Sabtu, 13 Juni 2009

tentang karung kehidupan

ada cerita

seorang bapak menyuruh anaknya yang taat sekali
untuk mengangkat beberapa karung barang
sambil berjalan menuju rumahnya
mula-mula kecil kecil

lalu oleh bapaknya
sedikit-sedikit ditambah karungnya

anaknya merasakan beban yang semakin sarat
semakin ditambah semakin terasa sengsara
pundaknya semakin penat
kakinya semakin berat
dan lama-lama
menyerah dan berhenti, lalu bertanya dengan bapaknya

maksud bapak dari semua ini sebenarnya apa ?

bapaknya menjawab
karung ibarat masalah
karung ibarat beban kehidupanmu
semakin berat beban dan semakin banyak beban
maka semakin berat juga pikiran dan perasaan kita
bisa jadi semakin tidak tertampung
apalagi yang sudah menjadi kerak yang tidak termaafkan

yang bisa mengakibatkan
pikiran, perasaan dan badan kita semakin penat
bahkan semakin kacau semakin membuat emosi
inilah cikal bakal dari sakit
baik sakit fisik maupun sakit emosi

si anak bertanya lagi, terus bagaimana cara meringankannya ?

serta merta si bapak mengambil karung-karung tadi
satu per satu dari pundaknya
terus meminta anaknya berjalan
terus bertanya, apakah terasa enak sekarang ?

si anak bertanya lagi, ya enak, lha kalau beban masalah bagaimana menurukannya pak ?

bapaknya dengan bijak menjawab
kalau sudah berusaha dengan sekuat tenaga
masalahnya tetap gak bisa diselesaikan

ya diikhlaskan nak
dengan menyerahkan semua keputusan kepada Yang punya
dan mengembalikan penyelesaiannya kepada Allah
walau kita sudah berusaha setengah mati
tapi serahkan hasilnya kepadaNya

ikhlas dengan hasil yang baik atau buruk
ikhlas dengan seseorang yang berbuat jelek kepada kita
ikhlas dengan kondisi yang tidak sesuai keinginan kita
ikhlas dengan apapun yang menjadi beban kehidupan kita

itu sama dengan menaruh karung-karung tadi

insya'Allah akan diberikan jalan terbaik olehNya

sekarang kamu mengerti nak ?

si anak menjawab menjawab dengan tersenyum pula
rupanya dia mendapat pelajaran yang berharga hari itu

salam, Juni 2009

Tidak ada komentar: