaca sepuasnya,bahkan tidur siang sejenak setiap hari.
Susan pun mengaku,ada kalanya dirinya merasa banyak maunya.”Jika sudah begitu,saya segera melihat ke orang-orang yang tak punya keberuntungan sebanyak yang saya miliki.Saya juga terus melatih diri untuk bersyukur.Karena,kalau tidak pernah bersyukur,saya tidak akan pernah merasa bahagia,”ungkap Susan.
Menurut Nunu,Manusia dihadapkan pada pilihan :mencari uang sebanyak-banyaknya atau mencari kebahagiaan sebanyak.”Namun,sesungguhnya kekayaan tidak akan memberikan kebahagiaan sejati,karena semua yang mencarinya tidak akan mencarinya tidak akan menemukan ujungnya,tidak akan ada habisnya,”Lanjut Nunu.
Karena itu,”jika menginginkan kebahgiaan yang lebih kekal, carilah sumbernya dari dalam.Lewat persahabatan kehidupan,mencintai orang-orang di sekitar,dan rasa syukur yang dalam.Sebab sekaya apapun seseorang,batinnya akan tetap tersa ‘miskin’jika tidak juga merasa kecukupan,”ujar Gede,yang berpendapat,puasa adalah salah satu cara melatih ‘rasa cukup’ untuk tubuh dan pikirannya.
“Bahagia itu gratis,tak perlu dicari,dan ada di sekitar kita.tentunya asalkan kita mau meningkatkan kualitas bersyukur.Hidup dengan rasa syukur di hati adalah jalan pintas menuju kebahagiaan lahir batin,”ujar Nunu.
Semoga bermanfaat.
Juni - 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
