Dalam bukunya Gede Prama berbagi lentera-lentera yang sangat bermakna untuk direndungkan. Beberapa cuplikan yang singkat dan bermakna menurut saya silakan dinikmati,
Tubuh mudah sekali jadi lahan kebahagian
tatkala manusia rajin tersenyum
Bukankah musuh membuat kita
jadi selalu waspada ?
Bukankah cercaan adalah
vitamin yang memperkuat jiwa ?
Bukankah kegagalan memberitahu
bagian diri yang perlu diperbaiki?
Teramat sedikit manusia
yang bisa berbahagia
dengan cara membenci orang
Kebahagian lebih sering terjadi
dalam kehidupan yang memberi
dibandingkan kehidupan yang meminta
ada tiga jalan utama
menuju kebahagiaan
kesederhanaan,
kesabaran
dan belas kasih
kebahagiaan adalah
apa yang terjadi di dalam diri
ketika membuat orang lain bahagia
orang yang tidak pernah membuat kesalahan
ia tidak pernah membangun rumah kebahagiaan
kebahagiaan itu bisa dibeli
bukan dengan uang
melainkan dengan sikap rendah hati
setiap kebahagiaan yang bergantung dari luar
ia berumur pendek
hanya pohon kebahagiaan yang berakar ke dalam
yang bisa abadi
dia yang tidak mengenali diri sendiri
tidak mendapat banyak dari kebahagiaan
apa yang didengar cepat lupa
apa yang dilihat sebagian ingat
namun apa yang dilakukan penuh cinta, pasti menyentuh
tatkala manusia berhenti berpikir
semuanya berada pada tempatnya yang sempurna
keheningan baru terbuka pintunya
ketika pikiran mulai
berhenti jadi penguasa
menjadi lebih besar dari pikiran
bukan berarti berhenti berpikir
melainkan berhenti dikuasai pikiran
tatkala seseorang menyalahkan orang lain
ia butuh pendidikan
ketika ia menyalahkan diri sendiri
pendidikannya sudah dimulai
manakala ia tidak menyalahkan siapa-siapa
pendidikannya sudah usai
tatkala hidup tidak bisa diubah
belajarlah mengubah
sikap dan cara memandang hidup
mengalir seperti air
bebaskan diri dari pikiran
itulah keutamaan keheningan
badan maunya kesenangan
pikiran maunya kebahagiaan
jiwa maunya sukacita
dan hati hanya mengenal keheningan
maafkanlah pertanyaan
tidak semua pertanyaan meminta jawaban
pikiran adalah pembantu yang baik
namun penguasa yang buruk
cermin memantulkan semua obyek
sebagaimana adanya
tanpa ikut ternoda
oleh apa-apa yang dipantulkannya
alam hanya mengela bahasa diam
dalam diam
yang tersdia hanya perjalanan ke dalam
untuk membuka pintu kedamaian
lihat pohon rimbun
siapa saja yang berteduh di sana pasti teduh
pohon tidak bertanya
tidak memilih
tidak berdebat
kalau bertuduh di pohon, ya teduh
seperti mengajarkan
kurangi bertanya, kurangi memilih dan kurangi berdebat
itulah awal kedamaian
air di sungai melewati semua penghalang
satu-satunya sebab mengapa air demikian perkasa
karena sifatnya yang lentur
dalam kelenturanlah, air berbisik
kedamaian itu mudah ditemukan
perhatikanlah orang yang tidak bisa berenang
dan tercebur di sungai
ia melawan, tenggelam, mati dan akhirnya mengapung
berhenti melawan dan
hidup pun membiarkan anda mengapung
damai di permukaan
bambu berdiri kuat dan kokoh
terutama karena berakar kuat ke dalam
setelah tinggi ia merunduk
pelangi indah karena dibentuk warna-warna berbeda
kedamaian berdiri diatas perbedaan-perbedaan
tidak ada kupu-kupu yang bisa terbang
hanya bermodalkan sayap semata
ia membutuhkan persahabatan
dengan alam dan kehidupan
tanpa pemaksaan
tanpa keharusan
tanpa pembandingan
itulah kedamaian
mendalami kedamaian
seperti menggali sumur
di tempat dangkal
bertemu lumpur
di tempat yang dalam
baru tersedia kejernihan
tatkala keseharian kita
tenang dan biasa
semua hari berisi
pengalaman pencerahan
juni - 2009
Arsip Blog
-
▼
2009
(31)
-
▼
Juni
(18)
- Lentera-lentera kehidupan
- sholat khusyu'
- mindfocus! perasaan positif dan bersyukur
- mindfocus! doa yang terkabulkan
- mindfocus! total seimbang
- mindfocus! gelombang otak
- mindfocus! melepas masalah
- mindfocus! hati kita
- mindfocus! ikhlas
- belajar dari tanah
- the power of now
- tentang karung kehidupan
- terapi seft ala mas faiz
- yang pergi dan yang datang
- ada tiga kata-kata ajaib
- ikhlas untuk bahagia
- bahagia sejati
- kembali bergerak
-
▼
Juni
(18)
Rabu, 24 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar