Rabu, 24 Juni 2009

Lentera-lentera kehidupan

Dalam bukunya Gede Prama berbagi lentera-lentera yang sangat bermakna untuk direndungkan. Beberapa cuplikan yang singkat dan bermakna menurut saya silakan dinikmati,

Tubuh mudah sekali jadi lahan kebahagian
tatkala manusia rajin tersenyum

Bukankah musuh membuat kita
jadi selalu waspada ?
Bukankah cercaan adalah
vitamin yang memperkuat jiwa ?
Bukankah kegagalan memberitahu
bagian diri yang perlu diperbaiki?

Teramat sedikit manusia
yang bisa berbahagia
dengan cara membenci orang

Kebahagian lebih sering terjadi
dalam kehidupan yang memberi
dibandingkan kehidupan yang meminta

ada tiga jalan utama
menuju kebahagiaan
kesederhanaan,
kesabaran
dan belas kasih

kebahagiaan adalah
apa yang terjadi di dalam diri
ketika membuat orang lain bahagia

orang yang tidak pernah membuat kesalahan
ia tidak pernah membangun rumah kebahagiaan

kebahagiaan itu bisa dibeli
bukan dengan uang
melainkan dengan sikap rendah hati

setiap kebahagiaan yang bergantung dari luar
ia berumur pendek
hanya pohon kebahagiaan yang berakar ke dalam
yang bisa abadi


dia yang tidak mengenali diri sendiri
tidak mendapat banyak dari kebahagiaan

apa yang didengar cepat lupa
apa yang dilihat sebagian ingat
namun apa yang dilakukan penuh cinta, pasti menyentuh

tatkala manusia berhenti berpikir
semuanya berada pada tempatnya yang sempurna

keheningan baru terbuka pintunya
ketika pikiran mulai
berhenti jadi penguasa

menjadi lebih besar dari pikiran
bukan berarti berhenti berpikir
melainkan berhenti dikuasai pikiran

tatkala seseorang menyalahkan orang lain
ia butuh pendidikan
ketika ia menyalahkan diri sendiri
pendidikannya sudah dimulai
manakala ia tidak menyalahkan siapa-siapa
pendidikannya sudah usai

tatkala hidup tidak bisa diubah
belajarlah mengubah
sikap dan cara memandang hidup

mengalir seperti air
bebaskan diri dari pikiran
itulah keutamaan keheningan

badan maunya kesenangan
pikiran maunya kebahagiaan
jiwa maunya sukacita
dan hati hanya mengenal keheningan

maafkanlah pertanyaan
tidak semua pertanyaan meminta jawaban

pikiran adalah pembantu yang baik
namun penguasa yang buruk


cermin memantulkan semua obyek
sebagaimana adanya
tanpa ikut ternoda
oleh apa-apa yang dipantulkannya

alam hanya mengela bahasa diam
dalam diam
yang tersdia hanya perjalanan ke dalam
untuk membuka pintu kedamaian

lihat pohon rimbun
siapa saja yang berteduh di sana pasti teduh
pohon tidak bertanya
tidak memilih
tidak berdebat
kalau bertuduh di pohon, ya teduh
seperti mengajarkan
kurangi bertanya, kurangi memilih dan kurangi berdebat
itulah awal kedamaian

air di sungai melewati semua penghalang
satu-satunya sebab mengapa air demikian perkasa
karena sifatnya yang lentur
dalam kelenturanlah, air berbisik
kedamaian itu mudah ditemukan

perhatikanlah orang yang tidak bisa berenang
dan tercebur di sungai
ia melawan, tenggelam, mati dan akhirnya mengapung
berhenti melawan dan
hidup pun membiarkan anda mengapung
damai di permukaan

bambu berdiri kuat dan kokoh
terutama karena berakar kuat ke dalam
setelah tinggi ia merunduk

pelangi indah karena dibentuk warna-warna berbeda
kedamaian berdiri diatas perbedaan-perbedaan

tidak ada kupu-kupu yang bisa terbang
hanya bermodalkan sayap semata
ia membutuhkan persahabatan
dengan alam dan kehidupan

tanpa pemaksaan
tanpa keharusan
tanpa pembandingan
itulah kedamaian

mendalami kedamaian
seperti menggali sumur
di tempat dangkal
bertemu lumpur
di tempat yang dalam
baru tersedia kejernihan

tatkala keseharian kita
tenang dan biasa
semua hari berisi
pengalaman pencerahan

juni - 2009

Tidak ada komentar: